System Harem

System Harem
Awal Bencana ?


__ADS_3

Pria tersebut diam tidak bergerak dengan mata yang terpejam.


Profesor C5 bersama dengan para bawahannya sontak saja panik. Karena mereka khawatir jika uji cobanya gagal lagi.


Anak buah Profesor C5 mendekati pria itu, Mereka langsung mendeteksi apakah pria tesebut masih hidup atau tidak.


Lima orang dengan tergesa - gesa membuka borgol pada pria itu. Tapi ketika mereka mau membuka Borgol. Pria tersebut membuka matanya dan menyeringai.


" Bruaakkk


Dengan sekali sentak borgol terlepas. Lima orang yang ada di tempat tersebut terlempar ke berbagai arah.


Profesor C5 yang menyaksikan hal tersebut dari balik kaca baja, terkejut " Cepat nyalakan gas penenang !"


" Tapi Tuan, didalam masih a..."


Salah satu anak buah Profesor C5 belum selesai bicara di bentak Profesor C5 " apa kamu mau membantahku !!"


" Tidak Tuan " si anak buah langsung menyalakan gas penenang.


Alasan anak buah Profesor C5 ragu menyalakan gas penenang, karena gas tersebut sudah di naikkan dosisnya untuk membuat para eksperimen yang mengamuk langsung tunduk.


Untuk itu gas penenang tersebut tidak bisa digunakan untuk manusia biasa, karena hal tersebut akan membuat mereka sesak napas dan paru - paru mereka langsung rusak.


Benar saja ketika gas penenang mulai dinyalakan, Lima orang yang ada didalam ketakutan, mereka semua langsung ke arah pintu dan menggedornya.


" Tuan C5 lepaskan kami !"


" Tuan toloong !"


" Tuan toloong !"


Mereka berlima terus meronta hingga lima menit kemudian suara mereka sudah tidak terdengar, karena kelimanya tewas ditempat.


Pria eksperimen juga terdiam sambil menundukkan kepalanya.


Profesor C5 menghela napas lega " Kita akan penjarakan dia di ruang isolasi dulu !, aku tidak akan menyia - nyiakan eksperimen berhargaku !"


Profesor C5 menyeringai penuh arti, dia yakin jika dengan eksperimennya tersebut bisa mewujudkan mimpi Markus dan Ludin.


Profesor C5 memimpin para bawahannya untuk menahan eksperimen yang diberikan kode nama Spesial 1.


Tapi ketika progesor C5 mendekat, Spesial 1 langsung mencengkram lehernya.


" Klaaappp !


Spesial 1 menyeringai " kamu pikir gas seperti itu bisa menundukkan aku Botak !?"

__ADS_1


Anak buah Profesor C5 terkejut. Mereka langsung berusaha menolong profesor C5 dengan memukul - mukul spesial 1 dengan benda yang ada ditempat tersebut.


" Pengganggu !" Spesial 1 menembakkan rambut putihnya seperti jarum.


" Wuzzz


" Clap


" Wuzz


" Clap


" Wuzz


" Clap


Anak buah Profesor C5 semuanya tumbang, karena rambut Spesial 1 menembus kepala mereka semua.


Hanya tinggal profesor C5 yang sedang ketakutan di cengkraman Spesial 1.


Spesial satu menyeringai " Karena kamu telah memberiku kekekuatan, akan kuberi kamu kematian yang tidak menyakitkan !"


" Krakk


" Pletaakk


Spesial satu tersenyum seperti iblis, dia langsung mengambil pakaian salah satu anak buah Profesor C5 dan memakainya.


E kode yang mendengar Alarm baru sampai ketika Spesial satu baru keluar dari ruang eksperimen.


Spesial satu menatap E kode dengan tajam " Mulai hari tuan kalian adalah aku !, jika ada yang berani membantah akan ku bunuh !"


Suara spesial satu menggema di lorong ruangan tersebut. E kode langsung berlutut satu kaki dan menyatakan sumpah setianya pada Spesial satu.


Spesial satu tersenyum senang, dia kemudian membawa E kode bersamanya untuk menyempurnakan rencananya.


Spesial satu berbeda dengan eksperimen Profesor C5 kebanyakan. Karena dia masih sejenis dengan Serum yang ditanamkan pada Natali. Hanya saja Serum yang di tanamkan dalam tubu Spesial satu hasil penelitian lanjutan dengan setengah data Serum yang diberikan pada Natali.


