
Julian terheran - heran kenapa semua orang kini mengincarnya, otakn Julian mulai berpikiran liar karena menebak - nebak apa tujuan mereka.
" Rafael !, apakah kamu bisa melihat data pribadi mereka ?" tanya Julian pada Rafael.
" Tentu saja Tuan !, mohon tunggu sebentar !" jawab Rafael lugas.
Rafael langsung memindai wajah mereka, lima layar Virtual muncul dan perlahan memunculkan data mereka semua.
Julian mengerutkan keningnya ketika dia melihat jika orang - orang tersebut pengangguran, dan tidak memiliki pekerjaan yang pasti.
" Astaga !, jangan - jangan mereka benar - benar perampok ! " dari melihat status yang diberikan Rafael, Julian langsung menyimpulkan, itu semua karena Julian tidak tahu jika ada kelompok Bawah tanah yang selama ini membaur dengan masyarakat.
Rafel mau menjelaskan tapi Julian sudah keluar dari ruangan tersebut dengan tergesa - gesa, Rafael terdengar seperti menghela napas " Tuanku sebenarnya cerdas apa bodoh sih ?, mau dibilang bodoh dia dapat menciptakan aku, mau dibilang cerdas tapi kelakuannya seperti orang bodoh !, hadeh...!"
Sebenarnya itu semua hal yang wajar untuk Julian, jika dia memang terlahir kaya, mungkin dia tidak akan seperti itu karena sudah terbiasa dan tahu siapa mereka.
Julian keluar dari Mansionnya, ketika dia membuka pintu, Brown dan seorang Sopirnya sedang main catur di teras.
Brown yang melihat Julian tergesa - gesa, langsung bertanya " Ada apa Tuan Lewis ?, kenapa anda terlihat terburu - buru sekali ?"
Julian bingun mau menjawab apa, tapi dia segera memiliki ide " Tuan Brown diluar sepertinya ada rampok, aku melihatnya dari CCTV "
" Rampok !, Astaga ...ada rampok, rampok !" Sopir Julian yang ketakutan langsung berteriak - teriak.
Julian dan Brown menatap si sopir dengan tatapan Aneh, karena ekspresi sopir tersebut ketika berteriak seperti Pria bertulang lunak saja.
Brown menghela napas " Tutup mulutmu !, tadi kamu mebual bisa menghadapi lima orang preman seorang diri, sekarang kamu sangat menjijikan !" ucap Brown ketus.
" Hehehe, aku beneran bisa menghadapi lima orang sekaligus, tapi cuma menghadapnya saja terus aku lari " Ucap Sopir Julian yang menunjukan bentuk aslinya.
Julian menghela napas " Tuan Brown aku lergi keluar dulu !"
" saya ikut !" Brown mengikuti Julian.
Mereka berdua bertindak hati - hati dan mengintip dari gerbang Mansion.
Brown terkejut ketika melihat wajah yang Familiar untuknya, karena Brown tahu semua anak buah Vladimir.
__ADS_1
" Ceska !, apa yang dia lakukan disini ?, apakah ada orang yang mengincar Tuan Lewis lagi ?" ucap Brown dalam hati.
Brown berpikiran seperti itu karena dia sudah tahu jika Gyli hansel sudah di hancurkan oleh Julian. Jadi dia pikir jika ada orang lain yang mengincar Julian.
Brown menghela napas, dia melirik Julian yang sedang mengintip Ceska " kenapa orang sekaya dia tidak ada penjaga satupun disampingnya ?, apakah dia tidak tahu jika dunia bisnis itu kejam ?" Brown bergumam dalam hati.
Sementara itu Julian menghela napas lega " sukurlah mereka tidak membawa senjata, jadi aku bisa menghajar mereka dengan tangan kosong !" ucap Julian dalam hati sangat percaya diri.
Brown dan Julian memiliki pemikiran masing - masing, Brown menghawatirkan Julian sedangkan Julian malah terlihat sangat santai.
Julian membuka gerbang, Sontak saja Brown terkejut, dia tidak menyangka jika Julian akan senekad itu.
Brown tahu jika orang yang dibawa Ceska para petarung jarak dekat, mungkin dia bisa menghadapp mereka semua, tapi dia takut jika Julian di incar mereka dia tidak bisa menolongnya.
