System Harem

System Harem
Senjata Baru


__ADS_3

Tak berselang lama Rosi dan Clia masuk dengan membawa buah - buahan yang sudah di kupas dan iris - iris kecil.


" Pada tertawain apa nih ?, kayaknya seru banget " ucap Celia saat baru masuk kamar.


" Tidak ada, hanya ingin membuat dia senang saja " Julian mengusap puncak kepala Liyana.


Rosi dan Celia mengangguk mengerti, mereka berdua tahu jika semuanya ingin menghibur Liyana.


Celia menyerahkan sepiring buah - buahan yang sudah di iris - iris kecil pada Julian agar dia menyuapi Liyana.


Karena kepalanya yang masih sakit, liyana hanya mau makan buah yang lembek saja seperti Jeruk dan yang lainnya.


...***...


^^^Di markas Profesor C5. S6 sedang memberikan laporan.^^^


" Tuan C5, sepertinya lawan kita bukan orang sembarangan !, dia bisa berubah wujuh di area pertarungan !" Ucap S6 yakin.


Profesor C5 duduk dengan tenang sambil memangku S4 dan mengusap paha Mulusnya. S4 menikmati setiap sentuhan Profesor C5. Karena dia terobsesi dengan Profesor C5.


"Kemana S3 dan S2 ?" tanya S9.


S6 menghela napas " Mereka berhasil di bunuh olehnya hanya dalam beberapa gerakan saja "


" Cih !, dasar mahluk lemah " S4 mencibir S2 yang notabenya musuh bebuyutannya.


" S9 bergeraklah, bawa Juniormu dan hancurkan dia secepatnya sebelum dia semakin meneror kita !" Profesor C5 memberikan perintah.


S9 menutup korek Api yang dari tadi dia mainkan dan berdiri " Kalian ikutlah denganku !"


Hanya S8 yang tidak mau ikut dengan S9. Karena dia hanya menurut dengan ucapan S10 saja.


Mereka S5, 6, 7 dan 9 berangkat untuk membunuh Julian yang mereka pikir bisa menghalangi rencana mereka menaklukan dunia.


S10 bertanya pada Profesor C5 " Tuan Apa anda yakin kita bisa menang darinya ?, melihat kemampuan pertarungannya saja dia bukanlah manusia biasa yang diciptakan seperti saya, dia sepertinya memiliki kkekuatan tubuh, baik fisik ataupun otak yang melebihi manusia pada umumnya. Artinya dia adalah murni seorang Manusia yang bisa terus mengasah kemampuannya. Bisa di katakan dia akan terus bertranformasi berbeda dengan kami. Bukankah begitu Prof ?"


Profesor C5 tertawa " Hahahaha... Kamu memang Mahluk ciptaanku yang paling pandai untuk menilai kekuatan musuh S10 "

__ADS_1


Profesor C5 diam sebentar kemudian melanjutkan " Aku tidak tahu darimana datangnya orang ini, tapi yang pasti dia memang memiliki kekuatan sangat besar. Kalau saja dia ada di pihak kita mungin akan mudah bagi kita menaklukkan dunia "


" Jadi apa kita bisa mengalahkannya ?" tanya S10 langsung.


" Tentu saja bisa, kelemahannya para wanita dia yang begitu banyak, dia juga tampaknya akan melindungi mereka semua, Artinya kita hanya perlu menghancurkan mereka secara bersamaan " Profesor C5 menyeringai seperti iblis.


" Kamu memang yang terbaik sayang " S4 bergelayut Manja padaProfesor C5.


" Anda akan mengorbankan mereka semua ?" Tanya S10 lagi.


" Untuk sebuah perubahan itu akan menjadi sepadan, aku bisa membuat mereka lagi !" jawab Profesor C5 serius.


S10 mengangguk mengerti, dia sekarang tahu kenapa menyuruh S9 dan yang lainnya bergerak. Mereka hanya untuk pengalihan perhatian saja dan S1 yang akan menghancur leburkan tempat Julian.


" Kalau itu yang anda mau Tuan, saya permisi dulu !" S10 pergi begitu juga S8 yang mengikutinya.


S9 dan yang lainnya tidak tahu jika mereka hanya akan dijadikan tumbal saja oleh Profesor C5.


...***...


Sementara itu di Vlasir, Markus Holi dan Ludin sedang berdebat masalah hilangnya Profesor C5. Mereka baru menyadari jika tempat Profesor C5 sudah luluh lantak.


