System Harem

System Harem
Andalas


__ADS_3

Andalas tempat para Jenius berkumpul disana, banyak orang yang menciptakan sebuah maha karya dan dipamerkan Disana, Jika beruntung mereka akan mendapatkan Investasi yang cukup besar dari para sponsor.


Sebuah gedung pencakar langit yang terlihat menjulang lebih tinggi dari gedung lainnya terlihat sangat ramai.


Banyak ilmuwan dari berbagai Negar berkumpul disana untuk memperlihatkan karya mereka.


Kebetulan hari ini adalah hari dimana acara pengenalan karya berlangsung.


Karya yang masuk dalam tiga besar akan mendapatkan Sponsor besar dan berhak memproduksi masal karyanya itu.


Berbagai macam inovasi Robot ada ditempat itu, dari Robot tipe petarung, kebersihan hingga Robot Militer pun ada disana.


Seorang pemuda berkacamata dengan di dampingi Pria Gemuk dan Kurus datang juga ketempat tersebut.


" Tuan Kenji, apa perlu kita ikut acar seperti ini ?, kami bisa mencarikan uang untukmu tanpa mengikuti acara seperti ini !" Si kurus terlihat tidak senang dengan acara tersebut.


" Kamu ini selalu saja mengeluh Thin !" gerutu si gemuk.


" Ayolah Fat !, ini acara sampah yang dilakukan orang - orang bodoh, tuan Kenji tidak layak ada disini " Ucap Thin dengan nada malas.


" Kalian berdua diamlah !" Pemuda itu buka suara.


Seketika Fat dan Thin langsung terdiam, mereka seolah takut dengan pemuda berkacamata itu.


Kenji bertanya " Ray, Dark dan Yellow apa mereka belum sampai juga ?" tanyanya sambil berjalan memasuki gedung tersebut.


" Harusnya mereka sudah datang tadi pagi, mungkin mereka bertemu masalah di jalan " Fat menjelaskan dengan santai.


" Kita tunggu mereka disini !" Kenji duduk di sebuah kursi yang sudah di siapkan di lantai satu yang merupakan tempat beristirahat para ilmuwan.


Kenji Adachihara di pemuda yang hidupnya hanya bergelut dengan penelitian dan penciptaan sebuah robot, Otaknya hampir menyamai kecerdasan Rafael.


Fat merupakan Robot ciptaannya, begitu juga dengan Thin. walaupun mereka robot tapi mereka memiliki pemikiran layaknya manusia, yang bisa mengerti lawan bicaranya.


Tahun Lalu Kenji memenangkan Acara tahunan itu karena menciptakan keduanya, meskipun dulu mereka berdua belum sempurna seperti sekarang.

__ADS_1


Tak berselang lama mereka menunggu, Dark dan yang lainnya sampai ketempat itu, mereka bertiga langsung menyapa Kenji secara bersamaan.


" Kenapa kalian terlambat ?" tanya Kenji datar.


" Seperti biasa tuan, Yellow tiba - tiba menghilang dari penjagaan kami " Dark menghela napas berat.


Kenji menatap Yellow dengan tajam " Perbaikilah sikapmu itu !, atau aku akan membongkar mu lagi !"


" Aku hanya ingin bermain tuan Kenji, mereka berdua tidak ada yang mau bermain denganku " Yellow merajuk seperti anak kecil saja.


Kenji sebenarnya sedikit terkejut dengan perubahan sifat Yellow, pasalnya ketika dia membuatnya sifatnya di buat seperti yang lainnya, tapi entah kenapa sifat Yellow seperti anak kecil yang sangat manja.


...***...


Di Mansion Julian, dia sedang bersama Darius melihat sebuah layar Virtual yang dikirimkan Rafael ketika dia menggunakan tubuh barunya yang di buatkan oleh Darius dan Julian.


Rafael di kirim ke Andalas untuk membeli beberapa suku cadang Robot dan sekalian melihat Acara kompetisi Robot seluruh dunia di Andalas.


" Rafael apakah disana ada Robot yang mirip dengan manusia ?" tanya Darius sambil memperhatikan Video yang di tangkap oleh penglihatan Rafael.


Darius menghela napas lega, Karena dia juga tidak mau jika ada pembuat Robot yang sama seperti dirinya dan Julian. Karena dia yakin kalau ada pembuat Robot seperti itu pasti akan merepotkan kalau dia memiliki pemikiran untuk menguasai dunia.