Ceska dan anak buahnya juga terkejut ketika melihat pintu gerbang di buka, mereka semua melihat ke arah gerbang.
Sosok Julian terlihat dengan menyunggingkan sebuah senyum dan bersender didepan gerbang sambil menatap Ceska dan anak buahnya yang sedang duduk di mobil.
Ceska mengerutkan keningnya, dia yang dari awal ingin menangkap seseorang dari dalam Mansion, baik itu pelayan tukan kebun atau apalah, untuk di interogasi malah melihat Julian yang dengan santainya memperhatikan mereka.
Julian buka bertanya " Ada apa tuan - tuan berkeliaran didepan rumah orang ?"
" Tangkap di....." Ceska belum selesai bicara, dia terdiam ketika melihat Brown ada disamping Julian.
' glek ' Ceska langsung menelan ludah ketika melihat Brown " Sial pantas saja dia seperti idiot !, ternyata dia hanya berpura - pura saja ! " pandangan Ceska berubah seketika saat melihat Brown.
Ceska terenyum " Maaf Tuan, saya sepertinya salah alamat, sekali lagi maaf karena telah mengganggu istirahat anda "
" Ayo cepat pergi !" Ceska menyuruh anak buahnya agar cepat pergi menggunakan isyarat.
Ketika Ceska mau masuk ke Mobil, kerah belakang bajunya di pegang Julian " Mau kemana kamu ?, aku belum selesai bicara "
Brown tentu saja terkejut, karena Julian tadi masih berada di sampingnya, tapi sekarang dia sudah ada didekat Ceska.
Begitupun Ceska yang sangat terkejut, solanya dia juga melihat jika Julian tadi masih di dekat Brown.
Anak Buah Ceska yang menyadari jika Bosnya tertangkap, mereka langsung keluar dari Mobil dan mengerumuni Julian.
__ADS_1
Brown mau bergerak tapi tiba - tiba, semua anak buah Ceska terlempar puluhan meter kesegala arah membuat dia tertegun ditempat.
" Bug
" Bug
" Bug
Anak buah Ceska jatuh membentur tanah, mereka semua langsung terkapar dan tidak sanggup berdiri lagai.
Ceska yang menyasiksikan hal tersebut didepan matanya, dia langsung ketakutan, karena ternyata lawannya adalah orang yang sangat kuat.
Tubuh Ceska bergetar, wajahnya memucat " Tu..Tuan tolong maafkan saya, saya tidak bermaksud mengganggu anda, saya hanya ingin memastikan sesuatu saja "
Julian mengerutkan keningnya " Memastikan Sesuatu ?, Apa maksud kamu !" bentak Julian.
" Me..mastikan kekayaan anda dari mana ? " ucap Ceska ketakutan.
Julian tercengang " Astaga !, apakah mereka tahu tentang System ?, kalau mereka sampai tahu tentang system ini gawat !" ucap Julian dalam hati cemas.
" Siapa yang menyuruhmu ?!, bawa aku kesana !" Ucap Julian tegas.
Julian bermaksud membungkam mulut orang yang menerutnya mengetahui System, walaupun sebenarnya yang mereka cari adalah barang yang di Curi Darius.
Brown yang mendengar jika Julian akan menemui Vladimir seorang diri, dia bergegas menghampirinya " Tuan Lewis, lebih baik kita buat rencana terlebih dahulu, takutnya disana ada banyak orang yang berbahaya !" ucap Brown memperingatkan.
Julian sebenarnya tidak takut sama sekali dengan mereka semua, karena kekuatan dia sudah melampaui manudia biasa, selama lawannya hanya manusia biasa itu tidak masalah baginya.
" Kamu tidak usah Khawatir Tuan Brown, aku akan secepatnya menyelesaikan masalah ini !" ucap Julian yakin.
Brown bingung ingin mengatakan apa, dia memelototi Ceska karena berani mengusik Julian.
Ceska menundukkan kepalanya, dia sangat ketakutan karena di ancam oleh Brown, dan Julian juga tidak melepaskannya.
Julian mendorong masuk Ceska ke Mobilnya " Bawa aku ke tempat Bosmu !" perintah Julian tegas.
.
__ADS_1
.
.