System Harem

System Harem
Diskusi Panas


__ADS_3

Jacob menoleh, Melihat tangan orang yang mencengkram lengannya. Walcot terkejut dengan gerakan yang tiba - tiba itu.


Sementara Julian masih duduk santai di kursinya sambil tersenyum menatap Jacob.


Pelayan yang membawa minuman dan makanan ringan terkejut melihat kejadian tersebut. Tangan mereka gemetar karena takut.


Darius menghela napas dan memegang nampan kedua pelayan yang tertegun " tenanglah kalian, mereka hanya sedang saling menguji saja "


" Ba..baik tu..tu..an " walaupun sudah diberitahu tetap saja mereka masih ketakutan.


Darius menghela napas " Ayo letakkan di meja "


Pelayan menurut dan langsung meletakkan minuman dan makanan di Meja. Mereka pun langsung bergegas undur diri.


Darius menghela napas dan duduk di sofa " Pak tua kalau bertamu yang sopan sedikit kenapa !"


" Julian, apa mereka orang yang katanya jenderal Militer dan Polisi itu ?" Darius bertanya pada Julian.


Julian mengangguk " benar kak, yang ini katanya jenderal Militer, tapi sama Wan's saja tidak bisa berkutik dia " ia menunjuk Jacob.


' glek ' Jacob baru menyadari jika kakak beradik dihadapannya bukanlah orang biasa, mereka benar - benar bisa menciptakan sebuah senjata kuat.


Jacob punya pikiran seperti itu karena dia memiliki teknik Akupuntur, dia mencoba menekan titik syaraf Wan's yang dikiranya manusia ternyata tidak berpengaruh sama sekali. Jadi Jacob menyimpulkan kalau Wan's bukanlah manusia.


" Wan's lepaskan dia " Julian memberikan perintah. Wan's langsung melepaskan Jacob dari cengkramannya.

__ADS_1


Jacob menghela napas, dia kembali duduk di tempatnya. Walcot bertanya dengan khawatir " Apa kamu tidak apa - apa Tua bangka ?!"


Nada suara Walcot seperti orang mengejek, membuat Jacob tersenyum getir karena sahabatnya seolah menertawakannya.


Jacob menatap Julian dan bertanya " Ada berapa buah senjata sepertinya ?, aku tahu ini pertanyaan lancang buat kalian yang sudah memiliki kekuatan melebihi militer Anarka, tapi seharusnya kalian bisa diskusikan ini dulu pada kami dan ka...."


" Dan kalian pasti akan membantu begitu ?, apa anda yakin tuan Turner ?, sebelum saya menguasai hampir seluruh pasar saham Anarka, hukum di sini tajam ke bawah dan tumpul ke atas !, kalau aku menunggu menciptakan mereka saat sebelum aku jadi seperti ini apa anda yakin pihak militer dan pejabat negara akan menyetujuinya ?, lihatlah itu !" Julian memperlihatkan pertarungan dengan S1.


Jelas saja Jacob terkejut, karena ia baru pertama kali melihat jika ada Kekuatan yang menyeramkan sedang menggerogoti Anarka.


Julian diam sebentar kemudian melanjutkan " banyak contoh kasus yang menegaskan jika kalian itu orang - orang yang tidak kompeten salah satunya itu, kalian takut dengan orang yang berkuasa. ya aku akui memang orang yang berkuasa itu memang menakutkan, mereka para penguasa bisa mendapatkan apa saja sesuai keinginannya dan Rela menjadikan masyarakat bawah sebagai tumbal ke egoisan mereka. Tapi aku tidak ingin seperti mereka, aku ingin mengubah negara tercintaku ini menjadi negara yang bersih dari para tikus maupun Setan Anarka !" Suara Julian begitu tegas dan berwibawa.


Darius tercengang, dia kagum sekaligus tidak percaya kalau Julian punya kata - kata Mutiara selain untuk para Wanitanya.


Walcot juga ikut takjub, walaupun dia sempat marah karena Julian memiliki banyak wanita dalam rumahnya, tapi dia ternyata memiliki pemikiran yang tegas sesuai apa yang dikatakan dengan Rosi.


