System Harem

System Harem
Semuanya Untuk Julian


__ADS_3

Julian meninggalkan Rosi karena dia pikir sudah ada Walcot disana, jadi dia tidak perlu khawatir lagi dengan Rosi.


Julian mengendarai Mobilnya langsung ke Mansionnya, dia menghela napas lega karena akhirnya bisa beristirahat.


Ketika Julian memasuki Mansionnya, dia bingung kenapa Mansion terasa sepi, padahal biasanya Celia akan langung menyambut kepulangnnya.


Julian menghela napas " Sudahlah, mungkin Celia sedang istirahat " gumam Julian sambil ngeloyor masuk ke kamarnya.


Karena Ponselnya sekarang yang mengendalikan Rafael, otomatis Julian tidak akan mendengar pemberitahuan pesan dari siapapun jika Rafael tidak memberitahunya.


Tapi Rafael akan memberitahu Julian langsung tanpa menunggu ditanya terlebih dahulu, ketika ada pesan penting.


Contohnya saat Tod mengajak Julian bertemu untuk membahas kerjasamanya, Rafael langsung mberitahu Julian.


Julian membaringkan tubuhnya, dia kemudian bertanya pada Rafael " Rafael, apakah kamu tahu kemana Celia ?"


Rafael menjawab " Nona Celia sedang melakukan pertemuan dengan Nona Okta dan Liyana untuk membahas masalah iklan, Nona Rachel juga akan ikut juga, tapi karena dia sangat sibuk mungkin dia akan terlambat "


Julian mengerutkan keningnya karena Rafel tahu semua aktivitas Target Haremnya " Kenapa kamu bisa tahu semua aktivitas mereka ?, jangan bilang kamu mengawasi mereka sepanjang waktu ?" tanya Julian curiga.


" Tuan Lewis, bagi saya kebahagian anda adalah tujuan hidup saya, saya tahu jika anda meyayangi mereka semua, untuk itu saya ingin mereka baik - baik saja, apakah anda keberatan dengan apa yang dilakukan oleh saya ?, anda tenang saja saya tidak memiliki napsu seperti anda !" ucap Rafael menggoda Julian.


Julian terkejut sekaligus jengkel " Kenapa kamu bawa - bawa napsu juga ! "


Julian menghela napas " sudahlah terserah kamu saja, yang pasti jangan sampai membuat mereka risih saja, aku tidak ingin mengganggu kehidupan mereka " ucap Julian serius.


" Dimengerti Tuan Lewis, Oh..ya Tua Lewis, ngomong - ngomong saya sudah menghubungi Resty, dan dia mau jika di ajak membuat sebuah film bersama Tuan Stark !" ucap Rafael membuat terkejut Julian.


" Astaga !, kamu ini yah !" Julian menggelengkan kepalanya dia tidak tahu harus tertawa atau menangis karena Rafael selalu membuatnya tidak bisa berkata - kata dengan tindakannya.


" Aku mau istirahat, pusing setiap hari mendengar rencamu yang tidak kunjung habis !" Julian langsung menarik selimut dan tidur padahal hari baru menjelang petang.


Julian seperti itu karena dia merasa lelah menjaga Rosi seharian, bukan lelah fisik tapi lelah pikiran yang dia rasakan, karena seharian dia memikirkan Rosi yang terbaring tidak berdaya.


Sementara itu di kamar Rosi, dia yang sudah tahu jika Julian sudah pulang dengan susah payah mengunci Pintu kamar.

__ADS_1


Rosi kembali ranjang, dia menatap ke arah Goanya sambil menghela napas " Julian kamu benar - benar Monster !, kenapa bisa sampai seperti ini sih ?" gumam Rosi tidak berdaya.


Rosi tidak percaya jika Goanya benar - benar di rusak Julian, dia yakin jika akan perlu beberapa minggu untuk memulihkannya, karena Goanya sungguh mengerikan.


Rosi kembali berbaring dan menarik selimut agar menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai benangpun " Awas saja kalau kamu sampai meninggalkan aku Julian !" Rosi menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya.


Di kamar Alina, dia sedang lembur menggarap berkas - berkas perusahaan yang diberikan Julian.


Alina sangat bersemangat karena mimpinya untuk menjadi seorang CEO sudah terwujud, walaupun hal tersebut tidak diberikan oleh Ayahnya, tapi Alina masih menikmatinya.


