
Rafael membuat segalanya jadi mudah, Paul dan Samanta saja sampai terheran - heran. Mereka pikir jika Julian terlalu agresive dalam menjalankan bisnisnya.
Yang lebih membuat mereka berdua terkejut ketika Vladimir datang pada mereka dan mengatakan jika dia siap menerima tugas untuk melenyapkan para penghalang perkembangan J-Aliance Foundation.
Mungkin Samanta tidak mengenal Vladimir, karena dia hanyalah seorang wanita karir yang selalu ditugaskan dalam Rapat dalam ruangan.
Berbeda dengan Paul yang sudah sering menemui orang seperti Vladimir, dia jelas saja tahu siapa Vladimir.
Paul mengatakan pada Vladimir jika untuk saat ini J-Aliance Foundation baik - baik saja, tapi dia berjanji akan langsung menghubungi Vladimir jika ada masalah nantinya. Vladimir mengangguk mengerti, mereka bertukar Nomor untuk saling menghibungi nantinya. Setelah itu Vladimir langsung pamit undur diri.
Selepas kepergian Vladimir, Samanta yang penasaran siapa Vladimir itu, dia bertanya " Tuan Walker, siapa orang yang barusan kemari ?"
Paul menghela napas " Samanta, sepertinya kita tidak perlu takut pada apapun lagi. Penguasa kelompok bawah tanah Provinsi Anarka saja ternyata anak buah Tuan Lewis " .
" Penguasa Bawah Tanah ?, tunggu dulu, maksud Tuan Walker dia....?" Samanta bertanya sambil menebak.
Paul menganggukkan kepalanya " Kamu benar, dia Vladimir Lane, penguasa kelompok bawah tanah Provinsi Anarka, Artinya Tuan Lewis sudah memegang sisi gelap Provinsi Anarka !"
" Astaga ..!, ternyata Bos kita orang yang sangat kuat ?, pantas saja dia membuat gebrakkan seperti orang gila, tapi Anehnya yang dia lakukannya semua saling terhubung, J-Aliance Foundation juga sekarang semakin kokoh, ditambah perusahaan Minyak Bumi dari Provinsi Quratar !, sungguh pria yang sangat mengagumkan !" ucap Samanta terkagum - kagum.
Paul tersenyum kecut " Mungkin ini juga alasan kenapa Tuan Lewis tidak ingin menonjolkan dirinya, karena jika dia memperlihatkan statusnya bukan tidak mungkin jika Tuan Lewis akan langsung di puja oleh para pebisnis lain, aku yakin jika Tuan Lewis melakukan ini semua untuk memilah mana Pebisnis yang benar bisa dia andalkan dan mana yang merugikannya !"
Samanta mengangguk " Saya sepakat dengan anda Tuan Walker !, pemikiran Tuan Lewis sudah jauh didepan kita !"
Mereka berdua menyimpulkan seperti itu karena faktanya semua tindakan Julian seolah sudah tersusun rapi.
__ADS_1
Dengan bergabungnya Vladimir bukan tidak mungkin jika Minyak Bumi dari Provinsi Quratar bisa di suplai masuk ke provinsi Anarka menggunakan koneksi Vladimir.
Pikiran kedua orang kepercayaan Julian itu beputar cepat, mereka berdua mulai menebak - nebak Plan - Plan yang akan dilakukan Julian nantinya.
Mereka berdua tidak tahu saja, jika Julian tidak pernah berpikir kesana, pikiran dia sekarang hanya fokus saja untuk membelanjakan Saldo target Haremnya yang masih berlimpah.
...***...
Sementara itu dikediaman Rosi, dia sedang mengobrol dengan Ayahnya diruang keluarga, karena kebetulan Ayahnya sedang tidak bertugas.
Rosi kemudian perlahan menyampaikan keinginan Julian pada Ayahnya " Ayah, apakah aku boleh meminta sesuatu pada Ayah ?" tanya Rosi lembut.
Walcot Dail, Ayah Rosi mengerutkan keningnya sambil menutup sebuah buku yang sedang dia baca " Apakah uang jajan kamu sudah habis ?, bukankah Ayah baru memberinya kemarin ?"
