System Harem

System Harem
Rafael Lebih dari sebuah Ai


__ADS_3

Rachel tertegun mematung di tempatnya, dia menatap Julian dan Celia yang sedang bermandikan peluh.


Mereka berdua terlihat menikmati pergelutan tersebut, ******* Celia membuat ruangan tersebut terdengar merdua.


Suara deritan ranjang tak kalah menambah perpaduan Suara, seolah kamar terdengar seperti Orkestra mini yang memadukan keintiman Julian dan Celia.


Jantung Rachel berdetak dengan kencang, pasalnya dia baru pertama kali melihat seorang pria yang sedang bergelut dengan Wanita.


Wajah Rachel memerah, tapi anehnya dia tidak meninggalkan tempat tersebut dan masih berdiri terpaku melihat adegan Panas mereka berdua.


Tubuh Rachel terasa panas, dengan reflek tangan kanannya memainkan gunung kembarnya sendiri, sementara tangan kirinya menyelusup masuk kedalam Goanya.


Rachel menggigit bibir bawahnya, libidonya sudah mulai naik, Rachel semakin intens memainkan goanya saat melihat Julian yang semakin gencar memompa Julian.


Hingga akhirnya Rachel menggellinjang, kakinya bergetar, di bersimpuh di lantai dengan napas yang terengah - engah.


Rachel baru tersadar saat dia sudah mencapai puncak " Astaga !, apa yang aku lakukan ?" gumam Rachel lirih.


Rachel malu pada dirinya sendiri, dia melihat tangannya yang tadi memainkan Goanya Sendiri, Cairan Cintanya menempel di tangannya.


Rachel menatap Julian dan Celia lagi yang masih bergelut dengan panas, dia menghela napas kemudian berdiri dan meninfgalkan ruangan tersebut.


Jika yang melihat kejadian tersebut Okta atau Liyana, pasti mereka akan ikut bergabung, kar3na mereka berdua sudah tidak peduli lagi dengan harga dirinya ketika berasama Julian.


Tetapi Rachel berbeda, walaupun daya tariknya sudah 95%, tapi dia masih belum berani bertindak agresive dengan Julian, pasalnya dia belum pernah berhubungan dengan seorang pria manapun.


Rachel menutup pintu, dia bergegas meninggalkan tempat tersebut untuk membersihkan dirinya, karena pakaian dalamnya basah oleh cairan cintanya sendiri.


Rachel masuk ke kamarnya dengan sedih " Julian, kenapa kamu tidak bilang padaku jika sudah memiliki kekasih ?, kenapa kamu melakukan ini padaku ?"


Rachel sedih karena dia bukan yang pertama untuk Julian, ternyata sudah ada orang lain yang lebih dulu memiliki Julian, padahal dia bermaksud ingin memberikan dirinya pada Julian agar menjadi yang pertama.


Tapi tetap saja, jika daya tarik Target sudah 95%, maka mereka akan sulit membenci Julian, walaupun Julian sudah menyakitinya seperti apapun.


Mungkin Ego Target Harem akan sedikit menguasai pikiran mereka, tapi Hati mereka sudah memberikan tempat kusus untuk Julian, jadi akan sulit bagi mereka untuk melupakan Julian.


Sementara itu di ruangan Computer Julian, dia terlihat sudah selesai menggarap Celia, dia hanya melakukan satu Ronde saja, karena Julian masih ingin mengobrol dengan Rafael.


Celia yang masih terengah - engah bertanya " Sayang, kenapa cuma satu kali saja ?, Hoss...hosss... "


' Cup ' Julian mencium kening celia dan tersenyum " Sedang banyak tamu disini, tidak enak jika mereka mencariku, malah aku sedang enak - enak denganmu "

__ADS_1


Celia menganggukan kepalanya mengerti, dia merasa ucapan Julian ada benarnya, toh masih ada banyak waktu untuk berduaan dengannya.


Celia tersenyum manis " Ya sudah, aku mau keluar dan membersihkan diri di kamar, jika kamu masih kurang aku menunggu kamu di kamar " ucap Celia sembari menempelkan gunung kembarnya dia punggung Julian.


Julian tersenyum kecut, dia tidak menyangka jika Target Harem yang sudah memilikk daya tarik 100%, akan begitu Agresive.


Celia juga tidak menunjukan rasa malu sedikitpun, dia seolah terkena genjutsu pusaka Julian.


