System Harem

System Harem
Darius yang Malang


__ADS_3

Hari - hari yang di lewati Julian dan para wanitanya sangat damai, setelah kejadian Resty. Tidak ada yang berani mengganggu mereka lagi disana.


Pagi - pagi setelah pergulatan panjang Julian dan Kesepuluh wanitanya sekaligus, terlihat para Wanita Julian yang kelelahan, hanya Yellow saja yang terlihat baik - baik saja.


Sementara Resty yang kondisinya paling menyedihkan, karena di baru pertama kali, di tambah ukuran pusaka Julian sangat mengerikan, membuat Resty tidak bisa bergerak sama seperti wanita Julian yang pertama melakukan dengannya.


Julian memeluk Resty dari samping, dia masih mengingat jelas bagaimana Histerisnya Resty saat pusakanya menghujam Goanya.


Untung saja Lina sudah tidak tidur bersama mereka lagi, Lina memutuskan untuk pulang saja, karena dia takut depresi jika setiap malam harus mendengar lolongan wanita Julian.


" Sekarang kamu sudah menjadi milikku, tidak akan ada orang yang bisa memisahkan kita nantinya " gumam Julian sambil menatap wajah Resty yang masih terlelap dan terlihat sangat pucat itu.


Julian tidak tidur semalaman, dia sedang asyik memandangi wanita barunya itu sambil mengusap - usap pipinya dengan lembut.


" Sayang, kamu tidak ingin mandi dulu ?" Celia tiba - tiba menegur.


Julian mengangkat kepalanya " Pagi sayang, kalau kamu mau mandi aku ikut "


Celia mengerutkan keningnya " ih... aku sudah lelah "


Celia yakin kalau Julian akan mengerjainya lagi jika mandi bersama, bukannya sombong atau apa, memang sekarang Julian terobsesi dengan kesempurnaan Celia, jika tidak ada wanita lain saja mungkin Celia akan terkapar setiap hari di atas ranjangnya.


" Julian beranjak dari tempat tidurnya, kita hanya mandi bersama saja, aku janji " Julian membentuk jarinya dengan huruf ' V '


Celia menghela napas, mau janji atau tidak Celia sebenarnya tidak masalah, masalah dia cuma satu, kalau Julian sudah kesetanan sulit untuk menahannya.


" Baiklah ayo kalau begitu " ajak Celia yang bergegas keluar.


Julian langsung mengenakan celana kolor ya, karena semalaman dia tidak mengenakan sehelai benangpun, sebelum ia pergi tidak lupa untuk mengecup kening Resty terlebih dahulu.


Julian dan Celia pergi ke Sungai yang biasa untuk mandi mereka semua, mereka berdua terkejut saat melihat orang yang sedang duduk prustasi di pinggir sungai.

__ADS_1


" Astaga kakak !, kamu bikin kaget saja " Julian mengelus dadanya, ternyata orang tersebut adalah Darius.


Darius langsung menoleh, terlihat lingkar hitam di sekitar matanya, wajahnya pucat pasi, dia seperti mayat hidup saja.


" Ternyata kalian berdua " ucapnya parau.


" Ya ampun Kakak, kamu kenapa ?" tanya Julian yang langsung menghampiri Darius karena khawatir.


Darius tersenyum getir " Julian, jika seperti ini terus sepertinya aku tidak akan hidup lama lagi " ucapnya tidak berdaya.


" Kakak apa maksudmu ?" Julian semakin kebingungan.


Darius menatap langit, dia menghela napas berat " Ini semua karena ulahmu, setiap hari kamu bercocok tanam dengan para wanita kamu ..."


Darius menghela napas lagi, dia kemudian melanjutkan " Kakak iparmu akhirnya semalam tidak bisa menahan gairahnya, dia semalaman suntuk memeras cairan kakak, padahal kakak sudah memohon untuk berhenti, tapi kakak iparmu sangatlah liar, dia terus menerus memaksa kakak, walaupun punya kakak sudah tidak bisa berdiri lagi, dia terus merangsangnya, ah... lebih baik aku mati saja "


" Bwahahaha... " bukannya simpati, Julian malah menertawakan kakaknya, sehingga Darius semakin prustasi saja.


