System Harem

System Harem
Julian tidak Takut dengan Gyli Hansel


__ADS_3

Resty terlonjak kaget, dia menutup mulutnya tidak percaya sambil menitihkan air mata kebahagiaan.


Resty berpikir jika sekarang dia bisa mengejar Julian tanpa harus terhalang oleh ikatan darah. Perasaan Resty sungguh sangat lega, dia sangat bahagia ketika mendengar hal tersebut.


Melihat Wajah sumringah anaknya walau di barengai air mata yang menetes di wajah Resty, Lukas tersenyum simpul " Jika kamu menyukai Julian kejarlah Nak, Ayah akan mendukung, dengan begitu Ayah tidak akan merasa bersalah lagi pada kuarga Julian " ucap Lukas lembut.


Resty mengangguk - anggukkan kepalanya, dia memeluk Ayahnya yang sedang duduk bersender di ranjang rumah sakit " Terimakasih Ayah "


Kenyataan yang di dengar Resty adalah sebuah keajaiban menurutnya, di saat dia sedang tiidak percaya pada Pria manapun, datanglah Julian yang membuat sebuah harapan, walaupun awalnya dia merasa tidak berdaya jika mencintai Julian.


Tapi Fakta yang diberikan Ayahnya, membuat Gairah cintanya langsung tumbuh, dia tidak ragu lagi untuk mengambil keputusan, dia memantapkan tekadnya untuk bersama Julian apapun yang terjadi !.


Resty sangat yakin jika dia mampu bersaing dengan Wanita cantik di samping Julian, apalagi dia bisa menggunakan status sebagai saudara Julian untuk lebih dekat dengannya.


Rencana - rencana langsung tersusun rapi di pikiran Resty, dia sudah tidak sabar untuk mengejar Julian menggunakan rencana tersebut.


Sementara itu di dalam Mobil Julian " Huuuuaaaaaciiiih !" .


" Sial, apakah ada yang sedang membicarakanku ?, ah.. mungkin para Wanita itu yang sedang membicarakan aku " gerutu Julian didalam Mobilnya.


Julian tidak tahu jika Resty yang sedang membicarakannya, jika Julian tahu kalau Resty bukan Saudara kandungnya, ktomatis dia juga akan langsung mengembat Resty.


Tapi Julian tidak tahu itu, Julian masih menghargai persaudaraan di antara mereka, Julian tidak ingin menaklukkan sepupunya sendiri sebagai target Harem yang di takklukkan.


Julian yang sudah lama tidak mengecek status, dia kemudian memanggil System untuk melihat Saldonya yang sekarang setelah membelanjakan benerapa barang mewah pada wanita - wanitanya.


" System cek status !"


[ Status ]


Nama : Julian Lewis


Umur : 28 Tahun.

__ADS_1


Saldo Kredit Harem : 999.661.327.000.000


Saldo yang bisa anda belanjakan : 8.958.000.000 dolar.


Poin peningkatan Kekuatan : 81


Kekuatan : 39


Vitalitas : 25


Semangat : 25


Kecepatan : 30


Kecerdasan : 50


Status : Manusia Super.


Keterampilan : ( Marketing, Manajemen, Ekonomi, Piano, Dokter, Memasak, Hacker ) Tingkat Ketrampilan semua meningkat menjadi 50 Poin.


Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]


" Huffft...., aku hanya mendapat 100 Juta dolar saja hari ini " Julian menghela napas kecewa, karena dia hanya berhasil membelanjakan 1 Milyar dolar saja.


Itu juga karena dia membeli beberapa perhiasan untuk kejutan, dia sengaja tidak memberikannya secara bersamaan di Pusat perbelnjaan, karena dia ingin membuat target haremnya merasa spesial ketika mendapatkan hadiah tersebut.


Julian membeli perhiasan tersebut, ketika membawa Alina membeli Kalung Safir diamond, sebelum pergi Julian membeli 5 perhiasan lainnya tanpa sepengetahuan Alina, dan menyuruh Pelayan mengirimnya ke Mansion Julian.


untuk itulah Julian bergegas pulang karena tidak ingin Para target Haremnya yang menerima paket tersebut.


Tak berselang lama Julian sampai di Mansionnya, dia terkejut ketika melihat Brown yang sedang duduk diteras Mansion.


Julian turun dari Mobil dan menghampiri Brown, Brown beranjak dari duduknya, dia langsung menyambut Julian dengan membungkuk Hormat " Selamat datang Tuan Lewis " ucap Brown sopan.

__ADS_1


Julian menganggukkan kepalanya " Kenapa masih disini Tuan Brown ?"


Brown menjawab dengan ringan " Nona Alina madih disini, jadi saya harus menjaganya selagi anda tidak ada "


Julian terkejut, pasalnya dia megira jika Alina dan yang lainnya sudah pulang, ternyata mereka masih di mansionnya.


Ketika Julian mau masuk ke dalam Mansion, Brown menahan Julian " Tuan Lewis, bisakah kita bicara sebentar ?, ada sedikit masalah penting yang ingin saya bicarakan dengan anda "


Julian berhenti melangkah, dia membalik badannya menatpa Brown " Baiklah, mau bicara disini atau didalam saja ?" tanya Julian sopan.


" Disini saja, saya ingin bicara empat mata dengan anda " ucap Brown sambil mempersilahkan Julian duduk.


Julian mengangguk, dia duduk di ikuti Brown yang duduk juga.


Tanpa basa - basi, Brown langsung berbicara " Tuan Lewis Apakah anda mengenal Gyli Hansel ?"


Julian menggeleng " Aku tidak mengenalnya Tuan Brown, memangnya kenapa dengan dia ?, tunggu sebentar ! "


Julian mengambil Ponselnya, dia mengetik sesuatu di grup Fornas Elite ' Apakah di antara kalian ada yang mengenal Gyli Hansel ? ' tanya Julian dalam grup Fornas Elite.


Tidak butuh waktu lama untuk seseorang membalas ' Aku mengenalnya Tuan Lewis, dia pebisnis nomor 4 di Kota Fornas, apakah anda ada sesuatu dengannya ? '


Julian tidak langsung menjawab, dia hanya tersenyum, dan bertanya pada Brown " Memangnya ada apa dengan Gyli Hansel Tuan Brown ?"


Brown menghela napas " Apakah anda mengingat kejadian di Restoran di pusat perbelanjaan ?, Restoran tersebut milik Gyli Hansel, nampaknya Manajer yang anda pukuli melapor padanya, dan dia menyuruh orang bayaran untuk memberikan pelajaran pada anda !" ucap Brown sopan.


Julian mengerutkan keningnya " Bagaimana kamu bisa tahu jika dia akan menyerangku ?" tanya Julian penasaran.


Brown tersenyum kecut " Tuan Lewis, saya kepala pelayan Nona Alina, jadi saya bisa mendapatkan informasi dari anak buah Nona Alina, tentang apa yang akan terjadi dengan orang yang sedang dekat dengan Nona Alina, Apakah saya boleh menyelesaikan masalah ini untuk anda ?"


Julian tersenyum " terimakasih atas perhatian Tuan Brown, tapi kamu tidak perlu ikut campur, karena aku akan menyelesaikannya sendiri !" Julian menyeringai seperti iblis.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2