
Ucapan Julian membuat Dark tersentak, karena mau bagaimanapun semua yang dikatakannya benar.
Tapi sayangnya dia baru menyadarinya sekarang, yang artinya sudah tidak ada kata mundur darinya.
" Booomm
Pukulan Vitalitas Julian sangat kuat sehingga tempat tersebut langsung luluh lantak bagaikan terkena Bom Atom saja.
" Bugg
Kepala Dark jatuh ketanah, karena tubuhnya menghilang akibat pukulan Julian yang sangat kuat tersebut.
" Baguslah kalau kemampuan mereka cuma seperti ini saja !"
" Krakk
" Duaar
Julian menginjak kepala Dark dengan Vitalitasnya, hingga kepalanya pun menghilang dan hanya ada kawah besar saja disana.
" Rafael, beritahu Kak Darius, aku sudah mendapatkan tubuh Natali, besok aku akan pulang !" ucapnya yakin.
" Tuan Darius sudah menonton pertarungan anda, dia juga menyarankan agar Anda cepat pulang !"
Julian mengangguk " Baik !"
Dia kemudian ke Mobil yang pintunya sudah tidak ada tersebut dan menarik Yellow keluar. Untuk naik mobil milik Dark.
" Kamu siapa dan aku akan dibawa kemana ?" Karena ingatannya di hapus oleh Rafael, Yellow jadi tidak mengenal dirinya sendiri.
" Ikut aku pulang, kita akan pergi ke Anarka besok " jawab Julian lembut.
Yellow masih tidak tahu harus menjawab apa, tapi dia menurut saja pada Julian, karena Julian tadi mencumbunya, Yellow pikir kalau Julian orang terdekatnya, apalagi dia juga merasakan familiar dengan Julian.
Sementara itu di tempat Kenji, tiba - tiba sinyal kontak dengan Dark dan Yellow menghilang.
Dia langsung mencari mereka berdua dengan laptopnya " Apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua !?" gerutunya kesal.
" Ada apa tuan Kenji ?" Fat bertanya penasaran.
__ADS_1
" Aku kehilangan Kontak dengan Dark dan Yellow, mereka menghilang di tempat ini !" Kenji memperlihatkan tempat pertarungan Dark dan Julian.
" Bukankah tuan bisa melacak Video dengan satelit yang mengarah kesana ?" Seorang pria dengan rambut Merah darah buka suara.
" Tidak bisa Red, aku sudah melakukannya, tapi semua Video yang mengarah kesana seolah hilang begitu saja, kalian coba cek lokasi itu ?!" perintahnya tegas.
" Baik tuan !" Fat langsung berdiri, dia menarik Thin yang sedang bermalas-malasan disana. Red juga mengikuti mereka dari belakang.
Sementara itu Julian sampai di Apartemennya, ketika dia mau masuk ke Apartemennya, Larisa menegur Julian.
" Julian, apa aku tidak menarik buatmu !" ucapnya keras, membuat Julian dan Yellow menoleh kebelakang.
Julian mengerutkan keningnya ketika melihat Larisa yang terlihat bersungut-sungut marah padanya.
" Apa maksudmu Larisa ?" tanya Julian lembut.
" Julian apa spesialnya wanita ini, aku lebih cantik dari...." Larisa belum selesai bicara Julian menutup mulutnya dengan jari.
" Cantik saja tidak cukup Larisa, Percuma jika Cantik tapi kamu jadi orang yang pemilih, aku tahu kamu orang yang seperti itu " Setelah mengatakan itu Julian langsung membawa Yellow masuk kedalam Apartemennya.
Larisa tersentak saat Julian berkata seperti itu, kata - kata Julian jelas sangat menohok baginya.
" Apa dia tahu semua tentangku ?, apakah Julian sebenarnya mencari tahu tentang aku ?" gumamnya lirih sambil menatap pintu Apartemen Julian yang perlahan menutup.
Bukannya Introspeksi diri, Larisa malah mengulas sebuah senyum, dia mengira jika Julian memperhatikannya, padahal Julian hanya mengatakan kebenaran saja.
Faktor Daya Larisa Duke : +10
Target Harem kagum dengan Ungkapan kata Host.
