System Harem

System Harem
Tertuju pada Julian


__ADS_3

S2 meninggalkan markas dengan jengkel, karena dia pikir Profesor C5 tidak memperhatikannya sama sekali.


" Awas saja kau Ular ****** !, aku kan bukatikan pada tuan C5 kalau aku lebih berharga daripada kamu !" gerutu S2 sambil meninggalkan markas.


Selepas kepergian S2, Profesor C5 langsung memberikan perintah pada S kode lainnya " S3, S6 kalian bantu S2, jika sesuatunya menjadi buruk selamatkan dia dan bawa pulang !"


S3 menghela napas " Pasti aku lagi yang terlibat "


S3 merupakan Pemilik kekuatan kecepatan, tapi sesuai dengan kekuatannya dia memang ciptaan Profesor C5 yang tidak suka bertarung dan lebih baik melarikan diri.


S6 menegur S3 sambil membenarkan kacamatanya " jaga bicaramu di depan Tuan C5 S3 !"


Walaupun terlihat seperti pria Culun, tapi S6 memiliki kekuatan yang setara atau bahkan lebih kuat dari perisai Dom, Artinya S6 memiliki tubuh terkuat di antara ciptaan Profesor C5.


S3 hanya bisa pasrah saja, toh mau menolak juga takut di tebas S9 yang sudah menatapnya dengan tajam.


" Iyah - iyah maaf Senior " S3 menundukkan kepalanya.


S3 dan S6 langsung berangkat mengawasi S2, mereka sengaja tidak langsung bergabung dengan S2 karena ingin melihat dulu apa yang akan di lakukannya.


Sementara itu perusahaan yang di kelola Alina mula memantik Perusahaan Ayahnya, Rose Luxury.


Colin Rose, Ayah Alina sangat marah di ruangannya " Sialan !, siapa sebenarnya pemilik J-Aliance foundation ini !"


Feran menenangkan ayahnya " Ayah, lebih baik Ayah tenang terlebih dahulu, sepertinya dugaan kita pada pemilik J -aliance Foundation salah. Dia bukan hanya menghamburkan uang tapi sudah merencanakan semuanya !"


Colin menghela napas " kamu benar, seharusnya aku tidak ceroboh seperti ini, Feran kita harus mencoba negosiasi dengan J -Aliance Foundation, jika seperti ini terus Rose Luxury juga akan hancur !"


Feran menganggukkan kepalanya mengerti, dia juga setuju dengan ide Ayahnya, karena tidak ada cara lain untuk melawan J -Aliance Foundation selain bergabung dengan perusahaan tersebut.


Colin sudah melihat sendiri bagaimana Hansel grup di hancurkan oleh J -Aliance tanpa rasa belas kasihan sedikitpun. Jadi dia tidak ingin kejadian itu menimpanya.


Perusahaan Cabang J -Aliance Foundation tempat Alina menjadi CEO dan kebetulan perusahaan yang dipegang Alina yang menyenggol Rose Luxury. Karena perusahaan mereka bergerak di bidang yang sama.


" Nona Rose, ini laporan bulan ini " Asisten Alina menyerahkan berkas - berkas pada Alina.

__ADS_1


" Taruh saja di situ Yola " Alina yang sedang sibuk hanya menyuruh Asistennya menaruh berkas tersebut di meja.


Yola menganggukkan kepalanya dia langsung menaruh berkas tersebut di meja dan keluar dari ruangan Alina. Brown terlihat berdiri di depan pintu menjaga Alina.


Karena sudah kebiasaan Brown selalu menjaga Alina setiap hari, jadi para karyawan tidak heran kalau Brown terus menjaga Bosnya itu.


Alina membuka berkas laporan, betapa terkejutnya dia ketika pencapaiannya sangat fantastis. Padahal dia hanya menargetkan untuk bertahan saja tapi siapa yang menyangka jika malah mendapat keberuntungan.


Alina langsung senyum - senyum sendiri " Julian pasti bangga padaku, karena aku bisa mengelola perusahaannya " ia memeluk berkas tersebut.


Alina tidak tahu jika di balik kesuksesannya ada Ayah yang di cintainya sedang kalut karena perbuatannya.


Alina tidak menyadari itu karena dia belum tahu kalau pengaruh J -Aliance sudah mengakar di Anarka.