Jacob menggeleng - gelengkan kepalanya sambil memegang pangkal hidung, dia kemudian menarik napas panjang dan mengeluarkannya " Jadi sekarang apa yang ingin kamu tawarkan pada kami Julian, apakah kamu punya solusi untuk mengubah pemerintahan yang bobrok ini ?"


" Aku tidak tahu, jangan tanya aku. Lebih baik tuan Turner bertanya pada kakak saya " Julian menunjuk Darius sambil menyeringai.


Jacob langsung bertanya pada Darius " Perkenalkan saya Jacob Turner, Tuan..."


" Darius Lewis !" Darius menjabat tangan Jacob langsung.


" Baiklah, aku akan langsung ke intinya tanpa basa - basi, karena ada sesuatu yang sedang aku kerjakan !"

__ADS_1


Darius langsung berubah menjadi serius " Aku tidak tahu kalian berdua akan setuju atau tidak tapi yang pasti kami sedang mengebut proyek ini, Kami sedang membuat robot pekerja yang rencananya akan kami produksi masal setelah masalah ini berakhir dan menurunkan semua pejabat pemerintahan secara paksa, artinya mau tidak mau kami akan mereformasi secara besar - besaran provinsi Anarka walau harus menghabisi nyawa mereka yang menentang kami !, itu juga berlaku untuk kalian berdua !, jadi tentukanlah sikap kalian sekarang !"


Walcot langsung berdiri " Kalian jangan bercanda !, apa kalian akan melakukan pertumpahan darah lagi hanya untuk membuat sebuah kedamaian dan apakah kalian yakin jika kelak para pemangku jabatan yang baru tidak akan berpikir seperti ini lagi !, jangan membuat ideologi seperti orang gila !!"


Walcot sangat marah, karena dia menyangka jika akan ada perang saudara kalau Darius dan Julian akan mereformasi total seperti yang dikatakan Darius.


Jacob menarik Walcot untuk duduk kembali " Kamu tenanglah Walcot, jangan langsung mengambil kesimpulan sendiri "


" Jacob !, mereka sudah keterlaluan !. Mereka berani terang - terangan akan menghilangkan para pejabat yang be..ra..ni akan me..., tunggu dulu apa maksudmu tadi ?!" Walcot baru sadar kalau ucapa Darius hanya akan melenyapkan mereka yang menentang saja, artinya jika mereka mendukung tentu saja Darius dan Julian akan membiarkannya.


Jacob menghela napas " Makanya jangan keseringan makan brutu Ayam Dasar Tua bangka !"


Julian tersenyum kecut melihat kelakuan Jacob dan Walcot, pasalnya walaupun mereka sudah berumur, tapi gaya bercanda mereka seperti anak muda saja.


Jacob menatap Serius Darius " Berapa % rencana kalian akan berhasil ?"


" 99% akan berhasil !" Julian menjawab dengan mantap.


Jacob mengerutkan keningnya, tapi Darius langsung memastikan " Adikku tidak bohong, karena dia sebenarnya otaknya, aku disini cuma suport saja. Baiklah sekarang waktunya kalian berdua mengambil sikap. Ikut kami atau mau ikut dengan oemerintahan busuk ini ?"


Tangan Wan's langsung berubah menjadi senjata, seolah siap menghabisi dua pria malang tersebut.


Walcot menghela napas " Baru kali ini aku melihat calon mantu yang mau membunuh calon mertuanya sendiri, Aku ikut kalian "


Jacob tersenyum getir " pantas saja dari awal kamu sepertinya marah sekali dengannya tua bangka !, aku juga ikut kalian !"

__ADS_1


Julian dan Darius tersenyum, Wan's langsung kembali seperti semula. Darius kemudian pamit undur diri karena masih banyak yang harus dia lakukan. Di tambah dia juga sedang membuat senjata yang terbuat dari campuran darah Natali.


Sejak saat Natali mengalahkan S1, Darius memang lebih fokus membuat senjata tersebut. Karena dia yakin jika senjata tersebut akan sangat berguna nantinya.


__ADS_2