
" Kamu... Juga bermarga Lewis ?!" tanya Julian terkejut.
Darius mengerutkan keningnya " apa maksud kamu ?" tanya Darius bingung.
" Aku Julian Lewis !" Julian memperkenalkan dirinya.
Seketika tubuh Darius bergetar, dia menatap Julian dengan tidak percaya, Darius mendekati Julian dengan mata berkaca - kaca.
Darius memegang bahu Julian dan menatapnya dengan tajam " Apakah kamu anak dari Reinhart Lewis dan Jocelin Mils ?" tanya Darius dengan suara parau.
" Kamu mengenal Ayah dan ibu ?" tanya Julian terkejut.
Air mata yang tadi terbendung di pelupuk mata Darius akhirnya pecah juga.
Darius memeluk Erat Julian " Akhirnya aku menemukan kamu Julian !, aku selama ini mencari kamu setelah Ayah dan Ibu meninggal !"
Darius meluapkan semua perasaan campur aduk yang ada dihatinya, sedih, senang, tidak percaya semuanya menjadi satu.
dia tidak menyangka jika akan di pertemukan dengan adik kandungnya setelah sekian lama terpisah.
Flashback On :
" Tuan tolong jangan bawa anak saya !" Jocelin menangis histeris sambil dipegangi Reinhart, yang menahannya agar tidak menghampiri Darius.
" Ayah, Ibu !, huhuhuhu.... " Darius menangis ketika di bawa oleh seorang dari pemerintahan.
" Reinhart !, lepaskan aku !, aku tidak mau dipisahkan dengan Darius !" ucap Jocelin marah sambil memukuli Reinhart.
Tapi Reinhart tetap menahan istrinya, karena dia tahu dirinya tidak bisa berbuat apa - apa untuk melawan pemerintah.
Darius lewis pada waktu kejadian tersebut masih sepuluh tahun, tapi di usianya yang masih belia dia mampu membuat sebuah obat yang sangat manjur. Karena kecerdasaannya di atas rata - rata anak pada umumnya.
Julian yang masih belum genap 1 tahun menangis di pelukan Jocelin karena mendengarkan teriakan keras " Oa...oaa...oaaa..."
Darius akhirnya di bawa oleh orang pemerintahan, Jocelin yang melihat hal tersebut dia ambruk di tanah sambil memeluk Julian kecil yang masih menangis.
" Kamu jahat Reinhart !, kamu tega menjual anakmu !, hiks...hiks... " Jocelin menangis tersedu - sedu.
__ADS_1
Reinhart menghela napas, dia jongkok dan memeluk istrinya dari belakang " kita hanya bisa melakukan ini Jo, kita tidak punya kemuatan untuk melawan mereka, kamu tahu itu " ucap Reinhart lembut.
" Hiks..Hiks..." Jocelin hanya bisa menangis saja.
Reinhart memapahnya masuk kedalam rumah, untuk menenangkannya. Dia juga tidak lupa membawa uang satu Tas besar yang diberikan pemerintah untuknya.
Beberapa bulan berlalu, Jocelin masih teringat terus menerus dengan Darius, dia juga sesekali menangis ketika teringat Darius.
Hingga akhirnya Reinhart memutuskan untuk pindah Rumah dari desa ke Kota.
Kehidupan mereka mulai berubah baik - baik saja, Jocelin juga sudah sedikit melupakan Darius, walau sebenarnya seorang ibu tidak bisa melupakan anaknya begitu saja.
Julian pun beranjak dewasa, sayangnya ketika dia memasuki SMP orang tua Julian mengalami kecelakaan.
Ayah Resty yang mendengar hal tersebut, dia langsung pergi mencari Julian, karena dia tidak ingin hidup terlantar. Hingga akhirnya Julian tinggal beberapa tahun bersama keluarga Resty.
Sebenarnya kecelakaan yang mengakibatkan orang Tua Julian sangat mencurigakan, tapu karena Julian masih pelajar, dia tidak tahu akan hal tersebut dan Polisi menutup kasusnya.
Sementara itu kehidupan Darius, dia sudah menjadi Profesor berkat didikan Profesor C5.