" Julian, kamu disini ternyata " Rosi langsung bergelayut manja pada Julian dan Mengecup bibirnya.


Tingkah Rosi sangat aneh, dia seperti cacing kepanasan saja, wajahnya juga merah merona.


Julian mengerutkan keningnya " Kamu kenapa Rosi ?" tanya Julian sambil menahan Rosi yang terus nyosor padanya.


Darius menghela napas " Dia kebanyakan hormon Julian, bawa dia ke kamar sana !"


Julian juga menghela napas, karena memang Rosi sekarang sering seperti itu, mungkin itu wajar karena Rosi sudah bermain dengan pusaka - pusakaan miliknya, dia hanya ingin bermain dengan punya Julian saja.


Julian bukannya membawa Rosi ke kamar malah membawanya ke kamar mandi Lab.


Darius berteriak " Julian brengsek !, jangan main di situ astaga !"

__ADS_1


Benar saja belum lama Darius berteriak memaki Julian, sudah terdengar raungan manja Rosi dari kamar mandi, membuat Darius menjadi kehilangan Moodnya.


Alasan Darius jarang masuk ke dalam Mansion Julian dan lebih senang di Labnya, ya karena dia sering mendengar raungan manja para wanita Julian di berbagai tempat. Untuk itulah dia malas ke dalam Mansion dan lebih suka menghabiskan waktunya di Lab. Susan juga kurang lebih seperti itu, tapi akhir - akhir ini dia sudah sering pulang kerumahnya karena hubungan dia dengan Darius sudah direstui. Jadi Darius sekarang lebih sering sendirian di lab, Walaupun kalau malam hari pasti Susan pulang dan menemui penghangat malamnya.


Suara ******* Rosi semakin keras saja ketika Julian mempercepat gerakannya, Darius sampai di buat tidak berdaya mendengarkan ******* - ******* Rosi.


" Brengsek kamu Julian !" Darius langsung meninggalkan tempat itu dan lebih memilih memantau Andalas di halaman.


Sementara itu di kamar Mandi Lab, Rosi sudah bermandikan keringat karena dia di garap solo oleh Julian.


" Julian ...


Ucapnya penuh dengan kenikmatan, walau mulai ada sedikit rasa perih disana.


Julian semakin memompa cepat Rosi, Rosi mulai merasakan perih yang lebih Karena gesekan Goa dan Pusaka Julian yang begitu cepat. Setelah hampir satu jam berlalu.


" Juliaaannn !!" Rosi berteriak sambil mencengkram Julian dengan erat, menandakan jika dia sudah mencapai puncak.


Walaupun Julian belum mencapai puncak, dia menghentikan pompaannya, karena dia sadar kalau Vitalitasnya sekarang bukanlah manusia biasa, jika dilanjutkan takutnya membahayakan Rosi.


" Apa kamu sudah puas ?" Julian mencabut pusakanya dan mencium kening Rosi.


Rosi mengangguk sambil tersenyum. Julian kemudian membersihkan tubuh Rosi dan mengenakan pakaiannya kembali dan membawanya kedalam Mansion.


Ketika baru keluar dari lab, Darius yang melihat Julian mencibir " Dasar Adik laknat !" ucapnya ketus.


Julian hanya nyengir kuda saja, sementara Rosi yang merangkul leher Julian sambil di bopongnya menjulurkan lidah ke arah Darius.


Darius menggertakkan giginya, kalau ada Susan mungkin dia akan melampiaskan hasrat bersamanya, tapi karena tidak ada ya hanya bersabar dan menunggu Susan datang.


Celia yang sudah tidak bekerja karena di larang Julian, dia mengerutkan keningnya ketika melihat Julian membopong Rosi ke kamarnya.


Celia menebak jika Julian habis menggarap Rosi, karena setiap wanita Julian yang di garap Solo olehnya pasti akan kesulitan berjalan.


Yang di pandang Celia bukannya wajah Julian, melainkan celananya, benar saja Celana Julian menggembung menunjukkan jika pusakanya masih belum puas bermain.

__ADS_1


Semua Wanita Julian sudah hafal dengan kebiasaan Julian, karena hanya dengan mereka bersama - sama saja setidaknya bisa membuat Julian mencapai puncaknya.


__ADS_2