Kekuatan mereka berdua hampir sama, hanya saja Spesial satu memiliki beberapa kekuatan tambahan. Tidak seperti Natali yang hanya bisa meregenerasi tubuhnya dan mengendalikan darah saja.


Bisa dikatakan Spesial satu memang Spesial seperti namanya. Profesor C5 seharusnya tidak menanamkan Serum tersebut pada orang yang memiliki dendam yang sangat dalam Seperti Spesial satu.


Selepas kepergian Spesial satu, leher Profesor C5 yang patah melentur, dengan hitungan detik saja lehernya sudah pulih kembali.


Profesor C5 duduk sambil tersenyum " hahahaha.... Hancurkanlah dunia ini !, musnahkan semua yang kamu lihat dan aku akan membuat dunia baru impianku !"


...***...

__ADS_1


Sementara itu di Mansion Julian, dia sedang tidur di kamarnya. Karena akhirnya setelah sekian lama dia bisa tertidur lelap tanpa ada yang mengganggunya.


Julian terlelap sampai malam, sementara Seila yang masih tergolong baru di Mansion Julian, dia duduk di ruang keluarga bersama dengan Susan yang memang senang menonton drama di tv.


Seila tidak berbicara sepatah katapun, dia hanya ikut - ikutan Susan saja menonton tv untuk melepas bosannya.


Susan kemudian bertanya " Seila, bagaiamana kamu bisa bertemu dengan Julian ?"


Seila menggendikkan bahunya " dia tiba - tiba muncul di dekatku dan membawaku "


Susan mengerutkan keningnya " dan kamu mau saja ?, apakah kamu tidak takut dia akan berbuat jahat padamu ?"


Seila menghela napas " Entahlah, tiba - tiba saja aku langsung percaya padanya begitu saja "


Susan tersenyum kecut " Seila, kamu memang tidak salah, Julian memang mempunyai daya pikat dengan gadis, kamu lihat sendirikan para gadis bodoh yang mau menjadi haremnya itu ?"


Seila mengangguk " Mereka semua mungkin hanya menginginkan harta Julian, makanya mereka tidak masalah berbagi pria !"


Susan menggelengkan kepalanya " Kamu salah Seila, Jika ditanya masalah harta, Alina Rose, putri pemilik Rose Luxury tidak mungkin jatuh cinta padanya, mereka semua murni menyukai Julian karena sifatnya "


Seila mengerutkan keningnya " sifat yang bagimana ?, bagiku dia seperti pria kaya pada umumnya "


Susan tersenyum " Aku harap kamu tidak menarik kata - katamu lagi nantinya "


Ketika mereka berdua sedang berbincang, terdengar suara orang yang meraung - raung sambil terisak.


" Tuan, toloong lepaskan aku !"


Wan's dan Alpha sedang menyeret Ludin yang terlihat babak belur, kondisinya sangat memprihatinkan.


Susan dan Seila bergegas melihat apa yang sedang terjadi.


Seila terkejut ketika melihat ayahnya sedang di seret oleh Wan's dan Alpa yang masing - masing memegang tangannya.


" Ayah !!" Seila langsung mennghampiri Ludin.


" Brengsek !!, lepaskan Ayah !" Seila memukul - mukul Wan's dan Alpa yang sudah berpenampilan seperti Manusia pada umumnya.


" Seila, putriku kamu ternyata baik - baik saja " Ludin bernapas lega ketika melihat Seila, dia sekarang tidak peduli Wan's dan Alpa akan berbuat apa padanya.


Wan's dan Alpa.tidak menggubris Seila, mereka berdua terus saja menyeret Ludin ke kamar Julian.


Susan yang melihat Seila terus memukul - mukul Wan's dan Alpa sambil menangis, dia langsung menariknya dan menggelengkan kepala.


" Mereka hanya menuruti perintah Julian dan tidak akan mendengarkan perintah orang lain " Susan menjelaskan dengan sendu.


Seila menghapus air matanya " Julian brengsek !!!, lepaskan Ayahku !"

__ADS_1


Seila mengejar Wan's dan Alpa, dia sangat geram dengan Julian karena berani melukai Ayahnya.


__ADS_2