System Harem

System Harem
15 Robot selesai di Buat


__ADS_3

Liyana yang diberitahu Rafael, dia bergegas ke Mansion Julian, pasalnya Rafael mengatakan jika Celia sakit, jadi dia sangat cemas.


Saat masuk Mansion, dia di kejutkan dengan dua wanita baru yang ada di Mansion tersebut.


Liyana tertegun di tempat " Apakah mereka juga wanita Julian yang lain ?, Julian, apa kami saja tidak cukup untukmu ?" Liyana mendesah kesal.


Tapi walaupun begitu, dia tidak marah sama sekali, dia hanya sedikit kecewa saja jika tidak diberitahu kalau masih ada wanita yang lainnya.


Natali kemudian melihat Liyana yang tertegun didepan pintu, dia menyipitkan matanya " wanita lagi ?, apakah sekarang Julian memiliki dua orang kekasih ?"


Natali menebak - nebak siapa wanita yang dia lihatnya itu. Jika dugaan dia benar, berarti hidup Julian sekarang sudah sangat senang, artinya dia memang perlu ekstra berusaha untuk mendapatkan Julian kembali.


Natali menghela napas, dia mencoba untuk tetap tersenyum, karena baginya orang kaya yang memiliki dua orang kekasih itu sudah hal biasa.


Natali menghampiri Liyana " Halo, apa kamu mencari Julian ?"


Liyana tersadar " Eh... I...iya !" jawab Liyana sekenanya.


Natali tersenyum " Ayo masuk " Ajak Natali ramah.


Liyana mengangguk, dia mengikuti Natali, tapi dia baru teringat jika kedatangannya ingin menjenguk Celia. " Nona sebenarnya aku ingin bertemu dengan Celia, kata Julian dia sedang sakit "


Natali menghentikan langkahnya " Oh Celia, dia ada dikamarnya, apa perlu aku antar ?"


" Tidak usah Nona, biar aku kesana sendiri saja !" Liyana langsung bergegas ke kamar Celia.


Tentu saja hal tersebut meyakinkan tebakan Natali, Karena Liyana seolah tidak merasa risih sama sekali ketika masuk Mansion.


Susan yang daritadi memperhatikan mereka buka suara " Siapa dia Natali ?"


Natali menghela napas, dia kemudian menghampiri Susan yang sedang duduk di Sofa dan ikut duduk disana.

__ADS_1


" Entahlah Nona Susan, tapi sepertinya dia juga dekat dengan Julian " Susan berkata dengan sedih.


Susan mengerutkan keningnya " Wanita Julian lagi ?, astaga ... Aku pikir dia pria baik - baik !"


" Julian memang pria yang baik Nona Susan, mungkin dia seperti itu karena dulu kesal padaku dan sekarang dia mau membuktikan jika banyak wanita cantik yang mau dengannya !"


Natali diam sebentar kemudian melanjutkan " Aku memang wanita yang bodoh, diberi Priayang baik tapi malah lebih memilih Pria yang hanya menginginkan tubuhku saja, apakah ini yang disebut karma Nona Susan ?"


Susan menghela napas " Kamu ini selalu saja menyalahkan diri sendiri, Apakah Julian memang benar - benar sebaik itu ?"


Susan penasaran dengan Julian yang dulu, karena Natali seolah tidak bisa melupakan kejadian tersebut.


Setiap mengingatnya pasti Natali selalu menyalahkan dirinya sendiri. Padahal Susan pikir jika tidak ada Pria yang sebaik itu. Karena Darius saja, orang yang disukainya memiliki Pribadi yang menjengkelkan. Jadi dia pikir jika Julian sama saja dengan Darius.


Natali terdiam membisu, dia tidak menjawab lagi pertanyaan Susan, karena sekarang dia sedang mengenang masalalunya bersama Julian dulu.


***


" Kamu benar - benar tidak apa - apa Celia ?" tanya Liyana khawatir.


