
Julian sampai di komplek perumahan Mewah Kota Fornas, awalnya dia ingin membawa Resty ke Mansionnya, tapi setelah dipikir - pikir lagi nanti Resty dan Ayahnya malah Ilfil padanya ketika melihat Target Haremnya keluar masuk mansion dengan bebas, jadi dia memutuskan untuk membelikan mereka Rumah, Toh hasil pembelian juga dia mendapatkan uang.
Julian sudah menyuruh Rafael untuk memilihkan rumah mewah di kota Fornas ketika dia akan pergi menjuemput Resty dan Ayahnya, jadi saat mereka datang ke komplek perumahan Mewah, sudah ada seorang manajer Property yang sudah ada disana.
" Kita sampai, Ayo keluar !" ucap Julian sambil keluar dari Mobil.
Resty dan Ayahnya keluar, Lukas pikir jika Komplek perumahan mewah tersebut tempat Julian tinggal, dia bertanya " Julian !, kamu tinggal disini ?" Lukas sedikit terkejut akan hal itu.
Julian menggelengkan kepalanya " Aku tidak tinggal disini paman, tapi kalian berdua yang akan tinggal disini " jawab Julian sambil tersenyum.
Lukas mengerutkan keningnya " Maksud kamu Julian ?" tanya Lukas bingung.
" Ya, kalian akan tinggal disini, Aku sudah membeliman rumah untuk kalian, Ayo kesana !" Ajak Julian menemui seorang Pria yang sudah menunggu mereka.
Pria tersebut tersenyum ramah ketika melihat Julian, dia mengulurkan tangannya " Tuan Lewis, senang bertemu denganmu "
Julian menyambut uluran tangan Pria tersebut " anda terlalu formal, oh ya, mereka berdua yang akan menempati Rumah yang aku beli, apakah surat - suratnya sudah lengkap ?" tanya Julian pada pria tersebut.
" Tentu saja Tuan Lewis, silahkan anda Cek dan tanda tangan disini, maka Rumah tersebut sudah resmi menjadi milik anda !" ucap si Manajer sambil menunjuk berkas.
Julian mengambil berkasnya dan memberikan pada Resty " Kamu cek Resty, apakah lengkap atau tidak berkasnya " ucap Julian lembut.
Resty terkejut " Eh..i..iya " Resty langsung mengecek berkas tersebut dan semuanya ternyata lengkap. " Semuanya lengkap Julian " Ucap Resty sambil menyerahkan berkas tersebut pada Julian.
Tapi Julian mendorongnya " Rumah ini akan menjadi milikmu, jadi kamu yang tanda tangan disitu " ucap Julian lembut.
Sontak saja Lukas dan Resty terkejut, karena mereka yakin jika rumah tersebut sangat mahal, soalnya Komplek perumahan Mewah Kota Fornas terkenal dengan Arsitekturnya yang modern, ditambah lengkapnya Vasilitas dalam rumah.
" Julian tapi ..."
Resty belum selesai bicara Julian memotongnya " Sudahlah, anggap saja ini hadiah dari kakak kamu yang berhasil menjadi sukses "
Lukas menatap Julian dengan penuh kasih, karena setelah beberapa tahun mereka tidak bertemu ternyata dia tidak berubah sama sekali, malahan terlihat tambah baik saja.
Resty menatap Ayahnya, Lukas menganggukkan kepala, menandakan jika dia setuju dengan Julian, karena Lukas pikir tidak ada salahnya menerima pemberian Julian, saat mereka sudah punya uang Nanti, Lukas berencana mengembalikannya pada Julian.
__ADS_1
Resty menandatangani Berkas tersebut, kemudian surat tanda terima , setelah itu Manajer langsung memberikan kunci Rumah pada Resty.
" Tuan Lewis, senang berbisnis dengan anda, telepon saya lagi jika anda perlu sesuatu, saya permisi dulu " ucap Manajer yang langsung meninggalkan mereka.
Julian hanya menganggukkan kepalanya pada manajer, setelah manajer pergi, Julian menegur Resty " Ayo kita masuk kerumah baru kamu "
Resty mengangguk dia membuka gerbang depan dan memasuki rumah, Resty dan Ayahnya sangat takjub dengan pemandangan Rumah mewah tersebut.
Mereka berdua berasa seperti bermimpi saja, karena setelah setahun belakangan hanya tinggal di kontrakkan, sekarang mereka bisa tinggal dirumah lagi, apalagi rumah tersebut sangat mewah.
Resty kemudian membuka pintu Rumah kemudian mereka bertiga masuk, betapa elegannya dekorasi Rumah tersebut.
Prabotan rumah terlihat sudah lengkap, mereka hanya tinggal membeli keperluan sehari - hari saja.
" Paman, Resty, apakah kalian suka dengan Rumahnya ?, maaf aku hanya bisa memberikan Rumah kecil ini " Julian terlihat seperti orang yang merasa bersalah saja.
" Julian !, apa yang kamu bilang, tentu saja kami sangat suka dengan Rumah ini, benarkan Resty ?" Lukas melempar pertanyaan pada anaknya.
" Iya kakak, aku juga sangat suka, terimakasih banyak " ucap Resty lembut.
" Syukurlah kalau kalian suka, Paman, Resty silahkan lihat - lihat rumah baru kalian dulu, aku akan menunggu disini " Ucap Julian sambil menghampiri sofa ruang tamu dan duduk.
Selepas kepergian mereka berdua, Julian tersenyum " System cek status !"
[ Status ]
Nama : Julian Lewis
Umur : 28 Tahun.
Saldo Kredit Harem : 999.661.307.000.000
Saldo yang bisa anda belanjakan : 8.978.000.000 dolar.
Poin peningkatan Kekuatan : 98
__ADS_1
Kekuatan : 39
Vitalitas : 25
Semangat : 25
Kecepatan : 30
Kecerdasan : 50
Status : Manusia Super.
Keterampilan : ( Marketing, Manajemen, Ekonomi, Piano, Dokter, Memasak, Hacker ) Tingkat Ketrampilan semua meningkat menjadi 50 Poin.
Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.
Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]
Julian menghela napas " Sialan !, ternyata harga Rumah ini hanya 20 Juta dolar saja, aku kira akan sangat mahal " ucap Julian kesal.
Karena Saldo Kredit Haremnya hanya berkurang 20 Juta dolar saja, dan dia hanya mendapatkan 2 juta dolar, Julian merasa jika menghabjskan uang sangat susah.
Karena jika dia membelanjakan terlalu banyak Saldo Kredit haremnya pada para Wanitanya, dia takut jika mereka semua akan Curiga dari mana dia mendapatkan uang.
Walaupun Julian sekarang sudah memilki banyak usaha, tapi faktanya dia masih baru dalam membuka bisnisnya.
Jika dia membelanjakan uangnya untuk membeli saham dan sebagainya, hal tersebut akan sangat lumrah bagi para pebisnis.
Tapj jika dia membelanjakan uangnya, untuk para target haremnya, itu sama saja dia mengumbar kemuatan Finansialnya dan bisa menarik perhatian seluruh pihak keuangan Dunia, karena uang Julian seolah tidak terbatas.
Jadi membelanjakan Wanitanya seminimal mungkin, hal tersebut bisa menjadikan sebuah hal yang lumrah untuk seorang taipan, walaupun cara membelanjakan Julian pada wanitanya masih di luar nalar para Taipan lainnya.
Julian hanya bisa bersabar saja, dia pikir mungkin akan datang waktu dimana dia bebas membelanjakan para wanitanya tanpa perlu mengkhawatirkan apapun.
.
__ADS_1
.
.