System Harem

System Harem
Olahraga Sebelum Ke Pesta


__ADS_3

Setelah selesai mengobati Luka, Liyana menyiapkan sebuah makanan cepat saji untuk Julian, pasalnya mereka berdua belum makan siang saat di pantai.


" Makan seadanya yah Julian, Aku tidak bisa memasak soalnya, Hihihi .." Liyana menertawakan dirinya sendiri.


Julian tersenyum " Aku tidak memilih - milih makanan santai saja, tapi lain kali aku akan memasakan sesuatu buat kamu " jawab Julian santai.


Liyana terkejut " Kamu bisa masak Julian ?"


" Tentu saja " Jawab Julian sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.


Liyana semakin kagum dengan Julian, karena baginya Julian sangat sempurna, sudah Tampan, Kaya, Jantan dan Juga bisa memasak.


Tentu saja hal tersebut membuat semua Wanita akan tertarik pada Julian, tanpa terkecuali Liyana juga.


Liyana sangat senang karena bisa mengenal Julian, ternyata kehidupannya yang selama ini kelam, nyatanya tidak seburuk itu setelah dia mengenal Julian.


Julian buka Suara lagi " Nanti malam kamu mau aku ajak ke pesta Liyana ?, soalnya aku tidak memiliki pasangan " Ucap Julian sendu.


' uhuk, uhuk ' Liyana tersedak makanan, karena dia terkejut Julian mengajaknya ke pesta sebagai pasangannya.


" Minum dulu !" Julian mengusap - usap punggung Liyana.


Liyana mengambil minuman yang di sodorkan Julian, dia menghela napas lega setelah menenggak segelas air.


" Tadi kamu bilang apa ?" tanya Liyana memastikan.


" Temani aku kepesta, itu juga kalau kamu mau, kalau kamu sibuk ya...."


Julian belum selesai bicara, Liyana langsung menjawab " Aku mau !, aku juga tidak sibuk !" Liyana terlihat bersemangat.


Julian tersenyum " Baiklah, ngomong - ngomong apa aku sekalian berangkat dari sini saja dengan kamu, Mau pulang juga sudah jam berapa ini ?" Julian melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul 4 Sore.


" Boleh Kok, tapi apa kamu bawa baju ganti ?" tanya Liyana bingung.


Julian tersenyum " tenang saja, aku memesan baju Ganti Online tadi "


Liyana terkejut, dia lagi - lagi tersipu, pasalnya jika Julian sudah memesan baju ganti, berarti dia menebak jika dirinya akan mau pergi bersama ke pesta.


" Julian ih... !" Liyana menggembungkan pipinya karena kesal di kerjai Julian.


" Hahaha... Maaf, jikapun kamu tidak mau pergi juga tidak masalah, aku cuma akan menumpang mandi saja " Ucap Julian sembari tersenyum.


" Siapa bilang aku gak mau !" jawab Liyana santai.


Julian mengulas sebuah senyum, dia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Liyana.


Liyana terkejut, Jantung Liyana berdetak dengan kencang.


" Astaga, apakah Julian akan melakukan hal tersebut denganku ?, aku harus bagaimana ?" gumam Liyana dalam hati gugup.


Liyana memejamkan matanya, dia seolah tidak menolak sama sekali dengan tindakan Julian, Tapi Julian hanya membersihakan makanan yang menempel didekat mulut Liyana.


Liyana tercengang, dia membuka matanya, Julian terlihat tersenyum padanya.


Liyana kembali tersipu, pasalnya dugaan dia salah, ternyata Julian hanya membersihkan sisa makanan di dekat mulutnya, padahal dia sudah bersiap - siap, Entah kenapa Liyana sedikit kesal pada Julian. Tapi Liyana mencoba tetap tersenyum.

__ADS_1


Julian juga sebenarnya tahu apa yang ada di pikiran Liyana, tapi dia sengaja ingin membuat Liyana penasaran padanya, Jadi dia melakukan hal tersebut.


Tak berselang lama pintu diketuk seseorang.


" Tok


" Tok


" Tok


" Pakeeettt !!" teriak kurir.


Liyana tersadsr dari lamunannya, dia langsung beranjak dari duduknya " Biar aku saja yang ambil !"


Julian menganggukan kepalanya, dia duduk dengan santai sembari membalas pesan dar para Target Haremnya.


Liyana sudah kembali, dia membawa dua buah Paket ditangannya " Julian, ini apa saja ?, kok dua ?"


" Bukalah " Jawab Julian santai.


Liyana mengerutkan keningnya, dia duduk dan membuka isi paket tersebut.


Paket yang pertama berisi setelan Tuxedo Biru untuk Julian.


