System Harem

System Harem
Alina Rose Agresif ?


__ADS_3

Brown yang melihat Julian seperti itu, dia sedikit terkejut karena dia baru pertama kali melihat Julian yang terlihat menakutkan.


" Baiklah kalau itu mau Tuan Lewis, saya tidak akan ikut campur " Brown langsung memberitahu Roks agar tidak ikut campur masalah Gyli Hansel.


Tentu saja Roks kecewa, dia yang awalnya ingin mendapat muka pada Brown, tapi malah suruh tidak boleh ikut campur, jadi dia hanya bisa pasrah saja.


Julian mengetik sesuatu di grup Fornas Elite ' Jika di antara kalian ada yang bisa menghancurkan perusahaan Gyli Hansel dalam satu hari, aku akan membuat Proyek dengan 1 Milyar dolar dengan Kalian ! '


Tentu saja semua Anggota grup Fornas Elitte yang meilhat pesan Julian terkejut, karena Julian dengan terang - terangan ingin menyerang Hansel grup.


30 anggota Fornas grup yang aktif semuanya tercengang, mereka bertanya - tanya apa yang telah di lakukan Oleh Gyli pada Julian.


Tiba - tiba sebuah balasan masuk dari Tod Stark ' Saya sanggup melakukannya Tuan Lewis, apakah anda bisa menjamin kompensasinya ? '


Julian tersenyum ketika melihat pesan tersebut, dia kemudian membalasnya ' tenang saja, aku bukan orang yang picik !, kamu bisa memegang kata - kataku ! '


' Saya percaya pada Anda, setelah masalah tersebut selesai saya akan menghubungi anda secara pribadi ' jawab Tod Stark.


' aku tunggu hasilnya ! ' Julian kemudian meninggalkan Obrolan Grup yang langsung menjadi ramai.


Julian tersenyum ke Arah Brown " Masalahnya sudah selesai !, jika sudah tidak ada yang ingin kamu bicarakan lagi masuk dulu ke dalam "


" Silahkan Tuan Lewis " Brown tidak menahan Julian lagi, karena dia hanya ingin mengatakan hal tersebut saja.


Brown menghela napas " Sudah kuduga jika Tuan Lewis tidak akan tertekan sama sekali, Hansel Grup sepertinya akan bangkrut " Brown menyimpulkan seperti itu karena dia yakin jika Julian akan menghancurkan Hansel grup.


...***...


Sementara itu di sebuah Kafe 5 anggota Fornas Elite sedang berkumpul untuk membahas kerja sama.


Seseorang yang melihat obrolan Fornas Elitte terkejut " Ramsey gawat !, kakak sepupu kamu sedang di incar Tuan Lewis !"


Orang yang di panggil Ramsey mengerutkan keningnya " apa maksud kamu Jeremi ?!" tanya Ramsey penasaran.

__ADS_1


" Lihatlah grup Fornas Elitte sekarang !" ucap Jeremi buru - buru.


Bukan hanya Ramsey, ketiga orang yang bersama mereka juga membuka Grup Fornas Elite.


Ketika mereka melihat Obrolan Julian dan Tod, mereka semua tercengang, karena merrka tahu jika Hansel Grup sedang dalam bahaya.


Stark Pictures merupakan perusahaan Nomor dua di Provinsi Anarka, Perusahaan tersebut hanya di bawah Rose Luxury dan Campbel grup saja.


Jika Stark Pictures mau menyerang Hansel grup jelas saja Hansel Grup akan langsung hancur begitu saja, mereka tidak mungkin bisa melawan Stark Pictures.


Apalagi yang menyuruh Stark Pictures adalah Julian, jadi Campbel Grup tidak akan berani menegur Stark Pictures, karena Noah tahu siapa Julian.


" Astaga !, Apa yang sudah dilakukan si bodoh itu hingga membuat Tuan Lewis marah ! " Bukannya menolong, Ramsey malah mengutuk Gyli Hansel, pasalnya dia tidak berani menyinggung Julian.


" Ramsey, apakah kamu tidak mau menolong Gyli ?" tanya Jeremi.


" Menolong apanya ?, yang ada Perusahaanku juga akan ikut dihancurkan oleh Tuan Lewis, dia memang saudaraku, tapi kalau lawannya Tuan Lewis aku bisa apa ?" Ucap Ramsey tidak berdaya.


" Aku juga sependapat, lebih baik cari aman dulu daripada keluarga Ramsey juga ikut terseret, nanti malah semakin repot urusannya !"


" Aku juga sependapat !"


Ramsey menghela napas, dia tidak menyangka jika Hansel Grup akan hancur begitu saja, setelah puluhan tahun berdiri di Kota Fornas.


Jeremi dan yang lainnya memberikan dukungan pada Ramsey, karena Ramsey akan menyaksikan salah satu keluarganya hancur.


Grup Fornas Elite sedang ribut, Tapi Julian dengan santai memasuki kamarnya.


Betapa terkejutnya Julian ketika melihat Alina yang sedang ada di kamarnya, hanya dengan mengenakan jubah mandi saja.


Alina yang mendengar suara pintu di buka, dia tersenyum ketika melihat Julian.


Alina menghampiri Julian yang sedang tertegun, dia menarik Julian masuk dan mengunci pintu.

__ADS_1


Julian buka suara " A..alina !, apa yang sedang kamu lakukan disini ?"


Alina tersenyum, dia melepas jubah Mandinya, hingga terpampang bentuk tubuh Alina yang tanpa sehelai benangpun. Kalung Safir Diamond menambah ke elokkan tubuh Alina.


' glek ' Julian menelan ludahnya, karena bukan cuma cantik saja, tubuh Alina sangat Proposional.


Gunung kembar dengan ukuran sedang yang masih padat, Goa yang bersih tanpa di tumbuhi rumput liar disekitarnya.


Alina mendekat ke arah Julian dan mengalungkan kedua tangannya di leher Julian " Julian, mulai hari ini aku akan menjadi milikmu seutuhnya " ucap Alina menggoda.


Julian menghela napas panjang agar tidak gugup, dia merangkul Pinggul Alina " Apakah kamu yakin Alina ? "


Alina mengangguk, tanpa ragu Julian langsung memagut bibir ranum Alina. Merka melakukan Hal tersebut beberapa menit.


Tangan Julian mulai bergerilya kesana kemari, menelusuri Kulit putih bersih nan Halus Alina. Hingga berakhir di gunung kembar Alina.


Julian memainkan Puncuk gunung Alina dengan lembut, Alina mulai merasakan sensasi yang aneh dalam tubuhnya.


Puncak Gunungnya menegang menandakan jika dia sudah mulai di kuasai libidonya.


Napasnya memburu bagaikan orang yang habis larai maraton, tapi sedikit lebih halus.


Alina melepas pakaian Julian dengan Paksa, ketika dia membuka Celana Julian, Alina terkejut Melihat Pusaka Julian yang sudah tegap berdiri layaknya Tombak.


Yang membuat Alina terkejut adalah ukurannya yang hampir sama dengan lengannya.


' Glek ' Alina menelan ludah karena baru pertama kali melihat benda tersebut secara nyata, apalagi di depan mukanya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2