
Rosi tertawa terpingkal-pingkal saat melihat Veron dan anak buahnya berlarian sampai jatuh - jatuh di sepanjang jalan.
" Hei ! Kamu kayaknya senang banget Ros ?" tegur Alina yang sudah ada di belakang Rosi.
" eh... Hahahaha... Itu tadi ada Polisi bodoh yang datang kemari, katanya mau menangkap Julian, Aku telpon Ayah saja langsung dan mereka langsung ketakutan " Rosi masih tertawa.
" Huh.. Kamu ini yah, sudahlah ayo kita mandi !" ajak Alina untuk mandi bersama.
Rosi mengangguk, mereka berdua langsung ke sungai untuk mandi, di sana sudah ada Liyana dan Okta yang sudah mandi terlebih dahulu.
Sementara itu, Resty dan Lina bangun bersamaan, mereka berdua hanya tinggal berdua saja di dalam tenda, karena Wanita Julian yang lain sudah melakukan aktivitas nya masing-masing.
Resty terlihat malas bangun, dia menarik selimutnya lagi dan menatap langit-langit, dia masih teringat jelas bagaimana dirinya hampir kehilangan kesuciannya oleh orang lain.
" Kalau saja Julian tidak datang semalam ? Bagaimana nasibku ? Apakah aku akan menjadi Wanita tidak berguna di mata Julian ? Tapi syukurlah dia datang tepat waktu, aku hanya ingin melepaskan kesucianku hanya untuk dia seorang ." gumamnya dalam hati.
Perasaan Resty semakin tumbuh terhadap Julian, bukan hanya menyelamatkan nya saja, tapi Julian juga membuat Resty merasa nyaman.
Di tempat Julian yang baru selesai mandi, System tiba - tiba berbunyi.
Faktor Daya Resty Nord : +1
Faktor Daya Resty Nord : +1
Target Harem sangat kagum dengan Host.
Faktor Daya Tarik Rasty Nord sekarang : 97%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya ketahap Minimal, anda akan mendapatkan 10 poin kekuatan tambahan, setiap peningkatan daya tarik 1% selanjutnya Host akan mendapatkan 10 poin kekuatan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 47
Julian tersenyum " ternyata dia sudah bangun, sebaiknya aku segera kesana " dia bergegas menghampiri Resty yang ada di dalam tenda.
__ADS_1
Julian melihat Resty yang sedang melamun menatap langit-langit, Resty tidak menyadari kehadiran Julian yang sudah duduk di sampingnya.
" Selamat pagi Res " Julian menyunggingkan senyum di bibirnya.
" Eh... Julian !" Resty sontak saja terkejut.
Bau sabun mandi dan Sampo menyeruak masuk kedalam hidung Resty, dia merasakan sensasi yang aneh saat melihat Julian yang tubuhnya hanya di lilit handuk saja.
Wajah Resty merah merona, napasnya mulai memburu, entah kenapa libido Resty langsung naik melihat Julian yang seperti itu.
Julian membelai rambut Resty " Sekarang kamu tidak perlu memikirkan apa yang sudah terjadi, kita buat lemb..."
' Cup ' Resty langsung menyambar bibir Julian tanpa ragu, dia mengalungkan tangannya di leher Julian, hingga Julian menunduk lebih dekat dengannya.
Permainan mereka semakin panas saja, saat Julian mulai menyelusup kan tangannya ke baju Resty untuk mencari benda kenyal kembarnya, tiba - tiba seseorang berteriak kencang.
" Arghhhhh !!
Ya Lina yang ada disana jelas terkejut dengan tindakan keduanya, Lina beranjak dari tempat tidurnya dan segera berlari keluar.
Julian tersenyum getir, dia menghela napas " kita lanjutkan nanti saja yah, Ayo pergi mandi terus kita sarapan bersama " ucapnya sambil mengusap pipi Resty dan pergi untuk memakai baju.
" Sialan !, kenapa aku tadi tidak melihatnya ? Apakah karena aku terlalu senang karena Resty bukan sepupuku ?" gumam Julian dalam sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
Sementara di luar tenda, Celia, Rachel dan Susan yang sedang menyiapkan sarapan, mereka langsung menghampiri Lina yang berteriak kencang.
" Ada apa Lin ?" tanya Celia khawatir.
" Apakah kamu mimpi buruk ?" Rachel juga ikut bertanya.
Lina menggelengkan kepalanya, Susan bertanya pada Lina " apa ada serangga atau ular ?"
Lina masih menggelengkan kepalanya lagi, mereka bertiga saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
Celia menghela napas " coba kamu tenang dulu Lin, dan ceritakan pelan - pelan oke ?"
Celia dengan lembut menenangkan Lina yang terlihat masih sangat gugup dan gelisah itu, hingga beberapa saat kemudian dia pun sudah mulai tenang kembali.
Saat melihat Lina yang sudah mulai tenang, Celia mengajaknya duduk, Rachel dan Susan juga ikut duduk, karena mereka khawatir juga pada Lina.
" Ayo sekarang kamu cerita " ucap Celia lembut.
Wajah Lina langsung merah merona saat dia akan bercerita, membuat Celia dan yang lainnya mengerutkan kening masing-masing.
" A..aku.. melihat Jul..Julian dan Resty sedang..." Lina tidak berani melanjutkan kata - katanya.
Ketiga orang yang mendengar perkataan Lina, mereka langsung menghela napas bersama - sama.
Susan beranjak dari duduknya " Kirain apaan " dia langsung melanjutkan aktivitasnya kembali.
Rachel mengusap punggung Lina " kalau kamu tinggal bersama kami, kamu akan terbiasa melihat hal seperti itu, lain kali jangan berteriak begitu yah " dia juga beranjak dari tempat duduknya dan menyusul Susan.
Lina terkejut dengan tanggapan mereka, karena dia tidak pernah melakukan hal semacam itu, jadi menurut nya itu tidak pantas dilakukan mereka di depan orang lain.
Celia tersenyum dan buka suara " benar kata Rachel, nanti kamu akan sering melihat hal semacam itu, kalau kamu tidak suka tinggal pergi saja jangan melihatnya oke "
" Tapi Cel ?" Lina terlihat tidak setuju.
" Aku tahu maksudmu Lin, tapi inilah kami, kami sudah terbiasa seperti itu, kami semua sudah hidup bersama lama, jadi tidak pernah mempermasalahkan hal itu, Julian juga sangat adil pada kami dan aku sedang mengandung anaknya " Celia menjelaskan dengan bangga.
" A..apa ! Kamu hamil Cel ?" tanya Lina kaget.
Celia mengangguk mantap " Ya walaupun baru tiga Minggu, hihihi.. "
Lina tidak tahu harus berekspresi seperti apa, antara senang dan juga terkejut, dia belum bisa menerima sebuah kenyataan kalau ada pria yang sanggup menjalin hubungan dengan sepuluh wanita sekaligus.
Di tambah para wanita Julian semuanya seolah menerima, tidak ada di antara mereka yang terlihat saling membenci.
__ADS_1
Lina hanya bisa tertegun disana sambil menatap sahabat kecil yang ada didepannya penuh dengan tanda tanya.
Wajar jika Lina berpikiran seperti itu, karena pria di luar sana, memiliki satu selingkuhan saja, kalau mereka bertemu bisa terjadi perang, lah Julian dengan entengnya menyatukan mereka semua, tentu itu sebuah keajaiban yang hanya bisa di lakukan oleh ' SYSTEM HAREM '