
Julian pergi kedapur. para pelayan yang sudah tahu kebiasaan Julian jika kedapur, mereka tidak banyak bertanya. Mereka hanya menyiapkan bahan - bahan yang akan di gunakan Julian memasak saja.
Julian masih sedikit menyesal dengan kejadian semalam, walaupun dia masih membenci Natali tapi tidak seharusnya dia melakukan hal tersebut padanya. Apalagi Natali menjadi Wanita pertama yang mampu membawa dirinya sampai ke puncak untuk pertama kalinya setelah mempunyai kekuatan.
" Ah...sudahlah, lebih baik aku jangan memikirkan ini terus, banyak hal yang harus aku selesaikan selain para wanita ini !" gumam Julian sambil memasak.
Julian memasak berbagai hidangan karena para target Haremnya sedang berkumpul. Ia ingin menyenangkan semua target Haremnya agar perasaan gundahnya hilang.
Ketika Julian selesai memasak, dia menyuruh pelayan untuk menyajikannya di meja, tentu saja dia juga memyuruh beberapa Pelayan untuk membangunkan Para target haremnya, Darius dan Susan.
Darius dan Susan sekarang sudah satu kamar bersama, karena mereka akhirnya mau menjalin asmara.
Ketika Julian mau menyiapkan masakan terakhir, Natali memeluknya dari belakang " kamu masak apa sayang ?" Natali melakukan hal tersebut karena dia pikir Julian sudah menerimanya.
Julian terkejut ketika melihat Natali, pasalnya dia pikir jika Natali akan berbaring di ranjang lama, tapi dia malah sudah pulih total.
Julian menghela napas " Aku lupa jika kamu salah satu Monster, seharusnya aku tidak perlu mencemaskanmu, lepaskan aku Natali !"
Natali langsung melepaskan pelukannya, wajahnya yang cerah kini berubah menjadi mendung " Julian, kamu kenapa lagi ?"
Julian tidak membalas ucapan Natali, dia malah mengalihkan topik " Sarapan Kaian ada di meja makan, aku akan pergi keluar !"
Entah kenapa Mood Julian tiba - tiba menghilang ketika melihat Natali, padahal dia ingin meminta maaf tadinya, tapi seketika semua itu sirna saat teringat jika Natali sudah disuntik Serum Mutan.
Julian langsung pergi ke kamar, dan membawa nampan makanan. Natali yang tadi mengikuti Julian menghela napas " Aku akan tetap sabar menghadapi kamu yang seperti ini, seperti kamu yang sabar menghadapiku dulu !" gumam Natali yakin.
Semua Target harem Julian, Susan dan Darius sudah ada di Meja makan, kecuali Rachel yang belum terlihat.
Mereka semua terlihat akur, tidak ada satupun yang bermusuhan, hingga membuat Darius dan Susan terheran - heran.
" Julian mana Nat ?" tanya Darius pada Natali.
" Dia di kamar " Jawab Natali singkat.
__ADS_1
Celia kemudian buka suara " Biar aku panggil !"
Natali menegur Celia " Jangan ganggu Julian Celia, takutnya dia nanti marah, biarkan saja dulu dia di kamar "
Celia yang tadinya berdiri, dia kemudian terpaksa duduk lagi.
Alina, Rosi, Liyana dan Okta saling menatap, mereka bertanya - tanya apa yang sedang di lakukan Julian, padahal dia sudah bersusah payah memasak untuk mereka.
Mereka menebak jika ada sesuatu yang disembunyikan Natali, jadi mereka berpikir untuk menyelidikinya nanti.
Di kamar Julian, Rachel sedang bersender di ranjang. Julian dengan lembut menyuapi Rachel.
Tentu saja hal tersebut membuat perasaan Rachel berbunga, karena akhirnya Julian mau memperlakukannya seperti Wanita lain yang dekat dengannya.
Faktor Daya Tarik Rachel Claus : +1
Target Harem tersentuh dengan Kejantanan Host.
