
Julian dan Blue sudah sampai di Bunker, mereka berdua masuk ke dalam bungker tersebut.
Terlihat keluarga para wanitanya dan para pelayan yang sudah berkumpul disana, karena Bunker tersebut cukup luas dan tempatnya berada di bawah laboratorium Darius.
Julian langsung menghampiri kakaknya, dia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Darius.
" Julian ! jangan bercanda !" Raung Darius tidak percaya.
Julian menghela napas " Rafael perlihatkan kondisi seluruh Dunia pada Kak Darius !"
" Baik tuan Lewis !" Layar Virtual di munculkan oleh Rafael yang memperlihatkan Kehancuran negara di seluruh dunia.
Darius terkejut saat melihat itu " Apa yang terjadi ?"
" Kak, tolong jaga mereka semua yang ada disini, aku akan berusaha memancing mereka di suatu tempat dan membunuh mereka semua sekaligus " ucap Julian yakin.
Julian sudah membulatkan tekadnya untuk membunuh mereka dengan puluhan Nuklir di satu tempat sekaligus.
Tiba - tiba para wanita Julian yang datang menegurnya.
" Tidak ! kamu tidak boleh melakukan itu !" Celia menghampiri Julian dan tidak setuju.
" Iya aku juga tidak setuju !" Rachel menimpali.
" Aku juga !"
" Aku Juga !"
Para wanita Julian semuanya tidak setuju kalau Julian akan bertarung dengan puluhan monster yang di ciptakan profesor Z.
Julian menghela napas " Aku tahu kalian khawatir, tapi jika bukan aku yang melakukan ini siapa lagi ? "
__ADS_1
" Tapi Julian, mereka terlihat sangat berbahaya " jawab Celia sambil menitihkan Air matanya.
Julian tersenyum, dia menghapus air mata Celia " dengarkan aku baik - baik, aku akan berusaha sebisa mungkin agar kembali dengan selamat "
Julian diam sebentar, karena dia merasa ini perpisahan dengan para wanitanya, tenggorokannya terasa sangat kering saat mu berbicara.
Julian menghela napas kemudian bicara lagi " Celia, kamu wanita yang kuat, aku yakin kamu akan baik - baik saja nantinya, sebentar lagi juga kamu akan jadi seorang ibu, jadi tetaplah menjadi kuat seperti yang aku kenal " dia mengecup kening Celia dan mengecup perut Celia yang mulai terlihat membuncit.
Julian menghampiri Rachel " Rachel, kamu orang yang pernah menyelamatkan aku dulu, karena kamu juga aku bisa seperti ini, dengan kemampuan medismu, aku yakin kamu akan menjadi tumpuan mereka semua nantinya " ia mengecup kening Rachel.
" Alina, Rosi, Liyana, Okta dan kamu Yellow, kalian adalah wanita yang tangguh, wanita yang bisa mengurus diri kalian masing-masing, aku yakin setelah semua ini berakhir, kalian bisa menjalani hidup dengan baik dan kalian harus tetap seperti ini, saling menjaga satu sama lain " Julian mengecup kening mereka satu persatu.
" Julian ... Hiks..hiks.. kami tidak rela kamu meninggalkan kami " Mereka semua menangis dan memeluk Julian.
Julian tersenyum getir, dia juga ingin menangis, tapi dia tidak mau menjadikan semuanya bertambah sedih.
Blue yang melihat Julian yang memiliki banyak wanita terkejut, tapi dia tahu kenapa Julian begitu banyak memiliki wanita, karena pesonanya memang tidak ada banding.
Julian menghela napas " maafkan aku "
Julian menitik titik Akupuntur mereka semua yang ada di kepala, sehingga semuanya jatuh pingsan.
Dengan kecepatannya Julian menaruh mereka semua berbaring dengan benar " Maafkan aku terpaksa melakukan ini pada kalian "
Julian berdiri setelah menaruh wanita terakhir , dia kemudian berpesan pada Darius " Aku titip mereka semua kak, tolong jaga mereka baik - baik "
" Julian apa kamu yakin ?" tanya Darius memastikan.
Julian mengangguk " aku tidak ingin semua manusia musnah kak, mungkin ini jalan satu - satunya, selamat tinggal kak "
Julian memeluk Darius untuk mengucapkan perpisahan, Darius balas memeluk Julian sambil menitihkan air mata " Pulanglah dengan selamat Julian " ucapnya dengan suara bergetar.
__ADS_1
Julian melepaskan pelukan Darius dan tersenyum " tentu saja kak !"
Julian meninggalkan mereka, sebelum keluar dari sana dia menghampiri Larisa dan Seila, dia mengecup kening mereka berdua sebelum akhirnya di benar - benar pergi.
Keluarga Wanita Julian tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar, Julian dan Darius juga sengaja tidak memberitahu mereka, karena mereka yakin hanya akan ada kegaduhan kalau mereka semua tahu.
Julian langsung terbang melesat ke arah para ciptaan Profesor Zonk. Dia terlihat menghapus air matanya sebelum dia menunjukkan wajah seriusnya.
Blue yang mengikuti Julian dan tidak sengaja terkena tetesan air mata Julian yang terjatuh dan terbawa angin ke arahnya, dia mengusap air mata tersebut.
" Pria yang sangat berani, demi orang - orang yang di sayangi dia rela mempertaruhkan nyawanya sendiri.
Faktor Daya Blue Lily : + 1
Target Harem sangat kagum dengan kekuatan Host.
Faktor Daya Tarik Blue Lily sekarang : 96%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya ketahap Minimal, anda akan mendapatkan 10 poin kekuatan tambahan, setiap peningkatan daya tarik 1% selanjutnya Host akan mendapatkan 10 poin kekuatan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 19
Julian yang mendengar bunyi System dia menoleh kebelakang, benar saja Blue berada di belakangnya walaupun jaraknya cukup jauh.
Julian hanya mengulas sebuah senyum, ternyata Blue peduli pada dirinya.
Sementara itu di tempat para ciptaan Profesor Z, mereka semua yang sudah meluluh lantakkan seluruh kita yang mereka datangi, merasakan Vitalitas Julian yang melonjak dengan sangat cepat.
Julian melakukan itu sengaja agar mereka semua terpancing dan berkumpul menghadapinya.
Benar saja mereka yang Notabenya memiliki insting yang tajam langsung mengetahui keberadaan Julian.
__ADS_1
Karena tujuan mereka bukan hanya menghancurkan peradaban di dunia, melainkan menangkap Julian hidup atau mati, mereka pun langsung terbang ke arah Julian secara bersamaan.