Celia menganggukkan kepalanya " Kepalaku hanya sedikit pusing saja "


" Syukurlah kalau begitu "


Liyana kemudian bertanya " Oh ya Cel, dua orang wanita yang tadi aku temui itu siapa yah ?, apa mereka juga Wanita Julian ?"


Liya yang sudah dekat dengan Celia, dia tentu saja tidak sungkan untuk berbicara terus terang. Karena mereka sudah memutuskan untuk saling berbagi Julian.


Celia menggelengkan kepalanya " Nona Susan sepertinya kekasih Kakak Julian, lalu yang satunya Natali, dia mantan istri Julian !"


" Oh Mantan istri. Tunggu dulu mantan istri Julian ?!" Liyana terkejut.

__ADS_1


Celia menganggukkan kepalanya " Ya, dia kemari bersama kakak Julian kemarin "


" Kakak Julian ? " Tentu saja Liyana bingung, karena selama ini Julian tidak pernah menunjukkan keluarganya sama sekali, tapi sekarang tiba - tiba kakaknya muncul, jadi Liyana sedikit terkejut.


" Iya, ngomong - ngomong kenapa kamu tahu jika aku tidak ke kafe ?" Celia mengalihkan topik pembicaraan.


Liyana menghela napas " Julian yang menghubungiku, katanya kamu sakit. Jadi aku langsung kesini, tapi melihat kamu baik - baik saja aku jadi lega "


Celia tersenyum senang, karena Liyana peduli padanya " terimakasih Li, kamu sudah mau peduli padaku "


" Kamu ini seperti sama siapa saja, kitakan akan jadi saudari !" Liyana berkata dengan mantap.


Celia tersenyum mendengar ucapan Liyana, karena faktanya mereka sudah tahu jika masing - masing di antara mereka sudah berhubungan badan dengan Julian sampai beberapa kali.


***


Di ruang bawah tanah, Julian dan Darius terus mengebut pembuatan Robot, Kali ini mereka mendapat tenaga tambahan dari Wan's yang sedang di ambil alih oleh Rafael, jadi pekerjaan mereka cukup cepat.


Pembuatan Robot yang dilakukan mereka berdua berlangsung hingga 10 hari lamanya, dan akhirnya mereka mampu membuat 15 Robot.


Para target Harem Julian semuanya sekarang sudah mengetahui apa yang sedang terjadi. Hanya Resty saja yang belum tahu tentang hal tersebut.


Walaupun awalnya mereka terkejut, tapi mereka akhirnya bisa menerima, karena mereka pikir jika Julian adalah seorang Pebisnis jadi dia memiliki banyak Musuh dan berinisiatif membuat pelindungnya.


Yang tidak diketahui mereka, jika Julian membuat Robot - Robot tersebut untuk melindungi mereka, karena dia bisa melindungi dirinya sendiri dengan System.


Selama 10 Hari Julian merasa kelelahan karena dia tidak bisa tidur. Bagaimana dia bisa tidur setiap dia mau tidur Celia ataupun Liyana yang kembali tinggal disana selalu memperkosannya. Ditambah Rosi, Okta, dan Alina yang setiap kali datang meminta jatah.


Julian terpaksa melayani mereka walau dengan sembunyi - sembunyi, entah itu di kamar mandi, di kamarnya, kamar kosong dan lainnya, Julian tidak bisa menolak karena di juga membutuhkan hal tersebut untuk tetap menjaga daya tarik target haremnya.


Yang paling menderita Natali, Entah kenapa jika Julian sedang bermain dengan Para target Haremnya. Natali pasti selalu mendengarnya.

__ADS_1


Natali hanya bisa menggertakkan giginya, padahal dia sudah menawarkan diri untuk dijamah Julian lagi, tapi Julian menolaknya dengan tegas. Jadi Natali hanya bisa menggigit jari saja, saat Julian sedang Bergelut dengan para wanitanya.


__ADS_2