Celia keluar dari Ruang Computer dengan wajah tersenyum senang, sementara Julian hanya menggelengkan kepalanya tidak berdaya.


" Baru Celia yang seperti itu, bagaimana jika yang lainya memiliki daya tarik 100% semuanya, bisa - bisa aku di hisap kering oleh mereka " Julian menghela napas panjang.


Julian beranjak dari ranjang, dia langsung membersihkan dirinya.


Setelah dia selesai, Julian duduk di hadapan Computernya, seketeika Computer tersebut menyala.


Terlihat Rafael yang sepsrti tersenyum pada Julian, Julian mengerutkan keningnya " Kamu kenapa ?" tanya Julian penasaran.


" Saya tidak apa - apa Tuan Lewis, saya hanya kagum saja dengan anda karena bisa menaklukan banyak wanita sekaligus " jawab Rafael santai.


Julian bertanya dengan curiga " Apa kamu tadi melihatku dengan Celia ?"


" Tuan Lewis, bukankah saya dudah pernah bilang, jika semua yang berhubungan dengan anda, saya pasti mengetahuinya " jawab Rafael mantap.


Julian terkejut " Astaga !, ternyata aku telah menciptakan sebuah Monster !, Rafael !, mulai hari ini kamu tidak boleh melihat kegiatanku di kamar tanpa persetujuanku !" ucap Julian mantap.


" Jika itu Mau anda, saya tidak akan menuruti perintah tersebut !" jawab Rafael.


Julian melakukan hal tersebut karena jika Rafael sampai melihat semua kegiatannya dengan para wanita haremnya, dia khawatir jika Rafael akan menyimpan Videonya.


Julian takut jika Rafael tidak sepenuhnya menurut padanya, pasalnya Rafael sangat cerdas, siapa tahu dia akan berbalik menyerangnya.


Sebenarnya Julian terlalu berhati - hati, secerdas apapun Ai, dia akan selau menuruti perintah pembuatnya.


Begutu juga Rafael, karena dia telah di ciptakan Julian, Rafael tidak akan pernah menghianati Julian, Karena Algoritma yang Julian buat, benar - benar mengikat dirinya dengan Rafael.


" Rafael, apakah kamu bisa membuat perusahaanku berkembang dengan cepat ?" tanya Julian memastikan.


" Sebelum Tuan mengatakan Hal tersebut, saya sudah membantu perusahaan anda agar dikenal dunia, saya juga sudah memberitahu Paul jika J-Aliance Foundation akan langsung Go international, di tambah saya sudah membeli beberapa perusahaan yang sedang kolep untuk menjadi cabang kita, saya sudah membeli lima perusahaan kecil dengan 100% saham kepemilikan dengan nama anda !" ucap Rafael menjelaskan.


Julian melebarkan rahangnya, dia tidak percaya jika Rafael tahu apa yang sedang dia inginkan.

__ADS_1


Julian kemudian mengecek System untuk memastikan uangnya " System Cek Status !"


[ Status ]


Nama : Julian Lewis


Umur : 28 Tahun.


Saldo Kredit Harem : 999.662.485.000.000


Saldo yang bisa anda belanjakan : 58.735.000.000 dolar.


Poin peningkatan Kekuatan : 68


Kekuatan : 29


Vitalitas : 15


Semangat : 15


Kecepatan : 20


Kecerdasan : 40


Status : Manusia Super.


Keterampilan : ( Marketing, Manajemen, Dokter, Memasak, Hacker ) Tingkat Ketrampilan semua meningkat menjadi 40 Poin.


Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.


Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]


Benar saja ketika Julian mengecek statusnya, uangnya berkurang 50 Milyar dolar, itu artinya jika Rafael benar - benar membeli perusahaan untuknya.


Julian mau bertanya, tapi Rafael buka suara lagi " Tuan Lewis, sebenarnya saya akan membeli sebuah Perusahan minyak di Quratar, tapi sayangnya uang anda tidak cukup, jika saldo anda cukup perusahaan tersebut sangat potensial menurut saya !"


Lagi - lagi Julian di buat terkejut oleh Rafael, pasalnya hanya dalam waktu beberapa jam saja Rafael sudah mendapatkan banyak sekali keuntungan untuk Julian.


Julian mencoba untuk tetap tenang, karena hal tersebut yang dia inginkan, dia memang bermimpi untuk menjadi seorang pebisnis yang dikenal diseluruh Dunia.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2