
Julian menghampiri kamar Okta, disana terlihat Okta yang masih beres - beres ketika dia memasuki kamarnya.
" Apa aku mengganggumu Okta ?" Julian memeluk Okta dari belakang.
" Julian, kamu bikin kaget saja " Okta mengelus dadanya, tapi setelah itu dia mendongak sambil tersenyum pada Julian.
" Kamu sudah tidak apa - apakan ?" tanya Julian lembut.
Okta menganggukkan kepalanya sambil memegang kedua tangan Julian yang melingkar di perutnya " aku sudah tidak apa - apa kok, walau masih sedikit trauma " jawab Okta jujur.
" Maaf, karena aku kalian jadi terlibat dengan semua ini " Ucapnya sendu.
Okta menggelengkan kepalanya, dia membalikkan badannya dan memegang pipi Julian " ini bukan salahmu, semua ini terjadi karena ada orang yang iri padamu, jangan salahkan diri kamu seperti ini Julian "
Okta berkata selembut mungkin, Walaupun dia juga sebenarnya masih takut dengan kejadian yang telah terjadi sebelumnya, tapi ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Julian. Okta ingin menunjukkan pada Julian kalau dirinya wanita yang tegar.
" Terimakasih " Julian memeluk Okta dengan penuh kasih.
Okta juga merasa nyaman dipelukan Julian, dia membalas pelukan itu sambil tersenyum " *aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu Julian, walaupun mungkin itu semua berat karena banyak wanita yang lebih dariku, tapi setidaknya aku ingin selalu mengerti kamu "
Faktor Daya Tarik Oktaviani : +1
Target Harem tersentuh dengan kelembutan Host.
Faktor Daya Tarik Oktaviani Sekarang : +99%
[ Karena Target Harem mencapai target penaklukan minimal, Host akan mendapatkan 10 poin peningkatan setiap 1% peningkatan daya Tarik ].
Poin peningkatan Host : 60*
Julian membelai mesra rambut Okta sambil menyunggingkan senyum, lagi - lagi ia berhasil mendapatkan tambahan Poin peningkatan dari Okta.
Julian melepaskan pelukan Okta " Ya sudah kamu lanjutkan beres - beresnya, nanti malam kita makan malam bersama " ucapnya sambil membelai lembut pipi Okta.
Okta menganggukkan kepalanya, Julian pun langsung meninggalkan kamar Okta dan mengunjungi Kamar Rosi.
Baru Julian mau mengetuk pintu karena kamar Rosi terkunci, dia di kejutkan dengan suara Rosi di dalam kamar.
" Julian ah aku mencintaimu "
Julian yang mendengar itu mengerutkan keningnya " astaga, apa yang sedang kamu lakukan Rosi ?, yang lain pada trauma sementara kamu ..." Ia menepuk jidatnya sambil menghela napas berat.
Padahal dia awalnya ingin memberikan dukungan Moral pada Rosi karena takut dia trauma, tapi siapa sangka jika Rosi malah seolah tidak peduli dengan kejadian yang telah terjadi.
Julian mengurungkan niatnya untuk menemui Rosi, walaupun dia juga butuh poin peningkatan, Ia sadar kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk menemui Rosi.
Julian meninggalkan kamar Rosi dan pergi ke halaman belakang, benar saja di sana ada Natali yang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon besar yang sengaja di pelihara dihalaman belakang Mansion.
Julian hanya memandangi Natali saja dari kejauhan, karena ia juga tidak mau mengganggu Natali yang sedang beristirahat.
__ADS_1
" Aku tidak tahu lagi harus bagaimana bersikap denganmu Natali, Walaupun aku membencimu tapi kamu sekarang menjadi penyelamat buatku, entah apa yang harus aku lakukan untuk bersikap padamu " gumam Julian lirih sambil menghela napas berat, dia kemudian kembali masuk ke kamarnya.
setelah sampai dikamar Julian tanpa ragu memanggil System " System !, Naikkan atribut kecepan dan Vitalitasku !"
[ Perintah diterima, Mulai menaikkan Atribut Vitalitas dan kecepatan...20%..50%...70%...90%...100% ]
Julian merasa jika Vitalitas tubuhnya semakin kuat saja dan tubuhnya juga sangat ringan untuk di gerakkan.
