
S1 mendekati E1 dsn menegurnya " Berikan Celanamu !"
E1 mengerutkan keningnya " Tuan jangan, aku masih perjaka !" ucapnya sambil menutupi selangkangannya.
S1 memuntahkan seteguk darah lagi, otot - otot di kepalanya menonjol keluar, dari kupingnya seolah keluar asap yang mengepul karena marah.
" Pletaakk !
" Duarr
E1 langsung terkapar di tanah, kepalanya benjol seperti pilem Sincan.
S1 melepaskan celana E1, betapa terkejutnya dia ketika melihat dalaman E1 yang dengan gambar Helo Kity dan Love kecil yang bertebaran.
S1 menggelengkan kepalanya, dia benar - benar tidak tahu harus berbuat apa denga ke absurd-an bawahannya itu.
Sementara itu di tempat Julian, Rafel kembali menghubunginya " Tuan !, Dom sudah tiba !"
Julian mengangguk mengerti, dia langsung menggunakan kecepatan Ekstrimnnya den menghantam E9 dengan sekuat tenaga.
" Duakk
" Groaaarr
" Bruuggg
Julian sengaja memukul di area jantung E9 dan menghancurkannya.
E9 yang terjatuh, tubuhnya menyusut menjadi kecil dengan lubang tepat di jantungnya.
S1 yang sudah memakai celana E1, dia langsung menoleh ke arah E9. Saat Melihat Julian yang masih berdiri tegap dia menggertakkan giginya.
" Brengsek !, Serang dia ! " E2 langsung menyerang dengan kekuatan kelenturan tubuhnya, pukulan Julian tidak ada rasa untuknya.
S1 yang melihat E1 yang masih tergeletak ditanah sambil menungging, dia menepuk jidatnya " punya bawahan tidak berguna memang menyakitkan !"
Terpaksa S1 menyerang sendiri, ia menerjang ke arah Julian " Mati kau !"
Pukulan S1 hampir mengenai Julian, tapi Julian malah tersenyum.
" Duak
S1 terkejut ketika pukulannya menghantam sesuatu, dia mendongak ke atas. Melihat orang setinggi dua meter yang menahan serangannya dengan tubuhnya.
Dom sudah datang, dia menembakkan laser dari matanya ke arah S1. Tapi S1 menghindar dengan melompat mundur.
" Dom ini !" Julian yang sedang memegang tangan E2. Dia menariknya sangat kencang hingga tangannya meregang seperti karet saja.
Dom langsung menembakan laser.
" Slaass !
".Argghhh
E2 meronta kesakitan ketika tangannya terputus oleh laser Dom. E2 juga melompat mundur.
__ADS_1
Julian menghampiri Dom dan tersenyum " Kerja bagus Dom !" Ia menepuk - nepuk tubuh Dom.
" Terimakasih Tuan Lewis !" ia sangat senang di puji Julian.
E1 bangun dari linglungnya " Bos sialan !, berani sekali dia memukulku !" E1 tidak menyadari jika S1 ada di depannya karena dia masih linglung.
" Apa kamu bilang !" S1 meraung marah.
E1 langsung tersadar, dia menoleh ke arah suara sambil tersenyum kecut " hehehe hanya bercanda Tuan "
" Kalau bukan situasi seperti ini aku akan mencekikmu sampai mati !, Cepat bantu kami !" perintah S1 tegas.
" Baik Tuan !" E1 langsung memghampiri S1 dan E2.
" Kalian nerdua lawan orang tinggi itu !, aku akan melawannya !".
" Ay Ay kapten !" Jawab E1 bersemangat. Karena dia belum tahu siapa lawannya itu.
" Ayo E2 !, aku seperti biasa menunggu dia lengah !" E1 eberikan perintah.
E2 yang sedang memgangi satu tangannya yang putus menghela napas berat, tapi ia tetap maju kedepan.
" Hujan Cairan asam !" E1 langsung menembaki Dom dengan Cairan asam.
Dom yang melihat cairan itu berbahaya langsung mengaktifkan mode perisainya. Perisa Transaparan keluar dari tubuh Dom dan membalutnya.
Cairan Asam yang mengeneai perisai Dom tidak bereaksi, karena Dom memang Counter dari E1 yang direkomendasikan Darius.