Faktor Daya Tarik Rachel Claus Sekarang : +98%
Poin Kekuatan Host saat ini : 10
Rachel berpikir jika Julian pria yang bertanggung jawab, dia tidak meninggalkannya begitu saja ketika sudah menyakitinya.
Rachel menatap Julian sambil tersenyum " inilah yang aku mau Julian, aku harap kamu akan terus seperti ini "
Julian balas tersenyum " Terimakasih Rachel dan maaf untu yang semalam " ucap Julian sambil menyuapi Rachel.
Rachel menggelengkan kepalanya, dia menelan makanannya dan menjawab " Kamu tidak salah, aku saja yang belum terbiasa, jadi aku sampai tidak sadarkan diri "
" Apaaaaa !!!!!" Kelima target Harem Julian yang sedang mengintip, mereka semua terkejut dengan pengakuan Rachel.
Julian dan Rachel juga ikut terkejut, Semua target Harem Julian masuk dalam kamar, mereka berlima menyilangkan tangannya didepan dada.
__ADS_1
Julian panik, dia tidak bisa berkata - kata, dia hanya bisa berdo'a jika itu hanyalah mimpi, tapi sayangnya semua itu kenyataan.
Rosi " Jelaskan pada kami Julian !"
Alina bertanya dengan biasa saja, karena dia sudah sedikit tahu " Ya, kamu harus menjelaskan apa maksudnya "
Liyana " Sekarang jelaskan atau aku akan membencimu selamanya !"
Okta dan Celia hanya saling menatap saja, karena merrka berdua tidak masalah Julian punya wanita berapapun, asalkan mereka tidak di abaikan.
Rachel menatap Julian dengan sendu, pasalnya dia tahu jika Julian belum jujur pada semua wanitanya.
Julian yang sudah tidak bisa berkilah lagi dia menghela napas " duduklah, kita bicara baik - baik oke !" Julian mencoba menenangkan mereka semua.
Alina, Rosi, Okta, Liyana dan Celia mengangguk, mereka semua naik ranjang Julian dengan patuh dan ingin mendengarkan penjelasan dari Julian.
Julian kembali menghela napas " Alina, Rosi, aku tidak pernah bermaksud untuk menggoda kalian bukan ?, kalian sendiri yang menyerahkan diri padaku, jika aku menolak kalian berdua, apakah kalian akan tetap menjadi temanku !?"
Rosi dan Alina saling menatap, seketika mereka berdua tersipu, karena memang Julian tidak menggoda mereka, melainkan merekalah yang menyerahkan diri.
Julian menatap Liyana " Liyana, saat pertama kali kita bertemu, aku hanya tertarik dengan keahlianmu, kamu tahu itu bukan ?, dan kamu juga tidak menyukaiku, terus apa yang membuat kamu suka padaku ?, hartaku, keahlianku atau ...?"
Liyana tidak bisa berbohong, wajahnya berubah menjadi sedih, dia menyesal karena telah memojokkan Julian.
Julian menatap Okta dan Celia " Kalau kalian ...."
Julian belum selesai bicara, Celia memotongnya " Kalau aku terserah kamu saja Julian, toh rumah ini sangat besar, kalau mereka bisa tinggal disini dan membuat ramai aku malah senang " ucap Celia tulus.
Okta menimpali " Ibuku juga sudah terlanjur menyukaimu, jadi tidak ada alasan bagiku untuk meninggalkanmu "
Julian kemudian menatap Rachel " Jujur kamu wanita pertama yang membuatku seperti sekarang, aku tidak tahu harus berbicara apa lagi, kamu sudah melihatnya sendiri. Sekarang terserah kalian semua mau bagaimana ?, aku akan menerimanya !"
Julian mau tidak mau harus siap jika para target haremnya akan meninggalkannya, karena sudah terlanjur ditahap yang sekarang. Padahal Ia ingin agar target haremnya semua memiliki daya tarik 100% terlebih dahulu dan baru memberitahu mereka. Tapi kejadiannya sudah seperti itu, mau tidak mau dia harus berterus terang.
__ADS_1
.