System Harem

System Harem
Kedatangan Wan's Alpa dan Beta


__ADS_3

Julian menggertakkan giginya saat cairan beracun tersebut hampir mengenai tubuhnya.


Tiba - tiba seseorang memeluk Julian dan berkata " Maaf Tuan Lewis kami terlambat !" Ucap Wan's yang melindungi Julian dengan tubuhnya.


Tubuh Wan's yang terkena cairan tersebut langsung meleleh dan memperlihatkan rangka robotnya. Karena yang meleleh hanya kulit buatannya saja.


Alpa dan Beta juga sampai disana, karena Rafael menyuruh ketiga robot tersebut untuk membantu Julian.


Alasan kenapa Rafael tidak cepat memanggil mereka, karena dia berpikir jika Julian dapat menangani mereka sendiri.


Julian tersenyum " Syukurlah kalian datang, ah.. Aku sepertinya mau tidur dulu " ucap Julian sebelum akhirnya dia memejamkan matanya dan pingsan di tempat.


" Alpa, Beta !, aku akan membawa Tuan Lewis pulang !, kalian bunuh dia yang telah melukai Tuan Lewis !" Wan's membopong Julian dengan lembut.


" Baik !" mata Alpa dan Beta langsung berubah menjadi merah, itu menandakan jika mereka sangat marah.


Sementara Wan's langsung membawa Julian pulang dengan kecepatan penuh.


E1 mau mengejar Julian, tapi Alpa langsung menendangnya.


" Bangg


" Duaarr


E1 jatuh ketanah hingga tanah tersebut menjadi kawah, karena benturan tubuh E1.


" Sebaiknya kamu rasakan bagaimana dikeroyok itu, Beta !" Alpa memanggil Beta untuk bekerja sama.


E1 baru mau bangkit, tapi Alpa dan Beta menghajarnya habis - habisan.


E1 mengeluarkan Cairan racun untuk menyelimuti tubuhnya.


Tapi Alpa dan Beta tidak memperdulika hal tersebut. Karena hanya kulit buatan mereka saja yang meleleh sementara tubuh Robot mereka tidak terkena imbasnya.

__ADS_1


Bagian tubuh Alpa dan beta yang terkena Cairan tersebut meleleh, bagian - bagian kulit manusia Alpa dan beta terkelupas seperti luka yang menganga. Jika mereka manusia mungkin sudah mati.


E1 sebenarnya tidak mahir berkelahi, dia hanya memiliki kecerdasan dan kekuatan Cairan beracun saja. Jika dia tidak bertarung bersama E4 dan E5 dia mungkin sudah kalah dengan Julian.


Sebenarnya ada sosok yang tidak terlihat yang membuat Julian sering telat bergerak. Sosok tersebut yang mengakibatkan Julian terkena serangan Bor dari E4 dan tembakan jarum beracun E5 yang pertama.


E1 terkapar di tanah, dia batuk darah karena Alapa dan Beta menghajarnya seperti samsak tinju saja.


Ketika E1 akan di bunuh Alpa, tiba - tiba E1 menghilang dari hadapan Alpa dan Beta. Alpa dan Beta terkejut saat melihat kejadian tersebut.


Mereka langsung memindai tempat itu, tapi sayangnya keberadaan sosok tersebut tidak bisa dirasakan sama sekali.


" Sial !, kenapa kamu lama sekali menyelamatkanku !" gerutu E1 yang terlilit oleh lidah dan mulai menjauh dari Alpa dan Beta.


Sosok tersebut perlahan mulai menunjukkan diri, tubuhnya yang bisa berkamuflase dan tidak ada hawa panas dalam tubuhnya, membuat dia sebagai pengintai yang hebat.


E6 yang telah menyelamatkan E1, E6 yang menahan gerakan Julian dengan lidahnya yang bisa menjulur sampai puluhan meter.


E6 memang dari tadi bersama E1, tapi dia tidak menunjukkan sosoknya sama sekali, karena dia bukan tipe petarung. Melainkan hanya tipe pendukung.


Para mahluk Ciptaan Profesor C5 sebenarnya sangat spesial, karena mereka semua bisa memulihkan diri jika beristirahat. Tapi regenerasi mereka tidak secepat milik Natali dan Baili. Karena jika organ dalam mereka terlepas dari tubuhnya, para E kode akan mati.