Cairan tersebut hanya seperti air saja yang mengalir kebawah dan saat jatuh ke aspal. Aspal tersebut meleleh seperti lilin.
Dom kemudianenembaki mereka dengan lasernya. tanpa henti - hentinya.
Sementara itu Julian sedang beradu pukulan dengan S1, keduanya saling menghantam. Walaupun pukukulan Julian yang mengenai S1 terus menerus.
Tapi anehnya S1 tidak tumbang - tumbang walau puluhan pukulan Julian berhasil mengenainya dengan telak.
S1 menghantam Julian dengan Keras. Julian reflek menyilangkan tangannya di depan dada.
Julian terseret puluhan meter, tapi dia masih berdiri dengan tegap.
" Sial !, kenapa dia sangat kuat sekali !" Gerutu Julian kesal.
" Wuzz
" Bang
S1 tidak membiarkan Julian berustirahat, tinju keduanya beradu dan mereka berdua sama - sama terhempas.
" Hoekk !" Julian memuntahkan seteguk darah. Begitu juga dengan S1.
" Hahaha... Apa cuma seperti ini kemampuanmu Manusia !" S1 berkelakar.
" Cih ! " Julian meludahkan darah di mulutnya dan mengusapnya.
" Swuzz
__ADS_1
Julian menerjang, pukulan Siku kembali mengenai dengan telak dada S1.
Tidak sampai disitu Julian langsung menghajar S1 bertubi - tubi tanpa berhenti, hingga tubuh S1 penyot - penyot.
S1 yang terkapar bangkit lagi, Julian sangat kesal karena S1 seperti tidak bisa mati saja.
" Rafael !, apa kamu sudah tahu kelemahan Monster ini ?" tanya Julian sambil menatap S1 yang sedang bangkit.
" Tuan !, setiap dia dihantam dadanya sepertinya dia akan langsung terkapar, mungkin kelemahannya jantung dia " Jawab Rafel menganalisis.
Julian menyunggingkan senyum, dia langsung menerjang kembali dan menghajar S1, kali ini sesuai arahan Rafael. Dia memukul dengan keras dada S1.
Tapi Julian terkejut, karena pukulan terkuatnya tidak mampu menembus dada S1.
S1 hanya akan tumbang dan bangkit lagi, Sementara itu Dom terlihat sudah memotong - motong E2 dan E1 dengan Lasernya.
Walau perisainya sedikit retak karena kegigihan mereka berdua.
Julian yang melihat Dom sudah selesai melawan mereka berdua, dia memanggilnya.
" Dom serang dadanya !" Teriak Julian keras.
Dom langsung menurut, dia menyerang dada S1.
Tapi betapa terkejutnya Julian, Laser Dom tidak mempan pada Dada S1 " Kenapa bisa begitu !?"
Julian bingung, padahal Laser Dom dia ciptakan dengan sangat kuat, tapi tidak bisa menembus dada dan bagian tubuh S1.
S1 menggertakkan giginya " Sudah cukup bermainnya !"
" Graaasrrrghhhh !"
Tiba - tiba tubuh S1 mengeluarkan Asap, tubuhnya yanga tadi hanya berwarana merah pucat saja, sekarang mulai berubah menjadi merah darah yang begitu pekat.
Giginya keluar taring, rambut putihnya langsung mengembang dan terlihat sangat tajam.
Tubuhnya berubah menjadi sangat kekar, di tambah ukurannya menjadi dua kali lipat dari ukuran tadi.
Celana yang dia ambil dari E1 langsung sobek - sobek, karena ukuran tubuhnya tidak muat.
' glek ' Julian terkejut dengan transformasi S1. Dia menelan ludah karena Julian yakin jika kekuatan S1 akan bertambah berkali - kali lipat dari yang tadi dia hadapi.
" Mati Kau Monster sialan, jangan ganggu Julianku !" Puluhan Cambuk darah Natali langsung melilit tubuh S1.
Anehnya cambuk darah Natali langsung melukai tubuh S1 yang kebal terhadap pukulan Julian dan Laser Dom.
Cambuk - cambuk darah Natali seolah menusuk masuk ke dalam tubuh S1.
S1 meraung kesakitan " Bajingan !, apa yang kamu lakukan padaku !"
".Arggghhh
" Arghhhhh
" Arghhhh
__ADS_1