" Apa !?, kamu menyalahkanku saja Ludin, sementara kamu juga percaya jika Profesor sialan itu akan mendapatkan hasil untuk kita !, tapi nyatanya semua omong kosong !" Markus tidak mau diaalahkan seorang diri.


" Bukankah kamu yang meyakinkan aku Markus !, jika bukan karena kamu aku tidak mungkin ikut investasi Profesor gila itu !" Ludin berteriak marah.


" Jadi kamu masih menyalahkanku seorang !, kamu juga berperan disini Ludin !"


Mereka berdua saling menunjuk, saling menyalahkan satu sama lain tidak ada yang mau mengalah sama sekali.


...***...


Di kediaman Julian, dia sedang mengobrol dengan Darius di ruangannya.


" Julian, sepertinya tubuh kamu mengalami peningkatan baik itu Otot dan Struktur tulang, tapi kenapa bisa begitu yah, seharusnya masa pertumbuhan kamu sudah terhenti tapi kenapa kamu malah masih bisa bertumbuh lagi " Darius menerangkan setelah memeriksa Julian lebih lanjut dengan sedikit kebingungan.


Julian hanya tersenyum saja " Sudahlah kak, yang penting sekarang aku sudah bisa mengendalikan kekuatanku "

__ADS_1


Darius menghela napas " Aku tidak tahu dulu Ayah memberikan kamu apa sampai bisa seperti ini, aku harap ini keluatan yang baik untukmu Julian "


" Kakak tenang saja, ini pasti kekuatan yang baik Kok " Jawab Julian enteng.


Darius mengiyakan ucapan Julian saja, pasalnya dia juga tidak tahu menahu soal kekuatan yang ada di tubuh Julian. Jadi dia hanya bisa berharap Julian menjadi lebih baik lagi.


Saat keduanya sedang membahas kekuatan yang ada di dalam tubuh Julian, Rafael memberikan peringatan.


" Tuan Lewis !, ada empat Monster yang sedang mengintai kediaman anda, apakah perlu mengirim para Robot ?"


Julian langsung berdiri " Perintahkan para Robot untuk menjauhkan mereka dari Mansion !, dan segera hubungi kepolisian untuk memblokade beberapa Jalanyang mengarah kemari.


Julian merasa hidupnya sekarang lebih rumit, padahal dia ingin menikmati kehidupan nyamannya sebagai Triliuner yang duduk manis bersama haremnya. Tapi nyatanya mimpi tersebut hanyalah sebuah angan saja.


Karena dia sekarang malah di suguhkan dengan pertarungan hidup mati, tidak seperti apa yang dia bayangkan.


Saat Julian mau pergi Rafel mengingatkan " Tuan tunggu dulu !, ada dua orang lagi yang mendekat !"


Darius dan Julian saling menatap, mereka bertanya - tapanya apakah pihak musuh akan langsung menggunakan serangan penghabisan.


" Tuan Lebih baik anda lihat ini !" Rafael menunjukkan dua orang yang mendekat.


Mata Julian membelalak " Maxwel !!" Ucap Julian sambil menggertakkan giginya.


Darius mengerutkan keningnya " Apa kamu mengenalnya Julian ?"


" Dia orang peling menyebalkan di saat aku bekerja sebagai kurir dan dia juga yang menghasut Natali " Julian mengepalkan tangannya.


Darius mengangguk Mengerti, Artinya orang tersebut sangat di benci oleh Julian. Darius menepuk bahu Julian " Hajar orang itu, yang ke empat lainnya biar aku yang tangani "


Julian mengerutkan keningnya " bagaimana mungkin, mereka bukanlah lawan para Robot kak, kamu tahu itu "


" Aku punya senjata baru, Lihatlah " Dsrius memperlihatkan Robot laba - laba seukuran telapak tangan dan sedang menggendong telurnya.


Julian menatap aneh Robot laba - laba itu, dia mencoba menebak apa yang sedang Darius rencanakan.


Julian masih bingung apa yang akan Darius lakukan dengan Robot tersebut. Tapi Darius hanya tersenyum dan mengeluarkan dua Buah lagi.

__ADS_1


" Kamu bawa satu, aku akan menyalakannya jika sudah disana !, nanti kamu akan melihat apa yang akan terjadi !" Darius berkata dengan sangat Yakin.


Julian memegang Robot laba - laba itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tapi dia tidak banyak bertanya dan langsung meluncur keluar untuk menemui musuhnya.


__ADS_2