Celia juga terkikik geli saat mendengar perkataan Darius, karena nasib kakak beradik itu berbanding berbalik jika masalah ranjang.


" Maaf, maaf kak, kenapa kakak tidak buat penguat stamina saja dan hajar kakak ipar sampai berhari-hari ?" Julian memberikan saran sambil menahan tawa.


Darius langsung menoleh ke arah Julian, dia memantaunya dengan mantap " Kenapa kamu tidak bilang dari awal ! Ah.. bodohnya aku, kenapa aku tidak kepikiran sama sekali ?"


Darius terlihat sangat bersemangat, dia pikir ide Julian sangat brilian, apalagi membuat ramuan penguat stamina bukanlah hal sulit, untuk peneliti sekelasnya.


" Terimakasih Julian ! Aku akan buat itu nanti !" Darius menyeringai seperti iblis, dia seolah berkata ' tunggu saja kamu Susan, aku akan membuat kamu terkapar berhari - hari '


Darius langsung beringsut dan berdiri, dia meninggalkan Julian dan Celia yang akan mandi bersama tanpa pamit terlebih dahulu.


Celia menatap kepergian Darius " Julian kamu yakin kakak kamu tidak apa - apa seperti itu ?" tanyanya merasa iba.

__ADS_1


Julian berdiri, dia menggendikkan bahunya " entahlah... Dia sudah dewasa, pasti bisa menyelamatkan masalahnya sendiri "


Julian langsung membopong Celia, Celia terkejut dia langsung merangkul leher Julian " Sayang kamu apa - apaan sih ?" ucapnya manja.


" Kan kita mau mandi bersama " Julian langsung membawa Celia ke sungai.


Mereka berdua pun langsung mandi dan saling membersihkan satu sama lain, Julian mati - Matian menahan birahinya yang mulai muncul kembali, karena dia sudah berjanji dengan Celia untuk menahan gairahnya.


Sementara itu di tenda, terlihat satu persatu wanita Julian mulai terbangun, mereka saling menyapa satu sama lain.


Hanya Resty saja yang masih terbaring di tempat tidurnya, walau matanya sudah terbuka sepenuhnya.


Rachel yang seorang dokter tentu tahu keadaan Resty, dia menghampirinya dan bertanya.


" Apa kamu tidak apa - apa Res ?" tanyanya lembut.


Resty tersenyum getir " aku tidak apa - apa, hanya saja masih terasa perih saja "


Rachel tersenyum " kami juga awalnya seperti itu, nanti juga kamu terbiasa dengan kegagahan pria kita, kamu sekarang tahukan kenapa kami mau berbagi Julian ?"


Resty mengangguk " karena kalian tidak mungkin bisa melayaninya seorang diri, apa aku benar Chel ?"


" Kamu benar Res, kalau kita egois dan ingin memiliki Julian sendiri, yang ada bukan hanya Julian yang akan menjauh, tapi kita juga akan menyakiti diri kita sendiri " jawabnya yakin.


Okta menimpali yang mendengar percakapan keduanya " Rachel benar, lebih baik kita berbagi, toh Julian juga selalu membuat kita puas, bukankah begitu Chel ?"


" Kamu ini, sana mandi dan jemur tempat tidur kamu, bau Pesing semua itu " goda Rachel pada Okta.


Wajah Okta langsung memerah, pasalnya semalam dia sampai terkencing - kencing saat Julian mengerjainya, sehingga kamar tidurnya basah kuyup oleh air seninya.


" Bener tuh kata Rosi, sana jemur kasurmu itu, hihihi... " Liyana terkikik geli.

__ADS_1


Mereka semua kemudian tertawa saat mengingat bagaimana Okta semalam sangat kepayahan meladeni Julian, padahal biasanya dia tidak seperti itu dan paling binal bersama Rosi.


Okta menggembungkan pipinya, dia langsung pergi ke kasurnya dan membawanya keluar untuk dia jemur, agar bisa di tiduri lagi nanti malam.


__ADS_2