System Harem

System Harem
Profesor Zonk


__ADS_3

Saat Darius sedang buntu dengan pemikirannya, Julian juga terus uring - uringan sambil mencari-cari data mengenai serangga Micro tersebut.


Hidung Seila dan Larisa keluar darah, wajahnya semakin memucat saja, rambutnya satu persatu Rontok.


Celia dan Yellow yang menjaga mereka terkejut, Celia berteriak " Julian Seila dan Larisa !"


Celia terlihat sangat khawatir, Julian langsung menghampiri Seila dia juga terkejut " Astaga, Seila bertahanlah "


Julian menoleh ke arah Larisa, dia juga mengalam hal yang sama seperti Seila, mereka berdua seolah sudah di ambang batas.


Walaupun mereka tidak meronta karena efek obat penenang, tapi bukan berarti mereka tidak merasakan rasa sakit.


" Kak Darius ! Cepat lakukan sesuatu !" Julian sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.


" Aku mohon bertahanlah Seila, Larisa " air mata Julian jatuh menetes.


" Brengsek ! Aku akan membunuh siapapun yang berani melakukan ini ! "


Julian semakin tidak bisa mengontrol dirinya, dia semakin kalut. Rasa sakit saat kehilangan Natali dulu masih terngiang-ngiang di benaknya, dia tidak mau Larisa dan Seila juga menyusul Natali, walaupun tubuh Natali ada bersama Yellow tapi tetap saja itu bukanlah Natali.


Celia juga menangis disana, melihat saudarinya yang tersiksa seperti itu, tentu saja ikatannya dengan mereka seolah menjadi pemicu kesedihan.


" Julian, aku memiliki sebuah ide, tapi entah ini akan berhasil atau tidak " Darius mengusap punggung Julian.


" Cepat katakan Kak, sekecil apapun tingkat keberhasilan nya kita harus mencobanya !" bentak Julian pada Darius.


" Yellow Julian, jika serangga itu tidak bisa masuk kedalam Yellow, aku rasa..."


Julian memotong ucapan Darius " benar itu, Yellow tolong bantu saudari - saudari kamu, aku mohon " Julian langsung bersimpuh di kaki Yellow.


Yellow memapah Julian untuk berdiri, dia tersenyum " Julian, aku akan dengan senang hati melakukannya untukmu, jangan seperti ini oke " dia menghapus air mata Julian.


" Terimakasih Yellow " ucapnya lembut.


" Baiklah Kak Darius, apa yang harus aku lakukan ?" tanya Yellow sambil menghampiri Seila dan Larisa yang terbaring bersebelahan.


" Sebenarnya ini sangat beresiko, tapi tidak ada pilihan lain, kamu gunakan cambuk darahmu dan coba kamu telusuri seluruh otak mereka berdua, seharusnya jika benar, serangga itu akan keluar saat darah kamu akan menyentuhnya !" ucap Darius menjelaskan.


Yellow menghela napas " biar aku coba !"

__ADS_1


Yellow mengeluarkan cambuk darah dengan seukuran jarum, dia kemudian menusukkan ke ubun - ubun Larisa dan Seila.


Yellow terlihat sangat berkosentrasi, dia mencari kesetiap sudut aliran darah yang ada di otak Larisa dan Seila.


Julian, Celia dan Darius tidak ada yang bicara sedikitpun, mereka bertiga tidak ingin mengganggu konsentrasi Yellow.


Julian terus memperhatikan Larisa dan Seila, karena hanya dia yang bisa melihat serangga Micro tersebut.


' Uhukkk.. Uhukkk ' Larisa dan Seila batuk darah, tentu saja Yellow terkejut, tapi bersamaan dengan itu dua serangga langsung keluar.


Julian dengan sigap menangkap dua serangga itu " sudah cukup Yellow, kamu berhasil " ucap Julian sambil menggenggam dan meremas dua serangga tersebut.


Yellow menarik cambuk darahnya, dia menghela napas " syukurlah "


" Celia tolong panggilkan Rachel kemari, cepatlah " Julian memberikan Perintah.


" Baik Julian " Celia bergegas memanggil Rachel dengan menelponnya.


Sementara Julian menggunakan Pil penyembuhan, untuk meminimalisir kerusakan saraf otak Seila dan Larisa. Walaupun rambut mereka berdua terlihat banyak berkurang, kondisi mereka juga masih kritis dan pingsan sepenuhnya.