Darius yang tidak pernah menangis sebelumnya, dia menangis histeris makam kedua orang tuanya.
Karena semasa hidup kedua orang tuanya, dia sama sekali tidak boleh menemui mereka, entah kenapa peraturan tersebut di terapkan oleh Profesor C5.
Usut punya usut ternyata semua yang menjadi bawahan Profesor C5, sama seperti Darius, mereka tidak di perbolehkan bertemu dengan orang tuanya hingga meninggal.
Darius marah, dia meminta profesor C5 untuk mencari keberadaan adiknya yang merupakan satu - satunya keluarga tersisanya.
Tapi Profesor C5 menolaknya dengan tegas, dari situlah muncul keinginan Darius untuk membuka kedok Profesor C5 yang telah menguji coba tubuh manusia layaknya binatang saja.
Darius menunggu waktu bertahun - tahun untuk memiliki kesempatan kabur, tapi penjagaan terlalu ketat.
Hingga akhirnya saat Serum sempurna ciptaan Profesor C5 berhasil di buat, Darius memiliki ide untuk membuat pesta dan mencuri Serum tersebut.
Ide Darius berhasil, setelah mereka berpesta, keadaan Lab jadi lengang, penjagaan juga berkurang.
Darius yang Notabenya tangan kanan Profesor C5, dia dengan mudah menemukan serum yang sudah jadi beserta datanya.
__ADS_1
Darius kemudian melarikan diri, sejak saat itulah Darius di buru, dan kebetulan yang menemukan dia Vladimir, awal mula dia bertemu dengan Susan, hingga akhirnya Susan jatuh Cinta pada Darius karena tekadnya.
Flasback Of ;
" Jadi begitulah kira - kira kejadiannya, kakak tidak tahu pasti kemana kamu pergi, yang kakak tahu kamu masih hidup entah dimana Julian " Darius tersenyum getir.
Julian masih sedikit tidak percaya dengan pernyataan Darius, pasalnya dari dia kecil orang tuanya tidak pernah membahas sedikitpun tentangnya.
Darius yang melihat sebuah keraguan di mata Julian dia menghela napas " pusakamu sudah tidak Normal sejak kecil, disana juga ada tiga tahi lalat kecil seperti membentuk segitiga !" Celetuk Darius tiba - tiba.
Natali mengerutkan keningnya " Kenapa kamu bisa tahu Tuan Darius ?"
" Sudah ku bilang dia adikku, aku sering bermain dengannya, ditambah ingatanku sangat bagus, aku tidak akan melupakan detail sekecil apapun ditubuhnya !" ucap Darius santai.
Julian terkejut karena Darius mengatakan yang sebenarnya, dia menghela napas " Jadi apa hubungan kamu dengan Natali ?" Julian masih enggan memanggil Darius kakak.
" Ceritanya panjang Julian, lebih baik kita cari tempat persembunyian dulu, sebelum profesor C5 mengetahui keberadaan kita " jawab Darius mantap.
" Baiklah, kita ke Mansionku saja, kalian bisa tinggal disana, nanati biar aku perketat penjagaan di Mansion !" ucap Julian sambil beranjak dari duduknya dan langsung ke Mobilnya.
Natali seperti anjing patuh saja, dia langsung mengikuti Julian dan masuk kedalam Mobilnya.
Julian mengerutkan keningnya " Apa yang kamu lakukan !" bentak Julian.
Natali tersenyum " Aku ikut denganmu Julian, boleh yah, yah, yah " Natali menampilkan wajah memelas seperti anjing kelaparan saja.
" Aku mengijinkanmu ikut denganku bukan berarti kita akan bersatu lagi !, ingat itu !" suara Julian sangat keras, Hingga Darius dan Susan yang sudah berada dalam Mobil mendengarnya.
Tapu Natali tidak marah sama sekali, dia malah tersenyum dan mengangguk patuh.
Julian yang melihat hal tersebut semakin dibuat jengkel saja, jika ada cara untuk melepaskan Target Harem dia ingin melepaskannya agar Natali tidak seperti anjing gila yang terus menerus mengikutinya.
.
.
.
__ADS_1