" Bukan itu Ayah, ada yang lebih penting lagi " jawab Rosi serius.
Rosi tersenyum cerah " Jika ada orang yang ingin merubah Provinsi Anarka agar lebih baik lagi, apakah Ayah mau membantunya ?"
Walcot mengernyitkan dahinya " tidak usah bertele - tele, cepat katakan apa maksud kamu Rosi ?" Walcot bertanya dengan serius.
Rosi kemudian menjelaskan semua yang dikatakan Julian padanya waktu dia meminta tolong padanya, dia menjelaskan secara detail dan tidak menambahi atau mengurangi semua perkataan Julian.
Walcot terkejut karena anaknya sekarang bergaul dengan seorang pebisnis, biasanya dia malas berurusan dengan Bisnis, tapi ketika dia membahas keinginan Julian, Rosi terlihat sangat bersemangat.
" Apakah Ayah mau bekerja sama dengannya ?" tanya Rosi setelah menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Walcot menghela napas " Apakah kamu yakin jika dia dapat dipercaya ?, Rosi, tidak mudah untuk merubah Provinsi Anarka yang sudah separuh lebih masuk dalam sisi gelap, jika kita ingin membersihkan sisi gelap tersebut, setidaknya kita butuh waktu, tenaga dan yang pasti uang tanpa batas !, apa kamu pikir dia mampu untuk melakukannya ?"
" Kalau masalah itu kurasa dia mampu melakukannya, aku sangat yakin dengan hal itu Ayah, Apakah Ayah sudah mendengar tentang J- Aliance Foundation yang beberapa Bulan ini sedang menjadi pembahasan seluruh Provinsi Anarka ?, dialah pemiliknya !" ucap Rosi penuh keteguhan.
Walcot tercengang " Kamu berteman dengan pemilik J - Aliance Foundation ? "
Rosi menganggukkan kepalanya " Bukan hanya berteman, aku juga ...." Rosi menundukkan kepalanya malu - malu.
Walcot tidak percaya jika anaknya jatuh Cinta pada pemilik J- Aliance Foundation, karena Rosi sebelumnya tidak pernah jatuh Cinta pada seorang pria sebelumnya.
Tapi Walcot sedikit tahu tentang J- Aliance Foundation karena akhir - akhir ini perusahaan tersebut sedang menjadi Topik hangat disemua kalangan pebisnis dan Pejabat tinggi Provinsi Anarka.
Walcot menghela napas " Apakah kamu bisa mengajaknya kesini untuk berbicara dengan Ayah secara pribadi ?, biar Ayah menilainya secara langsung "
Rosi tersenyum senang " Tentu saja Ayah !, aku akan menghubunginya, tapi karena dia sangat sibuk mungkin aku butuh waktu untuk mengajaknya kesini "
" Terserah kamu saja !" Walcot kemudian meninggalkan Rosi, dia pergi dari Ruang keluarga dan menuju halaman.
Walcot menghubungi Wakilnya untuk melihat semua data J - Aliance Foundation, dia ingin tahu perusahaan seperti Apa J - Aliance Foundation itu, apakah itu perusahaan diktaktor atau perusahaan yang seperti dikatakan Rosi.
" Anakku bisa tertarik padanya, seharusnya dia pria yang menjanjikan, tapi aku ingin melihat sepiawai apa dia ? dan jika niatnya untuk mengubah Provinsi Anarka menjadi lebih baik lagi, seharusnya dia memprioritaskan untuk menemuiku !" Gumam Walcot setelah menelpon anak buahnya.
Walcot tidak mau salah langkah, karena baginya kebenaran di atas segalanya, jika Julian berani menyembunyikan sesuatu padanya, dia tidak akan segan untuk menjadikan Julian sebagai musuhnya, karena dia tidak ingin dijadikan alat oleh seorang Pebisnis. Soalnya bagi Walcot Provinsi Anarka bukan tempat untuk bertumbuhnya para Tiran Kota.
.
__ADS_1
.
.