Alina sengaja tidak memberitahu Ayahnya karena dia benar - benar ingin membuat Ayahnya terkejut. dia tidak ingin di pandang sebelah mata lagi.


Tapi Alina belum sadar juga jika Rose Luxury mulai mengincar J - Aliance Fondation, Ayahnya sedang mengharapkan kehancuaran J- Aliance Foundation karena dia ingin membeli sahamnya.


Secara tidak sengaja, Alina dan Ayahnya sedang berada di garis pertempuran yang sama dan mereka memusuhi satu sama lain.


Di kamar Resty, dia sedang berbunga - bunga karena Julian mengajaknya main Film, padahal itu semua ulah Rafael.


" Akhirnya aku bisa main Film juga, terimakasih Julian " Resty memeluk gulingnya dengan erat.


Target Harem tersentuh dengan kebaikan Host.


Faktor Daya Tarik Resty Nord Sekarang : 60%


[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].


Poin Kekuatan Host sekarang : 119


Semua wanita sangat senang jika mimpinya jadi kenyataan, apa lagi mimpi tersebut di penuhi oleh orang yang dia suka, tentu saja wanita tersebut akan menambah daya tariknya pada pria yang di sukainya.


Begitu juga Resty, dia kurang lebih memang terlampau senang, karena selama ini dia sangat susah menjadi Artis, walaupun sebenarnya ada jalan pintas, tapi Resty kekeh dengan pendiriannya, kalau dia tidak mau mengambil jalan pintas.


Julian yang berencana tidur, dia mengerutkan keningnya ketika daya tarik Resty naik lagi, dia menghela napas " Dasar Cewe bodoh !, kanapa kamu tidak mengerti juga jika aku masih kakak sepupumu ?, Resty sadarlah !" gerutu Julian sedih.


Sementara itu di Rumah Julian yang dulu, Natali, Darius dan Susan, mereka sedang memasak bersama untuk makan malam.

__ADS_1


Mereka bertiga melakukan hal tersebut karena mereka tidak ingin memperbudak satu sama lain, Walaupun sebenarnya Natali suka rela menawarkan jika dia yang akan memasak tapi Susan menolaknya dengan lembut.


Alasan Susan sangat sederhana, dia tahu Rumah tersebut penuh kenangan masa lalu Natali, jadi Susan tidak ingin membuat Natali bersedih ketika dia sedang sendirian, karena dia tahu bagaimana rasanya di cueki orang yang dicintainya.


Darius sedang mencucikan sayuran yang ingin mereka masaka " Susi, aku harus mengerjakan apa lagi ?" tanya Darius pada Susan setelah selesai mencuci sayuran.


" Siapkan peralatan makan saja, biarkan kami berdua yang melanjutkan masak " jawab Susan lembut.


Darius mengangguk mengerti " Baiklah " ucap Darius sambil menyiapkan peralatan makan di meja makan sederhana yang ada di Rumah tersebut.


Natali yang melihat kedekatan keduanya dia tersenyum, dia membayangkan jika dulu dia bisa seperti dengan Julian, mungkin dia tidak akan seperti sekarang.


Natali sangat yakin jika Julian akn menyayanginya sepenuh hati, kala dulu dia memperlakukannya dengan baik.


Susan yang melihat Natali melamun, dia menegurnya " Natali, kamu kenapa ?"


" Eh..aku tidak apa - apa kok Nona Susan " jawab Natali sambil tersenyum palsu.


Hari - hari Natali di penuhi rasa bersalah pada Julian, apa yang dilihat semuanya seolah mengingatkan pada Julian.


Di sebuah Kafe, Celia, Liyana, Okta dan Rachel yang kebetulan sudah bergabung, mereka semua sedang membahas kerja sama mereka.


Liyana memutar Laptopnya " Aku hanya bisa membuat yang seperti ini, apakah kalian suka ?" tanya Liana pada ketiga teman barunya.


Okta yang langsung buka suara " Astaga !, ini bagus sekali Li !, kamu bisa mencakup semuanya dengan Elegan ! "


Rachel menimpali " Aku juga suka, iklan ini mencakup kemanusiaan sekaligus mempromosikan Hotel dan kafe dengan Elegan "


Celia hanya ikut - ikuan saja " Aku juga suka kalau kalian semua suka !"


Mereka berempat kelihatan akrab, tidak ada yang merundung satu sama lain, mereka menganggap diri mereka setara, karena semuanya memiliki pemikiran yang sama, semuanya untuk Julia.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2