
Sementara Paul dan Samanta sedang sibuk - sibuknya, mereka harus menyelesaikan pendaftarsn semua Aset Julian yang harus digabungkan dengan J-Aliance Foundation.
" Huffftt..., sejak kapan Tuan Lewis juga memiliki tambang minyak di Quratar ?, ini benar - benar mengerikan, kerjaan kita saja disini belum beres, Samanta !, kamu carilah Asisten pribadi untuk membantu kita berdua, kalau begini kita bisa kewalahan setiap harinya " ucap Paul sambil memegang pangkal hidungnya.
Samanta menghela napas " Anda benar Tuan Walker, kita memang harus menambah orang juga, pekerjaan semakin menumpuk, kasihan para karyawan jika harus lembur terus, di tambah sekarang beberapa Aset Tuan Lewis bermunculan, dia juga menyerahkan semuanya pada kita "
Paul dan Samanta berserta karyawannya sudah satu minggu lembur kerja, banyak permintaan kerja sama dan beberapa kerja sama yang sedang berjalan, hasilnya kerjaan Numpuk.
Sementara itu mereka cuma memiliki Karyawan 30 puluh orang saja, yang Notabenya hanya bisa mencakup pekerjaan perusahaan kecil.
Awalnya paul dan Samanta pikir jika J- Aliance Foundation akan bertahap untyk berkembang, tapi siapa yang menyangka jika perkembangannya sungguh di Luar Nalar.
Jika semua Aset Julian sudah di masukkan dalam J- Aliance Foundation, bukan tidak mungkin jika data Forbes bulan depan akan merilis J- Aliance Foundation sebagai perusahaan terbesar di Kota Fornas dengan nilai Pasar hampir mencapai 500 Milyar dolar.
Dari harga Pasar saja sudah terlihat jika J-Aliance Foundation bukan perusahaan kecil, itulah kenapa Paul dan Samanta kewalahan menangani semuanya. mereka perlu bantuan sesegera mungkin agar kerjaan tidak mangkrak dan selesai tepat waktu.
Paul sekarang tahu jika pembicaraan awal dia dengan Julian bukan hanya omong kosong semata. Dia berpikir jika Julian waktu itu mengujinya akan mampu menangani perusahaan yang sangat besar atau tidak ketika Julian menyampaikan mimpinya.
" Samanta, besok kamu atur perekrutan karyawan baru, kamu tidak usah memikirkan yang lain, usahakan secepat mungkin kamu mendapatkan karyawan dan Asisten baru !" ucap Paul sambil mengecek berkas.
" Dimengerti Tuan Walker !" Samanta juga kembali melakukan pekerjaannya, karena mereka akan pulang ketika pekerjaan sedikit longgar.
Sementara itu Rafael yang mengawasi Paul dan Samanta, dia sedikit mengerti betapa keropannya mereka.
Tanpa basa - basi Rafael langsung mencari karyawan yang kompeten, tentu saja dia juga mencari semua data calon karyawan saat bekerja diperusahaan sebelumnya.
Hasilnya Rafael dapat menyaring 30 orang yang Kompeten, dia langsung menghubungi mereka dengan nama Julian tentunya.
Dari 30 Orang hanya 20 orang yang setuju, sementara 10 orang lainnya masih ragu karena J-Aliance Foundation masih asing bagi mereka semua.
Tepat ketika Paul dan Samanta akan Pulang, Rafael menggunakan Nomor Julian dia mengirim pesan pada Paul.
__ADS_1
Paul membuka pesan tersebut dan tercengang, isi pasan tersebut.
' Paul, aku tahu kamu pasti sedang kerepotan dengan perusahan, untuk itu besok aku sudah mengirim 20 orang yang sudah aku interview secara pribadi, kamu hanya tinggal menerima mereka saja, jika kiranya mereka masih kurang kamu bisa mencari karyawan lagi ! '
Paul sontak saja tersenyum getir, karena Julian seolah tahu pemikirannya, padahal dia selama ini tidak pernah datang ke perusahaan.
Samanta yang melihat ekspresi wajah paul yang aneh , dia bertanya dengan penasaran " Ada apa Tuan Walker ?"
