
Julian menghela napas " jangan bahas itu, siapa yang menyuruh kamu ?" tanyanya pada Blue.
" Mau tau aja atau mau tau banget ?" Blue malah menggoda Julian.
Julian menoyor kepala Blue " Kamu ini, lihat akibat ulahmu itu"
Julian menunjuk Kota yang sudah luluh lantak akibat Blue. Sudah banyak korban yang berjatuhan karena mereka semua tidak ada yang tahu akan ada serangan seperti itu.
Blue menundukkan kepalanya " maaf sayang... aku di kendalikan oleh seseorang, jika aku tidak menuruti perintahnya, dia akan merusak otakku dan mungkin aku tidak akan punya pemikiran lagi nantinya "
" Siapa yang menyuruhmu Lily ?" tanya Julian langsung.
Blue terkejut saat Julian mengetahui nama aslinya, karena Blue adalah nama kode yang di berikan Profesor Zonk.
" Darimana kamu tahu namaku sayang ?" Blue malah balik bertanya.
Julian menghela napas " kamu saja daritadi sok akrab denganku, apa salahnya aku menebak nama kamu " elaknya santai.
" Kamu ini bisa saja " Blue mau memeluk Julian lagi, tapi Julian menahannya.
Tiba - tiba Rafael memberi tahu Julian " Tuan Lewis ini gawat, di Vlaris dan Agrasia ada dua orang yang mengamuk disana, dan dua negara itu hampir rata dengan tanah. Korban jiwa di pastikan mencapai jutaan jiwa !"
" Apaa !" Julian tentu saja terkejut, apa lagi di Vlaris dan Agrasia ada orang tua Larisa dan Seila.
Julian langsung memegang kedua bahu Blue " Apa yang menghancurkan Vlaris dan Agrasia teman kamu Blue ?!" tanyanya dengan suara keras.
Blue mengangguk " Kemungkinan mereka Black dan White, Sayang mereka lebih kuat dari aku " ucapnya tidak berdaya.
" Apa kamu bisa membantuku Lily ?" Julian memasang wajah sendu.
" Kalau kamu menyuruhku untuk melawan mereka, aku sepertinya tidak akan sanggup sayang, sebenarnya aku disini cuma pengalihan perhatian kamu saja " jawab Blue jujur.
" Kenapa ?" tanya Julian.
" Percuma saja kamu melawan mereka sayang, sementara di laboratorium Profesor Z masih banyak orang - orang yang seperti kami "
Julian langsung tersentak, karena dia tidak menyangka kalau masih banyak orang-orang yang telah di modifikasi. Dia tidak tahu harus berbuat apa, sementara dirinya hanya seorang diri yang memiliki kekuatan di atas mereka.
" Rafael ! siapkan Nuklir untuk membunuh mereka berdua !" Julian sudah tidak peduli lagi dengan Negara yang akan dia hancurkan. Menurutnya lebih baik seperti itu dan dia langsung menuju ke laboratorium tempat profesor Z berada.
__ADS_1
Julian pikir dengan cara itu dia bisa menghancurkan pusat dari masalah yang terjadi sekarang. Dia tidak tahu kalau profesor Zon tahu rancangannya.
***
Di tempat Profesor Zonk, dia tersenyum " Keluarkan semua anak - anakku !, kita hancurkan dunia ini sekarang juga !"
[ Perintah di terima, mulai membuka semua tabung ]
Puluhan tabung tersebut terbuka, orang - orang di dalamnya langsung keluar dan mengenakan perlengkapan mereka.
Mereka semua serempak berkumpul di hadapan profesor Zonk.
" Anak - anakku ... hancurkanlah kehidupan di seluruh Dunia, jangan biarkan satu orangpun hidup di dunia ini kecuali kita !" profesor Zonk memberikan perintah pada mereka semua.
" Di mengerti tuan !" ucap mereka serempak yang langsung berhamburan pergi keluar.