Berbeda dengan Natali dan Baili, asalkan oragan dalam Vital mereka masih utuh, kemungkinan mereka bertahan hidup masih sangat tinggi. Hampir dikatakan mereka mendekati abadi.


Alpa dan Beta yang tidak merasakan E1 lagi, mereka memutuskan untuk kembali ke Mansion Julian.


Selepas kepergian mereka Polisi datang, Ayah Rosi yang memimpin tugas tersebut secara langsung.


Walcot melihat banyak mayat Gangster yang tergelatak di tempat tersebut, dia mengerutkan kening ketika ada banyak lubang bekas ledakan di jalan.


Walcot mendekati lubang tersebut, betapa terkejutnya dia saat melihat cap tubuh Manusia yang ada di kawah itu.


" Clin !, kemarilah !" Walcot memanggil bawahan setianya.

__ADS_1


" Ada apa komandan ?" tanya Clin dengan sigap.


Walcot menunjuk kawah yang ada cap manusianya " menurutmu apa yang telah terjadi disini ?"


" Saya sedang memeriksa CCTV dindekat sini Tuan, lebih baik kita melihat CCTV terlebih dahulu saja untuk memastikan !" Clin berbicara dengan tegas.


Walcot menganggukkan kepalanya setuju, karena dia pikir memang benar jika harus menunggu pemeriksaan lebih lanjut terlebih dahulu.


Tak berselang lama, seorang polisi berpangkat rendah melapor " Lapor Tuan, semua CCTV yang berada dekat dengan tempat ini semuanya tidak berfungsi "


Walcot dan Clin terkejut. Pasalnya hal tersebut sangat aneh, bagaimana mungkin secara kebetulan semua CCTV tidak berfungsi.


...***...


Sementara itu di kamar Julian, dia sedang terbaring lemah, luka dalam perut dan kakinya yang tertusuk - tusuk jarum E5 sudah di perban.


Rachel merawat Julian dengan penuh perhatian, karena di antara ke enam wanita Julian, hanya dia yang memiliki ke ahlian Dokter.


Kelima wanita lainnya menatap Julian dengan sedih, mereka semua tidak menyangka jika Julian akan bertarung dengan orang - orang yang memiliki kekuatan aneh.


System secara otomatis menggunakan Vitalitas Julian untuk menetralisir racun - racun dalam tubuh Julian. Alasan kenapa System tidak membantu Julian karena System akan melindungi Tuannya jika orang tersebut sekarat.


Sytem yang Julian miliki tidak seperti System yang seperti pada umumnya, bisa berbincang atau mengabulkan keinginan tuannya dengan begitu mudah.


System Julian hanya meningkatkan kemampuan Julian saja, jika dia tidak belajar sesuatu kemungkinan Julian hanya bisa bertarung apa adanya. Tapi jika Julian mempelajari semuanya. Bukan tidak mungkin Julian akan menjadi sangat kuat.


Sayangnya Julian belum menyadari hal tersebut, dia masih berpikir jika memiliki System tidak perlu bersusah payah berusaha lagi. Padahal jika dia mau System akan memberikan kemampuan yang tidak terbatas pada Julian.


Natali mendekat ke arah Julian, Celia langsung membentaknya " Ini semua gara - gara kamu Natali !, jika kamu tidak muncul lagi di kehidupan Julian dan membawa musuh - musuhmu itu !, aku yakin Julian tidak akan seperti ini !, hiks..hikss..." Celia langsung menangis.


Natali tertegun di tempatnya, dia tidak berani melangkahkan kakinya untuk lebih mendekat lagi ke arah Julian.


Natali mulai mencerna ucapan Celia, dia langsung merasa bersalah karena semua ucapan Celia ada benarnya.

__ADS_1


Jika dia tidak masuk kembali dalam kehidupan Julian. Mungkin Julian tidak akan seperti itu. Sekarang semuanya sudah terlambat.


Julian sudah terlanjur terlibat dalam masalahnya. Dia mau tidak mau harus mengakui memang itu semua kesalahannya.


__ADS_2