
Ceska hanya bisa menurut saja, dia terpaksa membawa Julian ke tempat Vladimir bersama dengan Brown.
Ceska menyetir untuk mereka berdua, sepanjang perjalanan Ceska berpikir bagaimana caranya dia bisa lepas dari Julian, tapi ketika dia ingat jika Brown Ikut, dia hanya bisa pasrah saja.
Hanya butuh setengah jam saja Ceska sampai dikediaman Vladimir, Brown yang tahu jika rumah tersebut milik Vladimir, dia menghela napas panjang.
Brown sebenarnya sangat takut jika Julian akan terbunuh ditempat tersebut, karena dia yakin jika akan banyak penjaga yang menggunakan senjata.
Brown buka suara " Bilang pada Vladimir jika aku datang !" Brown terpaksa membuka identitasnya pada Julian.
Julian mengerutkan keningnya " Tuan Brown, kamu mengenal mereka ?" tanya Julian penasaran.
Brown menghela napas " mereka teman lama saya, Tuan Lewis, tolong serahkan semuanya pada saya, nanti biar saya jelaskan semuanya dirumah " jawab Brown memberi penjelasan.
" Terserah kamu sajalah, yang pasti aku ingin bertanya pada Bos dia dulu !" Julian menonyor kepala Ceska, membuat Ceska terjedot pintu Mobil.
Ceska tersenyum getir, dia yang tangan kanan Pemimpin bawah tanah sampai diperlakukan seperti itu.
Ceska membuka Pintu Mobil, Brown dan Julian juga ikut turun, Ceska belum menyuruh penjaga membuka gerbang, Penjaga sudah membukakan Pintu, karena mereka melihat Brown di belakang Ceska.
Penjaga Pintu membungkuk pada Brown, Ceska memghela napas " Aku ini benar - benar sudah tidak ada harga dirinya sama sekali " batin Ceska sedih.
Ceska mengajak Julian dan Brown masuk ke rumah Vladimir, mereka disuruh menunggu di ruang tamu dan dia langsung menghadap Vladimir diruangannya.
" Bos !, Tuan Dark datang !" ucap Ceska singkat, karena dia tidak mau jika Vladimir tahu kalau dia gagal melakukan misi.
Vladimir mengerutkan keningnya " Mau apa dia kemari ?"
Ceska menggendikan bahunya pura - pura bodoh " Entahlah "
Vladimir beranjak dari tempat duduknya, dia langsung menemui Brown.
Vladimir langsung duduk di seberang Brown dan bertanya " Ada apa kamu kemari Brown ?"
Brown belum menjawab, Julian buka suara " Apakah kamu Bos mereka !?"
Vladimir mengernyitkan dahinya, dia menatap Brown karena Vladimir pikir jika orang yang bertanya padanya adalah anak buah Brown.
Brown menghela napas " Dia Tuanku yang sekarang, dan anak buah kamu berani datang dan bertingkah mencurigakan di kediaman Tuanku, apakah kamu punya penjelasan untuk ini Vladimir !?" tanya Brown datar.
Ceska langsung berkeringat dingin, wajahnya memucat, jika dia tahu kalau tempat yang akan didatanginya adlah Tuan Brown, walaupun dia curiga dengan Julian, dia lebih baik diam saja.
Vladimir menatap Ceska dengan sinis, dia seolah ingin memakannya, sehingga membuat Ceska begitu ketakutan.
__ADS_1
" Tu..Tuan Vlad, dia orang yang saya maksud !" Ceska bergegas menjelaskan.
Vladimir menatap Julian dengan seksama, dia kemudian buka suara " Apakah kamu yang mendapatkan Barang itu !" tanya Vladimir tegas.
Julian mengerutkan keningnya " Jadi kamu beneran tahu barang itu ? " Julian malah balik bertanya.
" Braaakkk
" Jadi kamu benar - benar yang mendapatkan barang itu !, Brengsek akan kubunuh kau !!" ucap Vladimir sambil berdiri.
Julian juga berdiri " Aku juga harus membunuhmu karena kamu sudah tahu barang milikku !"
Brown kebingungan dengan apa yang sedang mereka bicarakan, tapi ketika dia mau berbicara Julian sudah memukul Vladimir hingga terhempas beberapa meter.
" Duakk
" Bruggg !