Paul menoleh kearah Samanta, dia menghela napas ".Sepertinya Tuan Lewis tahu apa yang sedang kita permasalahkan, dia mengirmkan 20 orang karyawan besok " ucap Paul lemah.
" Apa !, ya ampun Tuan Walker, apakah Tuan Lewis memiliki indra ke enam, kenapa sangat kebutalan sama sekali ?" Samanta juga ikut kebingungan.
Paul dan Samanta hanya bisa menghela napas panjang, pikiran mereka sama saja, mereka memganggap jika mereka belum memenuhi ekspetasi Julian, jadi mereka bertekad untuk lebih bekerja keras lagi.
...***...
Ke esokan Harinya, ketika sudah Jam menunjukkan pukul 8.30 Julian tak kunjung bangun juga.
Rafael langsung membunyikan segala sesuatu yang masih terhubung dengan Listrik diseluruh Mansion, membuat kegaudahan di mansion.
" Astaga !, ada apa ini !" Julian langsung bergegas berdiri.
" Selamat pagi Tuan, jangan lupa hari ini jam 9 pagi anda ada janji dengan Tuan Stark !, orang bermartabat dipegang kata - katanya, bukan cuma omong kosong saja !" Setelah Julian bangun seisi Rumah kembali menjadi sunyi.
Julian menghela napas " Aku tahu itu Rafael !, tapi tidak perlu membangunkan orang dengan cara seperti itu !" Ucap Julian ketus sambil berlalu ke kamar mandi.
Di Halaman Mansion semua pelayan sedang berkumpul, mereka semua ketakutan karena tiba - tiba barang Elektronik semuanya menyala.
" Apakah Mansion ini berhantu ?"
" Mana Mungkin !, Bibi sudah puluhan tahun bekerja disini !"
__ADS_1
" Tapi kenapa tiba - tiba seperti itu ?"
Mereka semua masih menerka - nerka apa yang terjadi di Mansion tersebut, Sebastian dan Celia tidak bisa menenangkan mereka.
Hingga 20 menit kemudian Julian ke luar dari Mansion untuk mengambil Mobilnya, dia terkejut ketika Puluhan pelayannya ada dihalaman semua, Celia dan Sebastian juga ada disana.
Julian menghampiri mereka " Ada apa ini ?" tanya Julian penasaran.
" Tuan Lewis !" Semua orang menunduk hormat, hanya celia saja yang tidak.
Celia menghampiri Julian " Julian, tadi semua barang Elektronik menyala sendiri, mereka semua ketakutan dan tidak berani masuk mansion lagi " ucap Celia menjelaskan.
Julian mengepalkan tangannya " Sialan kamu Rafael !, lihatlah ulahmu !" gumam Julian dalam hati.
Julian tahu jika itu semua perbuatan Rafael tadi saat dia membangunkannya, dia menghela napas kemudian tersenyum " Kalian semua tidak perlu takut, aku sedang mencoba alat baru yang dikembangkan perusahaanku, aku pikir hanya alat electronic di kamarku saja yang menyala, tidak tahunya ke seluruh Mansion, maaf karena telah membuat kalian takut " ucap Julian seolah - olah merasa bersalah, padahal dia cuma membual saja.
" Oh..ternyata hanya alat yang sedang dikembangkan Tuan Lewis "
" Tuhkan bibi benar, mana mungkin Mansion ini berhantu "
Mereka semua berceloteh ria satu sama lain, Sebastian kemudian buka suara " Baiklah, karena kalian sudah tahu penyebabnya, sekarang kalian kembali bekerja oke !" ucap sebastian tegas.
Mereka semua mengangguk, kemudian membubarkan diri dan kembali bekerja ditempatnya masing - masing.
Setelah para pelayan sudah ketempatnya masing - masing Celia bertanya pada Julian " Kamu mau kemana sudah rapi Julian ?" tanya Celia lembut.
" Aku mau menemui Partner Bisnis, apakah kamu mau ikut sekalian aku antar ke kafe kamu ?" ajak Julian pada Celia.
Celia mengangguk setuju, mereka berdua langsung ke Mobil, Julian mengantar Celia dulu ke kafenya, baru dia menemui Tod Stark di kafe ternama di kota Fornas.
.
__ADS_1
.
.