System Harem

System Harem
Terjebak Di antara Dua Sisi


__ADS_3

Berbeda dengan Walcot yang pemikirannya menurut orang jaman sekarang terlalu Kolot.


Julian ingin membuat Provinsi Anarka layaknya surga, Surga yang dimaksud Julian bukan tentang kenikmatan semata.


Julian ingin membuat sebuah Negara yang benar - benar makmur, walaupun segalanya perlu di lakukan dengan penuh pengorbanan. Tapi Julian yakin jika dia bisa melakukannya dengan System yang dia miliki.


Ditambah sekarang ada Rafael yang menjadi otaknya, jika Julian mampu menebak apa yang di inginkan Rafael, bukan hanya Provinsi Anarka yang mampu dia rubah tapi kemungkinan seluruh Dunia juga akan berada dalam area permainannya.


Karena semua itu sangat mungkin dilakukan oleh Julian, uang, kekuatan dan kecerdasan semuanya dia miliki, dia hanya perlu sedikit pelumas untuk menggerakan roda gear yang berkarat.


Di tempatnya Julian selesai berolahraga dengan Celia ketika mau mandi pagi tadi, mereka berolahraga dikamar mandi tanpa ada yang mengganggu, karena kemarin Liyana sudah pulang kembali Ke Vilanya yang berada di Kota Vador.


Tiba - tiba Ponselnya berdering, saat Julian sedang merapikan pakainnya " Halo, ada apa Ros ?" tanya Julian setelah menganggkat panggilan dari Rosi.


" Julian, Ayahku ingin bertemu denganmu untuk membahas masalah yang kamu bilang padaku waktu itu, apakah kamu punya waktu luang untuk kerumahku ? " Jawab Rosi diseberang telepon.


Julian tersenyum " Tentu saja, bilang pada Ayahmu nanti malam aku kesana " jawab Julian santai.


" Benarkah ?, kalau begitu Aku akan langsung memberitahu Ayah ! " Ucap Rosi bersemangat karena ternyata Julian langsung menerima ajakannya.


" Tentu saja " Setelah mengatakan itu, Julian langsung menutup telepon.


Celia yang terbaring diranjang masih kelelahan, dia bertanya " Siapa yang menelpon Julian ?" tanya Celia sambil bersender di ranjang, dia belum mengenakan sehelai benangpun, ditambah dia tidak menutupi tubuhnya membuat gunung kembarnya yang jumbo bergelantungan ditempatnya.


Julian menoleh ke arah Celia " Rosi yang menelpon, Ayah Rosi mau membahas kerja sama yang aku bicarakan waktu itu !"


Julian menghampiri Celia dan mengecup Bibirnya " Cup !"


" Aku pergi dulu Celia, ada sesuatu yang harus aku urus " ucap Julian lembut.


Celia mengangguk sambil tersenyum " Hati - hati dijalan Julian "


Julian balas tersenyum, dia kemudian meninggalkan kamarnya dan langsung ke garasi untuk mengambil Mobil dan Menemui Resty dan Ayahnya. Julian membawa Mobil yang biasa di bawa Sopirnya, karena dia akan membawa dua orang jadi tidak mungkin jika membawa Mobil Sport koleksinya.


Di garasi Sopir menawarkan diri untuk mengantar Julian, tapi dia menolaknya, karena dia ingin menyopiri Saudaranya secara langsung.


Julian langsung mengendarai mobilnya kerumah sakit, karena dia baru teringat jika Resty dan Pamannya masih disana setelah tiga hari dia tidak menjenguknya.

__ADS_1


Julian berencana membelikan mereka berdua rumah dan sebuah Black Card pada Resty, karena dia sudah menjadi target haremnya, jadi dia bebas mentranfer uang Pada Resty.


Niat Julian bukan untuk maenaikkan daya tarik Resty, tapi dia benar - benar ingin membantu Resty, agar dia dan Ayahnya bisa hidup dengan layak.


Di rumah sakit, Resty dan Ayahnya kebetulan sedang bersiap untuk pulang karena kondisi Lukas sudah membaik.


" Maaf Paman, aku baru kesini lagi " Ucap Julian ketika masuk keruang perawatan Lukas.


Resty dan Lukas langsung menoleh " Ah..Julian, tidak apa - apa, Paman tahu kamu sibuk "


Resty terlihat malu - malu ketika melihat Julian, tidak seperti saat pertama dia bertemu dengan Julian, mungkin karena Resty sudah tahu jika dia bisa berhubungan dengan Julian tanpa adanya ikatan darah.