[ Menaikan Atribut Berhasil ]
[ Status ]
Nama : Julian Lewis
Umur : 28 Tahun.
Saldo Kredit Harem : 980.463.208.930.000
Saldo yang bisa anda belanjakan : 9.200.978.000.000 dolar.
Poin peningkatan Kekuatan : 0
Kekuatan : 119 { setengah Dewa }
Vitalitas : 100 { setengah Dewa }
Kecepatan : 90
Kecerdasan : 80
Status : Manusia Super.
Ultimate Harem :
Celia Moon : 101%
Natali Loin : 101%
Rachel Claus : 100%
Liyana Reid : 100%
Keterampilan :
( Beladiri Bumi / Mata elang / Marketing, Manajemen, Ekonomi, Balet, Piano, Dokter, Memasak, Hacker, sains )
Tingkat Ketrampilan : 80 Poin.
Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.
__ADS_1
Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]
Julian membuka matanya, dia langsung menggerakkan tubuhnya " Braakk !" karena saking cepatnya Julian menabrak dinding kamarnya.
" Benar - benar kecepatan yang sangat menakjubkan " walaupun menabrak, Julian mengagumi kecepatannya sendiri.
Dia melatih kecepatannya di dalam kamar, beberapa kali dia menabrak dinding benda yang berada di kamar, sebelum akhirnya dia bisa menguasai kecepatannya itu.
Julian memandang tubuhnya sendiri " dengan kekuatan baru ini, aku yakin bisa mengalahkan Monster aneh itu !" Julian teringat dengan Maxwel yang sangat sulit di pukul.
Malam harinya semua wanita Julian makan malam, sementara Julian pamit pada mereka semua untuk menemani Liyana makan malam dikamar. Para wanita Julian tidak keberatan sama sekali. Mereka semua malah senang karena Julian menunjukkan perhatiannya pada Liyana yang sedang terluka.
" Tok
" Tok
" Tok
Julian mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar Liyana, ia melihat Liyana sedang bersender dirancang sambil memainkan ponselnya.
" Li.. makan dulu yuk " Ajak Julian lembut sambil duduk di samping Liyana.
Liyana langsung menaruh handphonenya dan tersenyum " terimakasih Julian " ucapnya lembut.
" Gak bosen apa kamu bilang terimakasih terus padaku ?" goda Julian sambil menyuapi Liyana.
Liyana melahap Suapan Julian dan tersenyum penuh arti.
Julian menyuapi Liyana sambil sesekali menyuapi dirinya sendiri, keduanya menikmati makan malam dengan penuh kemesraan.
" Ya sudah, kamu minum obat terus istirahat Oke " Julian mengambilkan Obat yang di konsumsi Liyana.
Liyana pun tanpa ragu langsung menelan Obat yang berjumlah lima butir tersebut dengan sekali lahap saja.
Julian tersenyum " Kamu istirahat yah Li, aku pergi dulu " Julian mengecup kening Liyana dan meninggalkan kamarnya.
Baru saja Julian keluar dari kamar Liyana, Alina menarik Julian ke kamarnya, betapa terkejutnya Julian ketika semua wanitanya sudah berkumpul disana kecuali Liyana dan Natali.
' glek ' Julian menelan ludah saat melihat Bidadari duniawinya mengenakan pakaian yang seksi dan membuat libidonya langsung naik drastis.
Alina menutup Pintu dan menguncinya, dia yang pertama langsung merayu dan mencumbu Julian. Baru wanita Julian yang lain mengikutinya.
Malam itu menjadi malam yang panjang dan panas untuk Julian, karena dia harus menggarap ke enam wanitanya sekaligus.
Tapi dengan Vitalitasnya yang sudah setengah Dewa, jelas saja dia bisa mengendalikan gairahnya dengan baik hingga akhirnya para Wanita Julian bertumbangan satu persatu ketika menjelang subuh tiba.
Mereka semua terkapar bagaikan ikan Sarden yang akan di masukkan ke kaleng, karena Julian membaringkan mereka dengan rapi dan menyelimutinya.
Julian menatap semua wanitanya yang sudah tertidur pulas ketika dia akan keluar dari kamarnya dan menemani Liyana tidur agar dia tidak merasa kesepian walau hanya sebentar saja.
__ADS_1