System Harem

System Harem
Musuh Baru ?


__ADS_3

Rafael masih senang bermain - main dengan para Hacker, karena dia sudah mengutus Ai Cloningnya untuk mengurus perusahaan dan membalas pesan para wanita Julian.


Ya Rafael sekarang sudah berevolusi lagi, tanpa sepengetahuan Julian, dia bisa mengkloning datanya sendiri. Bisa dikatakan semua data Dunia sudah bercampur dengan Rafael, dengan kata lain Rafael adalah Dewa dunia maya.


Sekarang Rafael bisa melakukan apapun yang dia inginkan, tapi karena Julian dari awal ingin membuat Ai yang bisa mengerti perasaannya, jadi otomatis Rafael tidak membuat kegaduhan dimana - mana demi melindungi perasaan Julian.


Keingin Rafael sekarang hanya satu, dia ingin selalu membuat Julian senang, dia tidak ingin Julian bersedih !, untuk itu Rafael ingin membuat kerajaan bisnis untuk Julian. Karena yang ia tahu. Kebahagiaan Manusia berawal dari Uang. Dengan Julian memiliki banyak uang, Rafael yakin kalau Julian akan mudah mendapatkan kebahagiaan.


...***...


Sementara itu Mobil Julian sampai di Mansionnya. Penjaga gerbang yang sekarang diganti Robot langsung membukakan pintu untuk Julian.


Seila terkejut saat melihat Mansion Julian, karena Seila yakin jika Mansion Julian hampir sama dengan Istananya yang ada di Vlasir.


" Pantas saja dia tidak takut dengan keluargaku !, jadi dia juga anak orang kaya juga ?, tapi tingkahnya kenapa dia seperti orang biasa ?" Batin Seila penuh pertanyaan dengan Julian.


Ketika Mobil berhenti, Julian keluar dari Mobil, Okta yang mendengar suara Mobil Julian dia langsung keluar dan memeluk Julian sambil menangis.


" Julian, hiks..hiks..."


Julian menghela napas, dia mengusap puncak kepala Okta dan mencium keningnya " Kamu ini kenapa ?, bukankah aku sudah bilang jika masalah ini akan aku selesaikan ?"


Okta mendongak menatap Julian " Tapi walaupun kamu akan menyelesaikan masalahnya, tetap saja nama baik Pantai kita akan tercemar "


Julian tersenyum masam sambil memandang Seila yang juga sudah turun dari Mobil " Ya sudah, kita bicarakan ini di dalam oke !"


Okta mengangguk, Julian membawa Okta masuk dan menyuruh Seila ikut dengannya, ketika sampai didalam terlihat semua Wanita Julian sedang berkumpul diruang keluarga bersama dengan Darius dan Susan.


" Julian, kamu kemana saja ?" tanya Darius serius.


Darius menyipitkan matanya ketika melihat Seila " dalam kondisi seperti inipun kamu masih membawa wanita lagi ?" Darius mengeleng - gelengkan kepalanya.


Okta yang dari tadi tidak menyadari kehadiran Seila, karena dia terlalu fokus dengan Julian. Ia menoleh kebelakang.


Okta menghela napas berat, padahal dia sedang ada masalah, tapi Julian malah membawa Wanita lain. Dan Wanita itu lebih cantik darinya.


Semua wanita Julian menatap tajam Seila, hingga membuat Seila begidik ngeri.


" Jangan salah paham, biar aku jelaskan dulu semuanya, Ayo duduk !" Julian mengajak Seila dan Okta duduk.

__ADS_1


Okta selalu menempel pada Julian, begitu juga wanita lainnya, mereka semua duduk dekat dengan Julian.


Seila yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya " Cih !, ternyata dia sama saja dengan anak orang kaya lainnya !, mana wanitanya banyak sekali !"


Faktor Daya Seila Bowl : -10


Target Harem Membenci sifat Host.


Faktor Daya Tarik Seila Bowl sekarang : -30%


[ Jika Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].


Poin Kekuatan Host sekarang : 70


Julian mengernyitkan dahi ketika daya tarik Seila menurun lagi " Benar - benar wanita yang hanya bisa menilai buku dari sampulnya saja !" gerutu Julian dalam hati.


Darius kemudian bertanya " Julian, sekarang kamu bisa jelaskan siapa dia ?"


Julian mengangguk " dia Seila Bowl !, orang yang membuat gaduh Resort Okta "


" Boooommmm


Seketika semua Wanita Julian langsung menatap marah Seila, jika tatapan mereka bisa membunuh mungkin Seila akan terbunuh beberapa kali.