" Loh, kok kalian sudah beres - beres, apakah paman disuruh pulang ?" tanya Julian khawatir.


Lukas tersenyum " Kondisi Paman sudah stabil, Dokter sudah memperbolehkan kami pulang "


" Oh... aku kirain paman di usir " ucap Julian menghela napas lega.


Julian melihat Resty yang hanya diam, dan membereskan pakaian Ayahnya, Julian terheran - heran, karena Resty bukan tipikal Wanita yang tidak suka bicara.


" Kalau begitu kebetulan, kalian berdua ikut aku " ucap Julian sambil tersenyum.


Lukas menggelengkan kepalanya " Julian, paman tidak ingin merepotkan kamu, uang yang kemarin kamu beri saja sudah cukup untuk mengontrak rumah, jadi lebih baik kamu simpan saja uang kamu " ucap Lukas merasa tidak enak pada Julian.


" Sudahlah paman, jika kalian tidak ikut denganku sama saja kalian tidak menganggap aku, padahal dulu paman sudah merawatku, tolong ijinkan aku untuk berbakti pada paman " Julian berkata dengan mantap.


Walaupun awalnya Lukas terus menolak ajakan Julian, tapi akhirnya Lukas mau ikut dengan Julian setelah Julian dengan berbagai cara merayunya.


Julian akhirnya membawa Lukas dan Resty ke sebuah Komplek Rumah mewah di Kota Fornas.


Sepanjang perjalanan Resty hanya diam saja, dia seolah sangat malu hanya untuk sekedsr bicara saja, karena Resty selalu diam sepanjang perjalanan.


Julian akhirnya menegur Resty " Kamu kenapa Res ?, apakah kamu sakit ?"


Resty sedikit terkejut " Eh...emm...tidak !, aku baik - baik saja " ucap Resty gugup.


Lukas yang duduk dibelakang menggelengkan keplanya sambil tersenyum. Dia tahu jika anaknya sedang salah tingkah ketika di dekat Julian.

__ADS_1


Julian menghela napas " Apakah karena aku tidak menjenguk Ayahmu kamu marah padaku Res ?, maaf akhir - akhir ini aku sibuk jadi a..."


Julian belum selesai bicara, Resty memotongnya " ti..dak !, aku tidak marah padamu, aku hanya bingung mau bicara apa padamu Julian "


Julian mengernyitkan dahinya " Bingung ?, apakah aku salah dengar ?, bukannya kamu punua seribu topik ketika sedang bicara ?" ucap Julian menggoda Resty.


" Ih...apaan sih Julian !, aku tidak seperti itu jugakan " Resty menggembungkan Pipinya.


Julian mencubit pipi Resty " iya, iya kamu tidak seperti itu " ucap Julian sambil tersenyum.


Tubuh Resty bagaikan tersengat listrik, padahal dia biasanya tidak seperti itu ketika dipegang Julian, malahan biasanya mereka akan saling balas mencubit, tapi Resty kali ini berbeda, dia terlihat sangat senang sekaligus malu, wajahnya merah, semerah Goa film Jav yang otor tonton.


Julian membatin " Sial !, sepertinya Resty benar - benar menyukaiku ?, apa yang harus aku lakukan ?, masa iya aku harus membuatnya membenciku ?" Julian menghela napas berat.


" Ah...kenapa perasaanku jadi semakin menggebu ketika bersama Julian ?, apakah aku harus bilang padanya jika aku menyukainya ?" batin Resty resah.


Faktor Daya Resty Nord : +10


Target Harem tersentuh dengan kebaikan Host.


Faktor Daya Tarik Resty Nord Sekarang : 50%


[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].


Poin Kekuatan Host sekarang : 98


Julian tercengang, padahal dia tidak melakukan apapun, tapi faktor daya tarik Resty malah naik dengan sendirinya.


Julian melirik Resty, benar saja wajah Resty terlihat sangat merah, Julian yang melihat hal tersebut tidak tahu harus tertawa atau menangis, karena dia sebenarnya tidak ingin membuat Resty semakin jatuh Cinta padanya.


Tapi Jika Julian tahu kalau Resty tidak memiliki hubungan darah dengannya, mungkin Julian tidak akan berpikir seperti itu lagi, mungkin dia akan langsung menerjang, Walau ada hujan ataupun badai yang menghadang, Julian pasti akan maju, pantang mundur !.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2