
Karena sudah dini hari, Julian dan Okta tidak pulang kerumah, mereka lebih memilih ke sebuah Hotel terdekat dan menginap disana.
Jika Julian tahu Okta akan begitu Agresive, tentu saja dia akan langsung membawanya ke Hotel tanpa perlu berpikir panjang.
Sementara itu Celia menunggu Julian dengan cemas, dia sudah mengirimi pesan pada Julian, tapi Julian tidak kunjung membalasnya.
Rachel melakukan hal yang sama dengan Celia, tapi Rachel masih belum terlalu agresive, dia hanya mengirim pesan basa - basi saja.
Sementara Liyana sedang tertidur lelap, dia merasa sangat bahagia, Karena baginya memberikan kesuciannya pada orang yang dia cintai adalah sebuah bukti ketulasannya.
Wajah Liyana terlihat tersenyum puas, seperti tidak memiliki beban sama sekali.
Sedangkan di tidur Natali dia terdengar memanggil - manggil nama Julian setiap saat, di mimpinya hanya Julian yang terlihat disana.
Para Target Harem Julian memiliki cara yang unik, untuk mengekspresikan dirinya saat Memikirnya Julian sepenajang heningnya malam.
Sementara itu Julian sedang terlelap dengan Okta, dia tidak sadar jika sudah membuat lingkaran Iblisnya sendiri.
Jika Julian salah langkah saja, dia akan merasakan dampak yang tidak ingin dia lihat, tapi karena Julian memiliki kecerdasan yang tinggi, dia tidak pernah memikirkan tentang Wanita yang sudah menjadi target Haremnya.
Karena Julian sudah memiliki plan selanjutnya untuk menata target haremnya, agar nantinya tidak membuat dia repot.
Sementara itu di kediaman keluarga Rose, Alina sedang kesal karena dia lupa meminta nomor Julian, jadi dia tidak bisa berinteraksi dengan Julian.
Alina tidak bisa tertidur, dia sedang memikirkan bagaimana caranya mendapatkan Nomor Julian, mau minta ke Noah tapi dia gengsi, karena Noah pasti akan mengolok - oloknya.
" Arghhhh !, aku harus bagaimana ?" Alina matah pada dirinya sendiri.
Di kamar Rosi Dail, dia tidak seperti Alina yang menginginkan nomor Julian, tapi Rosi lebih memikirkan bagaimana bisa seorang Manusia memukul Mobil sampai terhempas dan penyok.
Jika di lihat dengan Logika, tentu saja hal tersebut tidak masuk akal, membuat Rosi penasaran dengan sosok Julian.
" Apakah dia mempunyai kekuatan super ?, ah.. mustahil !, mana mungkin ada orang yang memiliki kekuatan Super ?, atau itu hanya trik saja untuk membuat Alina dan pacarnya tertarik padanya ?" Rosi sampai pada kesimpulan jika Julian memakai sebuah trik.
Faktanya pemikiran Rosi memang benar, mustahil untuk manusia biasa memukul Mobil sampai terhempas, apa lagi Julian melakukannya dengan jongkok yang Notabenya tidak memasang kuda - kuda sama sekali.
__ADS_1
Dari situ saja sudah membuktikan jika kemampuan Julian di atas manusia biasa, tapi Rosi lebih memilih tidak memercayainya.
***
Ke esojan harinya Julian terbangun saat Okta membangunkannya, karena Okta harus mengurus Hotel dia tidak bisa bersantai seperti Julian.
" Julian bangun, aku mau berangkat kerja dulu " Okta menggoyang tubuh Julian lembut.
Julian membuka matanya dan duduk " Hoaamm... kamu mau kemana pagi - pagi seperti ini ?" tanya Julian lirih karena kesadarannya belum sepenuhnya pulih.
Okta tersenyum " Aku mau mengurus Hotel kita sayang, ya sudah aku berangkat dulu, itu sarapan buat kamu, Cup !" Okta menunjuk makanan di laci dan mengecup Bibir Julian.
Julian hanya tersenyum " Hati - hati di jalan dan terimakasih !"
Okta mengangguk, dia menutup pintu Hotel, setelah Okta pergi Julian kembali merebahkan tubuhnya di ranjang.
Julian berencana melanjutkan tidurnya, tapi tiba - tiba Ponselnya berdering.
Julian dengan malas melihat layar Ponsel, terlihat Paul menghubunginya " Halo..ada apa ?" ucap Julian menganggkat panggilan Paul.
" Berapa Biaya yang kamu inginkan untuk membuat J-Aliance Menjadi perusahaan yang besar ?" tanya Julian tanpa basa - basi.
Paul berpikir sebentar " Tuan Lewis, sepertinya 500 Juta dolar cukup untuk Modal awal kita !"
" Baiklah aku akan mengirimkan uangnya, kamu kirim nomor rekening perusahaan sekarang !" Setelah mengatakan hal tersebut Julian memutus panggilan.
Tak berselang lama, Paul mengirim nomor rekening Perusahaan, Julian dengan santainya langsung mentranfer uangnya, Julian mentransfer 1 Milyar Dolar bukan 500 juta seperti permintaan Paul.
Sementara Paul tidak sadar jika Julian mentransfer 1 Milyar dolar ke perusahaan, dia mengira Julian hanya mentransfer uang 500 juta seperti yang dia minta saja.
Julian menghela Napas " uang Pribadiku mulai terpakai, kalau begini aku harus membelanjakan para wanita lagi !, System cek status !"
[ Status ]
Nama : Julian Lewis
__ADS_1
Umur : 28 Tahun.
Saldo Kredit Harem : 999.737.485.000.000
Saldo yang bisa anda belanjakan : 1.235.000.000 dolar.
Poin peningkatan Kekuatan : 4
Kekuatan : 29
Vitalitas : 15
Semangat : 15
Kecepatan : 20
Kecerdasan : 40
Status : Setengah Dewa.
Keterampilan : ( Marketing, Manajemen, Memasak, Hacker ) Tingkat Ketrampilan semua meningkat menjadi 40 Poin.
Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.
Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]
Julian Memijat pangkal hidungnya " Baiklah, sekarang bukan waktunya bersantai, Mari Cari uang terlebih dahulu !"
Julian langsung bangun dan bergegas membersihkan diri, dia sudah merencanakan untuk membeli Sesuatu untuk Target Haremnya, karena Julian madih perlu banyak uang untuk membesarkan perusahaan pribadinya.
.
.
.
__ADS_1