
Nazil dan para anak buahnya masih mencari keberadaan Seila.
Ludin datang dengan tergesa - gesa, dia langsung menghampiri Nazil yang masih mencari Seila.
" Plaaaakkk !
" Apa saja yang kalian lakukan heh !, hamya mengawasi anakku saja kalian tidak bisa !, dasar idiot !!!" Ludin meraung marah.
Ludin marah sekaligus panik, karena dia tidak tahu harus bilang apa pada istrinya. Jika sampai istrinya tahu kalau Seila menghilang, dia pasti akan marah besar.
Ludian menghubungi semua kenalannya yang berada di Anarka, dia menyuruh semua kenalannya untuk membantu anaknya yang menghilang karena tersapu ombak.
...***...
Sementara itu Julian masih dengan santainya mengendarai mobilnya. Hingga akhirnya dia berhenti disebuah kafe.
Julian duduk disana dan memesan sebuah kopi. Dia ingin menikmati momen istirahatnya setelah 10 hari penuh tenaganya di kuras karena membuat Robot dan menggenjot para target haremnya.
Dia kemudian membuka Ponselnya, ketika dia melihat berbagai balasan di Wa-Nya Julian mengerutkan kening, dia menghela napas panjang saat Rafael dengan begitu Puitisnya merayu para target haremnya.
" Pantas saja mereka mau menerimaku, walaupun aku sudah memiliki banyak wanita !, ternyata pelakunya kamu Rafael !" Julian menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Rafael memang yang membalas semua Chat yang diterima Julian, dia selalu memberikan balasan pada para Wanita Julian dengan penuh perhatian dan rayuan. Karena itulah para target harem Julian semakin lengket padanya.
Julian membuka Aplikasi Ig -nya yang sudah lama tidak dia buka, betapa terkejutnya dia ketika begitu banyak Folowers -nya sekarang.
" Astaga !, apa ini benar - benar akun punyaku ?" Julian membuka - buka akunnya. Benar saja banyak sekali foto - fotonya yang sedsng bersantai di Mansion dan mengendarai mobil mewahnya.
Julian menghela napas " Rafael, Rafael !, kamu ini benar - benar menakutkan !"
Julian baru tahu sekarang jika semua akun miliknya telah di ambil alih oleh Rafael, sekarang Rafael di ibaratkan seperti Julian Versi dunia maya saja.
Julian melanjutkan berselancar di Ig- nya. Dia mengerutkan kening ketika melihat berita kecelakaan di pantai yang dikelola Okta.
__ADS_1
" Kasihan banget wanita itu !, katanya dia terseret ombak tinggi !"
" Aku melihatnya sendiri, dia terjatuh ketika mau melarikan diri !, dan akhirnya terseret ombak !"
" Astaga !, apakah sudah ada kabar dari tim SAR ?!"
Begitu banyak komentar yang membicarakan kejadian tersebut, sampai - sampai Julian terlihat marah. Karena nama salah satu Target Haremnya sedikit rusak.
Julian memanggil Rafael " Rafael !, apa kamu tahu kejadian ini ?"
Julian menaruh Ponselnya ditelinga agar semua orang mengira jika dia.sedang menelpon.
Rafael menjawab " saya tahu Tuan !, gadis itu tidak hilang !, dia yang menghilangkan diri !"
Julian mengerutkan keningnya " maksud kamu apa Rafael ?!"
" Tuan, saya sudah menyelidiki identitasnya, Nama gadis itu Seila Bowl, dia merupakan anak dsri Taipan Negeri Vlasir, kedatangannya kemari untuk berlibur !, Tuan lihatlah foto yang saya dapatkan !"
Julian langsung melihat foto yang di dapatkan oleh Rafael dalam Ponselnya.
" Kenapa dia melakukan itu ?" Julian kembali menempelkan ponselnya di telinga.
" Entahlah, tapi kemungkinan besar dia ingin hidup bebas dan tidak di bayang - bayangi nama Ayahnya !"
Julian mengangguk - anggukkan kepalanya mengerti, dia sudah sering mendengar dengan keanehan anak seorang Milyarder. Ada di antara mereka yang malah tidak senang dengan kehidupannya yang bisa memiliki apapun.
" Apakah kamu melihat sekarang dia dimana Rafael ?" Tanya Julian tanpa basa - basi.
" Tuan Lewis, dia kebetulan sedang mau kejalan raya, anda bisa mengejarnya jika pergi sekarang !"
Julian menghela napas, dia menaruh uang di meja dengan ditindih gelas dan beranjak dari tempat duduknya. Untuk segera menemui gadis itu.
Sementara itu seorang gadis sedang menggigil kedinginan " Brrrr... Syukurlah mereka tidak melihatku !"
__ADS_1
Gadis tersebut adalah Seila, dia keluar dari balik pepohonan dekat dengan jalan Raya, Ia berjalan dengan melipat tangannya di depan dada karena kedinginan.
Seila terus melangkahkan kakinya, entah kemana dia akan pergi.
Tiba - tiba Mobil Lamborghini Vaneno berhenti disampingnya. Seila menghentikan langkahnya dan mengernyitkan dahi.
Pintu Mobil terbuka, keluarlah Pria tampan dari Mobil tersebut.
Seila terkesima dengan ketampanan Julian yang di atas rata - rata pria pada umumnya, Ia juga terlihat maskulin sehingga Seila tertegun ketika melihatnya.
Julian melepaskan Jasnya, dia langsung memberikannya pada Seila. Sontak saja Seila tersadar.
" Siapa kamu ?" tanya Seila menyelidik.
Julian tersenyum " Julian Lewis !" Julian mengulurkan tangannya.
Seila hanya memandangi tangan Julian saja tanpa menyalaminya.
Julian menghela napas " tenang saja, aku bukan pria jahat, aku hanya ingin menolongmu, bukankah kamu tidak punya kenalan disini ?"
Seila terkejut dengan Julian yang tahu tentang dirinya " apakah kamu orang suruhan ayahku !"
Julian menghela napas lagi " Lihat ini !"
Julian menunjukkan foto Pantai yang dikelola oleh Okta " tempat itu salah satu investasiku, tapi kamu malah membuatnya buruk !, apakah kamu punya penjelasan untuk hal tersebut ?"
Seketika Seila menunduk malu, pasalnya dia tidak menyangka jika akan bertemu dengan salah satu pengelola pantai tersebut.
" Aku akan memaafkanmu jika kamu menjelelaskan apa maksudmu ini !, Ayo masuk !" Julian berjalan ke arah Mobil dan masuk.
Sementara Seila tertegun ditempatnya, dia masih tidak percaya dengan Julian. Karena Seila pikir kalau Julian punya Niat tersembunyi.
" Kenapa masih diam !, Ayo masuk !, atau kamu ingin aku menghubungi Ayahmu !" Julian mengancam Seila.
__ADS_1
Seila menghela napas, dia akhirnya mau masuk kedalam Mobil Julian. Seila menatap Julian dengan penuh tanda tanya ketika memasuki Mobil.
" kenapa pria ini bisa tahu aku disini ?, apakah dia mengikutiku ?" Batin Seila menyelidik.