" Syukurlah kalian selamat " ucap Julian sambil mengusap puncak kepala keduanya.


" Baiklah " Darius langsung mendekati Komputer nya.


" Tuan Lewis, Saya menemukan sinyal yang sama dengan yang saya rasakan waktu di tempat liburan !" tiba - tiba Rafael buka suara.


Kenapa Rafael daritadi tidak buka suara, karena dia memang sedang mencari lokasi Sinyal tersebut.


Julian tersenyum " dimana lokasinya Rafael ? "


" Ada di tengah Laut Zaus !" jawab Rafael singkat.


Julian mengerutkan keningnya " apa kamu yakin Rafael ? Laut Zaus sangat luas ?"


" Saya yakin tuan ! Dan saya juga sudah mendapatkan gambar Valid dari satelit milik kita " Rafael langsung menampilkan beberapa gambar yang menunjukkan di tengah Laut memang ada sebatang dengan ukuran ratusan meter menjulang ke atas.


Julian menggertakkan giginya " Rafael kamu cara untuk masuk kesana lebih dulu, aku ingin menyelesaikan masalah di sini "


" Baik tuan Lewis " jawab Rafael yang langsung lenyap seketika.

__ADS_1


...***...


Di tengah Laut Zaus, Profesor Zonk belum tahu kalau Julian sudah menemukan lokasinya.


" Hahahaha.... itu baru permulaan Julian Lewis !, walaupun kamu berhasil membunuh semua ciptaan yang aku kirim, tapi aku masih memiliki banyak disini " Profesor Zonk terlihat memegang sebuah tabung seukuran Galon, disana sekelompok serangga Micro berkumpul sangat banyak.


[ Tuan Z semua uji coba anda telah berhasil, apakah kita akan membuka mereka ?] terdengar suara Ai Cerdas milik Profesor Zonk yang memberikan pemberitahuan.


Profesor Zonk tersenyum " tanamkan Cip pengendalian pada Mereka semua sebelum di lepaskan !, kita akan menghancurkan dunia ini dan membuat dunia baru ! hahahaha... "


Profesor Zonk sangat percaya diri dengan penemuannya, karena dia yakin penemuannya lebih kuat dari penemuan Profesor C5 dan Kenji yang Notabenya hasil penemuan dia.


Ya Profesor C5 dan Kenji sebenarnya bukan manusia seutuhnya, mereka juga merupakan hasil penelitian Profesor Zonk.


Dengan kata lain penemuan Profesor Zonk kecerdasan melebihi manusia biasa, bisa dikatakan mereka memiliki pemikiran Sendiri.


Terlihat tabung pertama terbuka, sesosok Pria tampan mengenakan Kacamata dengan rambut Putih membuka matanya, dia keluar dari tabung tanpa mengenakan sehelai benangpun.


[ White ! semua perlengkapan kamu ada di loker satu ] Ai cerdas memberikan perintah.


White langsung menghampiri Loker satu dan memakai perlengkapannya.


Tabung kedua terbuka, Wanita dengan tubuh yang sangat seksi, Rambut berwarna Biru keluar dari tabung tersebut.


[ Blue ! perlengkapan kamu ada di loker dua ]


Tabung ketiga terbuka, sesosok Pria tampan lagi keluar dari sana, dia berambut hitam dan dinamai Black oleh Ai cerdas.


Baru tiga tabung yang terbuka, sementara masih terlihat puluhan tabung yang belum terbuka.


Profesor Zonk sengaja melakukan itu, karena dia ingin menguji Julian dengan penemuan yang menurutnya sangat sempurna itu.


" Slaapp


Setelah memakai perlengkapannya, ketiga orang tersebut tiba - tiba sudah berada di tempat Profesor Zonk.


Mereka bertiga bertekuk lutut disana dan dengan kompak buka suara " Salam Tuanku !"


Profesor Zonk menatap ketiga penemuannya itu dengan senyum mengembang di bibirnya, dia merasa sudah menggenggam dunia saat melihat ketiganya.

__ADS_1


" Selamat datang di dunia baru anak - anakku, buatlah dunia impian Ayah ! Hancurkan dunia yang penuh kepalsuan ini ! Bunuhlah mereka semua dan kita akan membuat kehidupan baru ! Hahahaha..."


__ADS_2