System Harem

System Harem
Wan's Robot Pertama Tercipta


__ADS_3

Tanpa terasa Julian dan Natali semakin akrab saja, karena Natali yang begitu perhatian, Ia menuruti semua perintah Julian tanpa ada satupun yang terlewatkan.


Ke esokan harinya, Celia, dan Susan kaget karena tiba - tiba Darius berteriak " Sialan !, kenapa aku malah tertidur !!"


" Ada apa sih Darius ?, kamu bikin orang kaget saja !" Susan berkata sambil menghampiri Darius. Celia juga mendekati Julian yang masih bekerja di depan Computernya.


Darius menghela napas " Aku malah tertidur, padahal aku ingin menyelesaikan ini semalam !"


Susan melihat sebuah Robot dengan bentuk Manusia yang menggunakan bahan Tungsten, bentuk tubuhnya sudah sempurna, hanya kepalanya saja yang masih belum sempurna.


" Julian, maafkan Kakak !" Darius merasa bersalah karena tertidur.


Julian tersenyum " sudahlah, dari pada kakak merasa bersalah, pasangkan ini padanya dulu, Rafael ingin mengecek seluruh organ tubuhnya ada yang salah atau tidak !"


Julian melemparkan sebuah Chip dengan ukuran 3 Cm persegi, Darius menangkapnya dan menganggukkan kepala.


Darius langsung memasang Chip tersebut di pusat penggerak robot, yang ada di bagian otak robot.


Chip tersebut yang Notabenya digerakkan oleh Rafael langsung mengidentifikasi seluruh bagian tubuh robot.


Terlihat aliran listrik menjalar keseluruh bagian tubuh Robot, Rafael kemudian berbicara.


[ Penggerak tangan, Kaki, tubuh semuanya berfungsi !, memulai pemasangan data Kemampuan Robot !


...10%....,Data pertarungan jarak dekat Selesai !


...20%... Data Kemampuan menembak selesai !


...30%... Data Pengenal Tubuh Selesai !


...40 %.. Data Kecerdasan selesai !


...50 %...60%...70%..90%...100% Semua Data selesai di pasangkan ! ]


Mata Robot tersebut yang masih hanya satu buah saja, karena Darius belum selesai membuat sebagiannya terbuka.


Sinar Merah langsung mendeteksi tubuh Julian dan semua orang yang ada ditempat tersebut.


Robot itu beranjak dari tempat dia di buat, dia kemudian menghampiri Julian dan membungkuk Hormat " Tuan Lewis !"


Darius mendengus " Sial !, aku juga yang membuatmu Hei !"


Darius tidak senang karena hanya Julian yang mendapat perlakuan seperti itu, padahal dia juga berkonstribusi juga.

__ADS_1


Julian terkekeh " hehehe... Tenang saja kak, ini hanya lengenalan awal, selebihnya sudah aku dan Rafael setting untuk mengenal semua orang yang berhubungan denganku "


Darius mengehela napas " terserah kamu sajalah !" ucap Darius yang masih sedikit jengkel.


Celia menatap Robot tersebut, dan bertanya pada Julian " Ini Robot untuk apa Julian ?"


Julian tersenyum " untuk menjaga kalian !"


Sementara Darius masih jengkel karena dia tidak di akui Tuan oleh robot tersebut, Susan menegurnya agar tidak bersikap seperti anak kecil. Akhirnya Darius berangsur - angsur melupakan hal tersebut.


Natali kemudian datang, Ia yang sedari tadi membuat sarapan untuk mereka memasuki ruangan bawah tanah bersama Sebastian dan beberapa pelayan Mansion.


Sebastian menggelar tikar di ruangan tersebut, karena disana tidak ada meja makan, para pelayan dan Natali menarus sarapan di tikar tersebut.


Natali menghampiri Julian dengan tersenyum cerah, dia langsung merangkul lengannya " Julian, kita sarapan dulu yuk !" ajak Natali lembut.


Celia yang ada disamping Julian mengerutkan keningnya, melihat Natali yang seperti itu dan Julian tidak menolaknya sama sekali, padahal kemarin mereka seperti kucing dan anjing saja.


Susan dan Darius juga ikut heran, kenapa keduanya tiba - tiba sudah bermusuhan lagi, padahal kemarin Julian masih ketus pada Natali.


Darius dan Susan saling memandang, mereka menebak - nebak apa yang telah terjadi semalam dengan Julian dan Natali ketika mereka tidur.