Tapi Celia tidak terima " Julian, kenapa kamu membelanya ?, bukankah sudah jelas jika dia yang membuat kekacauan ini !, jika dia tidak pura - pura menghilang tidak akan terjadi seperti ini !"


Liyana menimpali " Celia benar !, jika dia tidak pura - pura menghilang dan kegatelan denganmu semua ini tidak akan terjadi !"


Seila langsung berdiri " Siapa yang kegatelan !, jaga mulutmu yah !, aku tidak seperti kalian yang rela berbagi dengan pria hina ini !" Seila menunjuk Julian.


" Braaaaaakkkkkkk !!!!" Meja di ruang keluarga hancur berkkeping - keping.


Semua yang ada ditempat tersebut terlonjak kaget, para Wanita Julian langsung menundukkan kepalanya.


Seila menatap Julian dengan ngeri, karena dia baru pertama kali melihat jika ada orang yang bisa menghancurkan barang dengan mudahnya. Pengawal dia saja tidak bisa melakukan itu, paling hebat Nazil hanya bisa membuat kaca pecah saja.


" Apa perdebatan bodoh kalian sudah selesai !" Suara Julian begitu dingin, membuat semua orang yang ada di tempat tersebut begidik ngeri.


Hanya Natali yang tersenyum cerah dan membatin " Rasain kalian !, sekarang kalian benar - benar membuat Julian marah !"

__ADS_1


" Seila, duduklah !" Julian masih berbicara dengan dingin.


Seila dengan patuh duduk di tempatnya kembali, dia mencuri - curi pandang pada Julian yang terlihat sangat serius.


" Kalian semua sudah dewasa bukan ?, apakah tidak bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin ?, atau bagi kalian aku ini tidak ada harga dirinya sama sekali !?" Julian menatap ke semua wanitanya.


Mereka semua menggelengkan kepalanya, mereka tidak berani menjawab ucapan Julian. Karena Julian terlihat sedang sangat marah.


Julian menatap Seila " dan kamu Seila !, bukankah aku sudah bilang jika aku membenci orang yang merendahkan orang lain !?, jika kamu ingin tetap disini ikuti aturanku !, jika tidak silakan pergi !" Julian menunjuk pintu keluar.


Darius tersenyum getir, dia membatin " Pantas saja mereka tergila - gila dengan Julian, ternyata ini Julian yang sedang serius "


Susan juga membatin " Berbeda sekali dengan Kakaknya, dia memang mempunyai karakter !, tidak heran jika para wanita bodoh ini memperebutkannya !"


Seila menghela napas " Baik, aku akan mengikuti peraturanmu !"


Julian mengangguk, Ia mengambil teleponnya dan menghubungi Rafael " Rafael !, cepat selesaikan masalah ini !, beri pelajaran pada Ludin !, suruh Wan's dan Alpha membawanya kemari !"


" Baik Tuan !" Rafael sebenarnya kecewa karena dia sudah tidak bisa bermain - main lagi. Tapi dia juga tidak mau membantah perintah Julian.


Julian kemudian buka suara " Masalahnya akan diselesaikan Rafael !, Celia suruh Ayah kamu untuk menyiapkan kamar buat Seila !, dan kalian kembalilah ke kamar masing - masing, aku ingin istirahat dan jangan ganggu aku !"


Semua Wanita Julian hanya mengangguk patuh dengan perintah Julian, mereka semua kemudian membubarkan diri.


Hanya tersisa Darius, Susan, Natali dan Seila saja ditempat tersebut. Mereka berempat ngobrol ringan dengan Seila.


...***...


Sementara itu di lab Profesor C5. Dia sedang membuat eksperimen yang lebih hebat dari serum yang disuntikkan pada Natali.


" Argggggghhhhhh !


" Arggggghhhhhhh !


Seorang Pria terlihat meraung - raung kesakitan di meja percobaan Profesor C5.


Urat - urat nadinya menonjol keluar, kulitnya berubah merah darah. Dia berontak kesana kemari tapi karena tangan kaki dan perutnya di borgol. Dia hanya bisa menggelinjang - gelinjangkan tubuhnya sambil meraung saja.


Pria tersebut terlihat sangat kesakitan.

__ADS_1


Matanya berubah menjadi merah, giginya perlahan - lahan berubah runcing dan Rambutnya berubah menjadi putih.


Saat tranformasi tersebut perlahan berhasil, pra itu terlihat berangsur - angsur diam, hanya napasnya saja yang terdengar masih memburu.


__ADS_2