" Hahahaha... tidak lama lagi aku akan bisa membuat dunia baru, dunia dimana tidak ada orang yang akan meremehkan aku lagi !" serunya senang, karena dia yakin tidak akan ada yang bisa menandingi ciptaannya.
***
Rafael yang melihat pergerakan dari tempat profesor Zonk, dia langsung memberitahu Julian yang berencana akan ke tempatnya.
" Apa maksudmu Rafael ?" tanya Julian yang sedang bersiap terbang.
Rafael menunjukkan layar Virtual, dimana para temuan Profesor Z sedang terbang ke segala arah.
Blue yang melihatnya terkejut " Sayang gawat ! Sepertinya profesor sudah mau memulai rencananya sekarang !" seru Blue serius.
" Memulai rencana ?" tanya Julian membeo.
" Benar sayang, dia berencana menghancurkan seluruh kehidupan di Bumi dan akan membuat kehidupan baru dimana tidak ada orang yang akan menentang ataupun meremehkannya " Blue menjelaskan pada Julian.
" Apa maksudmu Lily ?" Julian masih belum jelas dengan perkataan Blue.
" Profesor Z akan membunuh semua mahluk hidup di bumi !" jawab Blue.
Julian tercengang, dia tidak menyangka kalau masalahnya sebesar itu, tapi dia juga bingung harus bagiamana.
" Kita kembali ke rumahku dulu, untuk mencari solusi disana !"
__ADS_1
Julian kemudian menoleh ke para Robot yang masih setia disana " Kalian semua kembali ke Mansion ! jaga Mansion dengan ketat !"
Para robot langsung mengangguk mengerti, mereka semua langsung kembali ke Mansion.
Masalah yang di hadapi Julian kini semakin besar saja, jadi Julian akan memutuskan semuanya bersama dengan para wanitanya.
Julian langsung menghubungi Darius " Kakak ! suruh semua orang masuk ke dalam bunker cepat !"
" Julian apa maksudmu ?" Darius diseberang menjawab.
" Lakukan saja ! Tidak ada waktu lagi untuk menjelaskannya !" jawab Julian yang langsung mematikan saluran komunikasinya.
" Lily ayo ikut denganku !" Julian langsung terbang, Lily juga langsung terbang dan mengikuti Julian.
Di dalam perjalan Julian menghubungi Rafael " Rafael pegang semua kendali Nuklir di dunia, jika membutuhkannya kita akan menggunakan itu !"
" Tuan Lewis, apa anda yakin ?" tanya Rafael memastikan.
" Untuk berjaga - jaga Rafael, aku takut tidak sempat membunuh mereka semua " jawabnya tidak berdaya.
" Baik Tuan !" Rafael langsung masuk ke dalam semua data Negara yang memiliki Nuklir, dia menyabotase seluruh kendali Nuklir milik semua Negara di dunia.
Vitalitas Julian melonjak naik, dia sangat marah karena akan ada peperangan besar yang terjadi di seluruh Dunia.
***
Sementara itu di Vlasir, White sedang mencengkram leher seseorang, orang tersebut tidak lain adalah raja Vlasir.
" Krak
Seketika Raja Vlasir tewas dan di lemparkan oleh White, terlihat istana kerajaan juga sudah hancur lebur, tidak ada satu orangpun yang hidup disana.
Kota - kota Vlasir juga sudah rata dengan tanah, hanya ada puing - puing disana, dan tidak ada tanda - tanda kehidupan sama sekali.
Sementara itu di Agrasia juga tidak jauh berbeda dengan Vlasir, semuanya sudah luluh lantak oleh Black, sudah tidak ada mahluk hidup yang ada disana, bisa di katakan orang tua Larisa dan Seila sudah tewas juga.
" Black terlihat berdiri di tumpukkan mayat para Militer yang terus melawannya dari tadi, dia kemudian menerima pesan dari Ai Profesor Z agar bergabung dengan yang lainnya, begitu juga White yang menerima pesan yang sama dengan Black.
Mereka berdua langsung terbang untuk bergabung dengan yang lainnya, menghancurkan negara - negara selanjutnya.
__ADS_1