...***...


Sementara itu di Vlasir, tempat tinggal Seila dan Ayahnya.


Seila sedang bersantai di kamar tuan Putrinya, kamar yang begitu megah dan mewah. Semuanya hampir ada di kamar tersebut.


" Kalau saja kamu tidak banyak wanita, aku pasti tidak akan ragu lagi mendekatimu Julian " gumam Seila sambil mengusap foto Julian.


Seila sudah menyadari jika perasaannya mulai tumbuh pada Julian. Dia mau menyatakannya tapi dia tidak yakin bisa meneria semua wanita Julian.


Seila hanya bisa pasrah saja, dia berharap dengan kembali ke negara Asalnya bisa Move on dari Julian, akan tetapi kenyataan tidak sama dengan apa yang dia inginkan.


Nyatanya Seila terus menerus memikirkan Julian, tiada hari tanpa adanya Julian yang tidak lewat dalam pikirannya. Ia seolah di guna - guna saja.


Saat Seila sedang memikirkan Julian, Ayahnya mengetuk pintu.


" Tok


" Tok


" Tok

__ADS_1


" Seila, Ayah ingin bicara padamu " Ludin memanggi Seila.


Seila langsung beranjak dari rebahannya dan mayahut " Masuk aja yah, Pintunya tidak di kunci Kok !"


Ludin pun langsung membuka pintu dan masuk ke kamar anak kesayangannya tersebut.


Ludian tersenyum dan mendekat ke arah Seila, dia kemudian duduk di ranjang dekat Seila.


" Sayang, kenapa kamu akhir - akhir ini di dalam rumah terus ?, apakah kamu sakit ?" Tanya Ludin khawatir.


Seila menggelengkan kepalanya " aku tidak apa - apa kok Yah, cuma sedang tidak mood saja untuk pergi kemana - mana "


Ludin menghela napas " apa karena Julian sayang ?"


Seila langsung salah tingkah dan menggeleng " ti..bukan kok Yah, pokoknya aku tidak apa - apa "


Ludin tersenyum " Anak ayah ternyata sudah dewasa, dia mulai jatuh cinta dengan seorang pria, istriku lihatlah putri kita ini " Ia mendongak ke atas seolah bicara dengan istrinya yang sudah ada di surga.


" Ih..ayah apaan sih !" Seila merajuk manja sambil memukul Ludin dengan gulingnya.


Ludin terkekeh " hehehe... Kamu itu di besarkan oleh Ayah, jadi ayah tahu apa yang membuat kamu begini, jika menurut kamu dia yang terbaik kejarlah, jika tidak ya sudah lupakan saja "


" Tapi yah, Wanita Julian banyak sekali !, aku tidak mau bertengkar dengan mereka terus menerus nantinya !" jawab Seila ketus.


Ludin mencubit hidung Seila " Takut bertengkar dengan mereka ?, alasan konyol apa itu sayang ?, buktinya kita tinggal disana beberapa hari tidak ada tuh di antara mereka yang bertengkar, malahan mereka semua terlihat sangat akrab "


Ludin sadar jika dia sebenarnya salah karena seolah menjual anaknya pada Julian. Tapi Ludin mau tidak mau harus melakukan hal tersebut. Karena dia yakin jika kelak dia tidak ada Julian pria yang mampu menjaga Seila. Walaupun dia memiliki banyak wanita, menurut Ludin itu hal yang wajar. Asalkan para wanitanya bisa bahagia berarti Julian bisa memenuhi harapannya.


Seila tercengang dengan perkataan Ayahnya, dia mengerutkan keningnya " Apakah Ayah sedang mengusirku ?"


Ludin tersenyum getir " Kamu ini ada - ada saja, mana mungkin ayah rela mengusir putri raja Ayah yang cantik ini !" Ia mencubit kedua pipi anaknya.


" Ayah sakit, ih..." Seila mengusap - usap kedua pipinya yang kemerahan.


Ludin terkekeh kembali, dia kemudian memberikan kebebasan pada Seila untuk mengejar kebahagiaannya. Karena Ludin ingin melihat putri tercintanya tidak terkurung di rumah saja seperti burung dalam sangkar.

__ADS_1


__ADS_2