Vladimir jatuh ketika menabrak dinding rumah, dia langsung menyemburkan seteguk darah.
Anak buah Vladimir terkejut, seketika mereka langsung menembak ke arah Julian.
Julian yang sadar dalam bahaya, dia langsung berlari secepat kilat dan menghajar orang - orang yang memegang senjata dengan sekali pukul saja.
" Dor !
" Dor !
" Dor !
Keributan tersebut sampai di kamar Susan, Darius yang sudah sedikit lebih baik dia beranjak dari tempat tidurnya.
Darius keluar kamar, dia terkejut ketika ada keributan di aula " Apa yang sebenarnya terjadi ?, tunggu dulu, ini kesempatanku buat kabur !" gumam Darius lirih.
Tapi Susan yang ada dibelakangnya menegur Darius " Darius, apakah kamu tidak belajar dari kesalahan sebelumnya ?, kamu tidak akan bisa kabur lagi !" ucap Susan mengingatkan.
Dsrius menggeleng " Susan, terimakasih karena telah memberikan perhatian padaku, tapi aku harus menghancurkan barang itu dan aku akan menghilang selamanya, maaf Susan !" Darius dengan tertatih, tatih dia melarikan diri.
Sementara Susan hanya bisa menitihkan air matanya, dia tahu jika keputusan Darius sudah bulat, jadi dia tidak bisa menahannya lagi.
Tapi Susan kemudian mengejar Darius, dia sudah memutuskan untuk ikut dengannya.
Susan memapah Darius, Darius terkejut " Susan kamu.."
__ADS_1
" Diamlah !, kamu pikir aku tega membiarkan kamu pergi sendirian dengan Kondisi seperti ini !?" Ucap Susan tulus.
Darius menghela napas, dia merasa jika kebaikan Susan sudah sangat tidak wajar, Darius sudah tidak tahu lagi harus membalas Susan dengan apa lagi.
Mereka berdua kabur lewat pintu belakang, karena anak buah Vladimir semuanya memasuki Aula untuk menangkap Julian, mereka tidak tahu jika Susan dan Darius kabur.
Susan mengambil Mobil yang setiap hari untuk pergi berbelanja, karena hanya mobil tersebut yang kuncinya di taruh dekat mobil tersebut.
Mereka berdua kabur tanpa sepengetahuan seorsng pun, Darius bernapas lega ketika tidak ada yang mengikuti mereka.
" Susan, apakah kamu yakin dengan keputusanmu ?" tanya Darius pelan.
Susan mendengus " Kalau akau tidak yakin buat apa aku ikut denganmu !, Darius aku mencintaimu !" Susan menitihkan air matanya.
Darius menghela napas " Kenapa harus aku Susan, masih banyak pria lain yang lebih pantas denganmu " jawab Darius lembut.
Susan menatap Darius " Apakah aku tidak boleh mencintaimu, kenapa Darius !, apakah aku seburuk itu di matamu !?, jawab Dari...."
" Susan Awas !" Darius berteriak ketika Melihat seorang Wanita yang sedang menyebrang jalan.
" Ciiiiiiittttttt
" Arhhhhhhhhh " Wanita tersebut berteriak.
" Bruaaakkkkkkk !!"
Wanita tersebut terpental 5 meter dari tempatnya di tabrak.
Susan menutup mulutnya tidak percaya " Astaga apa yang aku lakukan ?"
Darius menghela napas, dia keluar dari Mobil dengan tertatih - tatih dan menghampiri Wanita tersebut, Susan mengikutinya dsri belakang.
Darius jongkok dan menekan nadi Wanita tersebut " Dia masih hidup !, Susan ayo kita bawa dia !"
" Tapi bawa kemana ?, jika dirumah sakit anak buah Ayah pasti akan menangkapmu lagi !" ucap Susan bingung.
Darius berpikir sebentar, dia kemudian memutuskan untuk membawa wanita tersebut ketempat dia menyimpan barang yang diperebutkan " kita bawa ketempat persembunyianku, Aku mungkin bisa menyelematkannya !"
Susan mengangguk, karena tempat tersebut sepi, jadi Susan juga tidak tega meninggalkan Wanita tersebut mati begitu saja.
Akhirnya mereka berdua membawa Wanita tersebut kesebuah tempat dalam hutan, lebih tepatnya ruang bawah tanah yang di buat Darius.
.
__ADS_1
.
.