Julian menghela napas melihat semuanya menatap seperti itu, dia melepaskan rangkulan Natali " Ayo sarapan dulu !" Julian menggandeng Celia.


Julian dan yang lainnya menuju sarapan yang sudah disiapkan, Sebastian kemudian pamit undur diri bersama pelayan yang lain.


Si Robot masih berdiri ditempatnya dengan patuh, karena Julian tidak memberinya perintah.


" Kakak, kira - kira nama yang cocok buatnya apa yah ?" tanya Julian sambil mengunyah makanannya.


Darius terlihat berpikir sebentar " emmm.... Karena dia ciptaan kita pertama bagaiman kalau Wan's !"


Julian mengrutkan keningnya " Bukankah seharusnya One ?"


" Ah..itu sudah biasa, Wan's lebih bagus !" Darius berbicara dengan bangga.


Julian mengehela napas " Ya sudahlah, terserah kakak saja "


Para Wanita hanya menyimak saja, karena mereka tidak tahu harus nimbrung apa dengan Obrolan kakak beradik tersebut.


Setelah selesai makan, Darius memasang bagian kepala Wan's yang tersisa dan wan's pun sudah sempurna, walaupun belum dibuatkan Kulit yang seperti Manusia untuk menyamarkan keberadaan Wan's nantinya.


" Julian, aku mau berangkat ke kafe dulu, aku ada janji dengan Liyana " Celia kemudian teringat dengan Janji temunya dengan Liyana.

__ADS_1


" Cup ! " Julian mengecup dahi Celia " ya sudah kamu hati - hati di jalan oke !"


Celia tersenyum dan mengangguk, dia langsung keluar dari ruangan tersebut dan ke kamarnya untuk bersiap - siap.


Sementara Julian dan Dsrius masih terus membuat Robot selanjutnya.


Di Luar Mansion Julian berjarak 200 Meter, terlihat sebuah Mobil yang sedang mengawasi Mansion tersebut.


Di dalam Mobil tersebut E3 yang datang sendirian ingin menangkap Natali. Ia pikir jika kekalahan E2 dan E1 hanyalah kebetulan saja, dan dia yakin jika mampu melawan Natali dan Julian.


Celia keluar dari Mansion dengan di antar Sopir, E3 menatap Mobil Celia sambil tersenyum.


Di ruang bawah tanah tempat Julian dan Darius yang sedang membuat Robot. Rafael memberi peringatan.


[ Tuan Lewis, Nona Celia sedang di incar seseorang ! ]


Julian menghentikan aktivitasnya, Darius juga sama " Perlihatkan orang tersebut !" Perintah Julian tegas.


Rafael langsung menunjukkan sebuah Mobil hitam dan seseorang terlihat dudalamnya.


" Astaga !, itu E3 Julian !" Darius langsung mengenali wajah E3 yang Notabenya Manusia ciptaannya bersama Profesor C5.


Bukannya panik, Julian terlihat menyeringai, karena dia punya sasaran untuk menguji coba kemampuan Wan's.


Darius mengerutkan keningnya, dia tidak tahu apa yang ada didalam pikiran Julian, seharusnya dia khawatir, tapi dia malah menyeringai senang.


" Biar aku saja yang menolong Celia !" Natali menawarkan diri untuk melawan E3.


" Tidak perlu !" Ucap Julian santai sambil bangkit dari tempat duduknya. Ia menghampiri Wan's yang masih berdiri di tempatnya.


" Wan's !, misi pertama untukmu !, selamatkan Celia dan bawa kepala orang yang mengincarnya !" Julian memberikan perintah untuk Wan's.


Darius sekarang tahu apa maksud Julian, dia ternyata ingin menguji coba kekuatan Wan's, apakah sanggup melawan para Mutan atau tidak.


" Dimengerti Tuan Lewis !" Wan's langsung bergerak, karena dia di setting dengan kecerdasan seperti manusia, jadi dia berjalan menghampiri pintu keluar.


Julian tersenyum " Rafael !, terus pantau Wan's dan Celia !"


Tentu saja Julian belum percaya sepenuhnya, dia ingin memastikkan apakah Wan's bisa menandingi para Mutan atau tidak, jika tidak tentu Julian akan langsung membantunya menyelematkan Celia.


Ilustrasi robot buatanJulian


__ADS_1


__ADS_2