Liyana tersenyum " Ini sangat bagus Julian, kurasa kamu sangat cocok memakainya " Ucap Liyana sembari menentengkannya pada tubuh Julian.


" Bukalah yang satunya " Ucap Julian lembut.


Liyana mengangguk, dia menaruh Tuxedo Julian dan membuka paket yang satunya.


Julian menganggukan kepalanya sembari tersenyum " Ya.. itu untukmu, aku tidak tahu warna kesukaanmu jadi aku samakan saja dengan warna Tuxedoku, aku harap kamu menyukainya Liyana "


Liyana mengangkat Gaun Biru yang Julian belikan untuknya, gaun tersebut sangat indah, ditambah ukurannya pas dengan tubuh Liyana.


Mata Liyana berkaca - kaca, karena dia belum pernah mendapat hadiah dari seorang pria, apalagi sebuah gaun.


Waktu dia pacaran sama Jake saja, kebanyakan Liyana yang mengeluarkan uang, jadi tidak heran jika Liyana terharu oleh pemberian pertama Julian.


" Aku sangat menyukainya Julian !, Terimakasih " Liyana langsung menghambur ke pelukan Julian.


Julian menyambutnya dengan senang hati, Saat gunung kembar Liyana tanpa sengaja menyentuh dada Julian, dsrah Julian berdesir.


Si Joni yang tadi terlelap seketika berontak, dia dengan gagah bangun dari tidurnya.


" Gawat !, aku tidak bisa menahannya lagi !" gumam Julian dalam hati.


Julian memegang kedua bahu Liyana dan menatapnya " Aku yakin gaun tersebut akan membuat kamu semakin Cantik Liyana "


Liyana tersipu, tiba - tiba " Cup !" Julian mengecup Bibir Liyana.


Liyana membelalakan matanya karena Julian tiba - tiba memagutnya, tapi Liyana tidak menolak.


Julian memasukan daging tak bertulang pada mulut Liyana.


Liyana menyambutnya dengan senang Hati, mereka berdua menikmati Momen tersebut.

__ADS_1


Julian melepaskan pagutannya, Liyana terlihat terengah - engah karena pagutan yang berlangsung beberapa menit tersebut.


Liyana yang libidonya sudah naik, dia mendorong Julian.


Julian terbaring di sofa, Liyana dengan sangat berani melucuti pakainnya sendiri hingga dia tidak mengenakan sehelai benangpun.


Julian terkejut dengan pemandangan yang di lihatnya, gunung kembar seukuran genggaman tangan, terlihat puncaknya telah mengeras.


Liyana melucuti pakain Julian, Julian hanya menuruti semua instruksi Liyana.


Setelah keduanya tidak mengenakan sehelai benangpun, Liyana langsung menyosor Julian lagi.


Julian dengan senang hati menyambut hal tersebut, tangan Julian bergerak kesana kemari, hingga berhenti di gunung kembar Liyana.


" Mmmmpppphhhh


Liyana mulai mengeluarkan ******* tertahan, Julian langsung membalikan Liyana.


Dia melihat wajah Liyana yang sudah merah padam karena birahi yang sudah sangat membuncah.


" Julian ..."


Julian tersenyum, dia mengusap Goa Liyana yang terawat rapi karena tidak ada rumput Liar yang tumbuh di sekitarnya.


Secara perlahan Julian menuntun pusakanya masuk kedalam Goa.


Liyana terkejut karena goanya terasa begitu sakit, dia berteriak kecil sembari meremas sofa.


" Errggghhhhh


Perlahan - lahan pusaka Julian masuk, terasa sebuah robekan saat pusaka Julian menabrak sesuatu.


" Arghhhhh !" Liyana berteriak kesakitan, air matanya sedikit menetes.


Julian mendiamkan pusakanya sebentar, tapi Liyana memegang pinggul Julian dan menyentak.


" Errrgghhhh !" Liyana Membelalakan matanya, saat Pusaka Julian sepenuhnya masuk dalam Goanya.


Julian merasakan ada sesuatu yang mengalir disela - sela pusakanya, dia melihatnya ternyata darah perawan Liyana yang merembes keluar.


Julian tersenyum, dia dengan Lembut memompa Liyana, awalnya Liyana terlihat kesakitan.


Tapi tak berselang lama Liyana mulai menikmati hal tersebut.


Liyana malah sekarang berinisiatif menggoyangkan pinggulnya, sontak saja Julian langsung bersemangat.


Julian memompa Liyana dengan penuh gairah.


Mereka melakukan hal tersebut hanya dua ronde saja, pasalnya Julian teringat akan membawa Liyana kepesta, jadi dia tidak mau membuat Liyana tidak bisa berjalan nantinya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2