Faktor Daya Tarik Larisa Duke Sekarang : 30%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 3
Julian di Apartemennya membatin " wanita yang aneh, di kasih tahu malah nambah tertarik denganku, tapi biarlah yang penting aku bisa mendapatkan keuntungan darinya !"
Julian yakin kalau Larisa akan mudah di taklukan, hanya saja dia sedang malas dengan berhubungan dengan wanita lain lagi, karena dia teringat di rumah para wanitanya menunggu dengan setia, di tambah junior juga akan hadir dari rahim Celia, jadi Julian sebenarnya sudah merasa cukup dengan semua itu.
__ADS_1
Tapi Julian tidak mengetahui, kalau semenjak Larisa dekat dengannya akan timbul masalah - masalah baru yang kemungkinan akan menahannya di Andalas lama.
Di tempat pertempuran Julian dan Dark, Fat, Thin dan Red sudah sampai disana, mereka semua terkejut saat melihat bekas pertempuran dahsyat disana.
" Sepertinya Dark menemui lawan yang kuat !" Ucap Red sambil memegang tanah yang tandus akibat pertempuran.
" Lihatlah ini !" Thin menemukan potongan pakaian Dark.
" Apa ini bisa menyimpulkan jika Dark telah mati ?" tanya Thin pada Red dan Fat.
" Ya, dia kemungkinan telah mati, tapi kenapa tubuhnya tidak ada disini ?, yellow juga tidak ada disini ?" Ucap Fat yang tidak menemukan jasad mereka berdua.
" Apakah jasadnya di bawa mereka ?" Thin bertanya lagi.
" Kemungkinan besar seperti itu, kita harus memberitahu tuan Kenji secepatnya !" Mereka pun langsung kembali ke tempat Kenji berada.
Sementara itu di Apartemen Julian, Yellow masih berdiri di depan kamar tidur milik Julian yang besar. Wajahnya merah merona karena dia pikir Julian akan menidurinya dan diapun terlihat sangat gugup.
" Istirahat lah, besok kita akan berangkat pagi - pagi " ucap Julian pada Yellow.
Yellow bertanya dengan malu - malu " apa aku boleh bertanya ?"
" Apa ?" jawab Julian sambil melepas sepatunya.
" Hubungan kita sebelumnya seperti apa ?, kenapa aku tidak bisa mengingat semuanya ?" tanyanya penasaran.
" Tidak ada yang spesial, karena kamu selalu menolakku dulu !" jawab Julian ketus.
Julian menjawab seperti itu, karena entah kenapa dia mengingat kejadian waktu dulu di permainankan Natali,Padahal setelah Natali tewas dia sempat kehilangan semangat hidupnya.
Mungkin wajar saja jika Julian langsung mengingat itu, karena dia sangat marah dengan sosok Yellow yang Notabenya menggunakan tubuh Natali.
Julian terkejut ketika Yellow tiba - tiba memeluknya dari belakang " Apa yang kamu lakukan ?"
" Dari caramu memperlakukan aku sepertinya aku adalah orang spesial untukmu, mungkin kamu mencoba menyembunyikannya, tapi aku yakin dari sorot matamu itu, entah aku dulu seperti apa, tapi yang jelas sekarang aku mengerti dengan perasaan mu, kalau kamu mau kita bisa membuka lembaran baru lagi " ucapnya sambil memeluk Julian dari belakang.
Sontak saja perasaan Julian menjadi aneh, walaupun dia tahu Yellow adalah Cyborg, tapi tetap saja sosoknya itu selalu mengingatkan nya tentang Natali, apalagi dia sudah bersumpah akan memperlakukannya dengan baik jika Natali diberi kesempatan hidup yang kedua.
Julian memejamkan matanya, dia mengambil napas dan membuangnya " Maaf karena dulu aku tidak bisa melindungimu Natali "
__ADS_1
Kata - kata itu terucap dengan sendirinya, Julian ingin menahannya, tapi kenyataannya dia tidak bisa menyembunyikan hal itu.
Sosok Yellow bagi Julian sudah menjelma menjadi Natali dalam pandangannya, Julian sudah tidak peduli lagi Yellow Cyborg ataupun bukan, yang dia inginkan sekarang hanya ingin bersamanya, untuk menebus kesalahannya dulu.