
Saat Mobil Ambulance sudah membawa Pasien, sebuah Mobil inspeksi datang untuk melihat keadaan keluarga tersebut.
Mareka akan melakukan inspeksi untuk memberitahu pihak rumah sakit jika mereka layak menerima pelayanan gratis atau tidak.
Tapi saat melihat kondisi rumah Anak kecil tersebut, mereka tanpa ragu meloloskan ibu anak kecil tersebut agar mendapat perawatan gratis.
Petugas langsung menelpon pihak Adminstrasi Rumah sakit dan memberitahu hal tersebut.
Rachel melakukan hal tersebut agar niat baik Julian tidak di cemari oleh seseorang yang ingin mengambil keuntungan.
Rachel juga mempekerjakan orang yang bertugas untuk mencari data orang - orang kepercayaannya.
Setelah Ambulance sampai di rumah sakit, Pihak Rumah sakit langsung menangani pasien.
Mereka langsung memeriksa Pasien, Rachel sangat terkejut ketika melihat kondisi Pasien sangat memprihatinkan, dia lengsung membuat tindakan tanpa ragu untuk menyelamatkan Pasien.
Ke esokan Harinya Pasien Pasien tersadar, dia terlihat bingung, Anak Pasien langsung memeluknya saat melihat ibunya sudah siuman.
" Ibu... hiks..hiks..." Anak tersebut kembali menangis.
Ibu Pasien juga menitihkan Air matanya " Nak, kenapa kamu membawa ibu kemari ?, ibu sudah tidak punya uang untuk membayar biaya perawatan ibu " ucap Pasien lemah.
" Ibu tidak usaha khawatir, semua biaya sudah ditanggung pihak Rumah sakit, yang diperlukan Ibu sekarang harus sembuh, dan membesarkan gadis manis ini " Ucap Rachel lembut sembari mengusap kepala anak kecil.
" Dok, apakah anda yakin kami tidak perlu membayar ?" tanya Pasien memastikan.
" Tentu saja, kami tahu kondisi keluarga Ibu, dan dirumah sakit ini kebetulan ada kebijakan memberikan pelayanan gratis untuk orang - orang tidak mampu, anda juga tidak perlu khawatir masalah Obat dan penganan, karena kami akan melakukan yang terbaik untuk anda !" jawab Rachel menjelaskan.
Pasien menangis haru " Terimakasih Dok, jika saja banyak Rumah sakit seperti ini, pasti kami yang tidak memiliki uang tidak akan ragu datang kemari, sekali lagi terimakasih Dok !" ucap Pasien tulus.
Rachel tersenyum, dia tahu jika kebanyakan Orang miskin takut kerumah sakit karena biayanya yang sangat mahal.
Mereka lebih memilih menggunaan obat taradisional ataupun obat Warung untuk menekan rasa sakit mereka.
Sebenarnya hal tersebut memang sudah umum terjadi diseluruh penjuru Dunia, bayak warga Miskin yang terhalang biaya ketika memasuki Rumah sakit, kadang pula ada yang di usir karena tidak bisa memenuhi oersyaratan Adminstrasi.
Untuk itu Rachel sangat bersukur bertemu dengan Julian yang dengan suka rela membantu orang - orang seperti itu.
" Julian, terimakasih karena telah membukakan jalan untukku, agar bisa membantu mereka yang membuthkan !" gumam Rachel dalam hati.
Faktor Daya Tarik Rachel Claus : +5
Target Harem tersentuh dengan Tindakan Host.
__ADS_1
Faktor Daya Tarik Rachel Claus Sekarang : +95%
[ Target Harem Berhasil di taklukan, Host akan mendapatkan Kemampuan Target Harem, Host juga mendapatkan 10 poin kekuatan tambahan ].
Poin Kekuatan Host saat ini : 34
Tentu saja Rachel akan semakin dalam mencintai Julian, karena mimpinya semenjak dia kecil untuk menjadi Dokter dan membantu orang susah sudah terwujud.
Sementara itu Jilan tercengang di tempatnya, padahahal dia tidak melakukan apapun, dia juga sedang membuat Kode - kode Ai di rumah, tapi Faktor daya Tarik Rachel naik.
[ Status ]
Nama : Julian Lewis
Umur : 28 Tahun.
Saldo Kredit Harem : 999.662.485.000.000
Saldo yang bisa anda belanjakan : 8.735.000.000 dolar.
Poin peningkatan Kekuatan : 34
Kekuatan : 29
Vitalitas : 15
Kecepatan : 20
Kecerdasan : 40
Status : Manusia Super.
Keterampilan : ( Marketing, Manajemen, Dokter, Memasak, Hacker ) Tingkat Ketrampilan semua meningkat menjadi 40 Poin.
Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.
Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]
" Apa yang sebenarnya terjadi ?, kenapa tiba - tiba Rachel menaikan daya tariknya ?" Julian yang sehsrian ini mengurung dirinya di kamar, jelas saja kebingungan.
Julian tidak sadar jika tindakannya memicu kejadian beruntun pada target Haremnya, dia mengira harus melakukan sesuatu di depan Target harem untuk menambahkan Faktor daya tarik.
Tapi Faktanya Julian tidsk perlu melakukan hal tersebut, asalkan tindakan sebelumnya bisa memicu perasaan beruntun Targaet Haremnya, pasti Faktor daya tarik target Harem akan naik sendiri.
__ADS_1
Sebenarnya Julian sudah pernah melihat hal tersebut dari Natali, dia tidak melakukan apapun tapi Faktor Daya tarik Natali terus meningkat walau sangat lambat.
Julian masih terheran - heran ditempatnya, Apa lagi Rachel sekarang sudah dia taklukan.
Julian menyeringai " Bodo amat dengan apa yang telah terjadi !, sepertinya aku harus menemui Rachel nanti !" Julian tersenyum penuh Arti.
Entah kenapa Julian jadi terobsesi dengan wanita, padahal dia dulu sangat bersukur walau hanya mengenal Natali saja.
Itu semua sebenarnya keinginan terpendam Julian karena selalu disakiti Natali, tapi karena dia dulu tidak mempunyai apa - apa dia tidak berani mendekati Wanita lain.
Saat Julian mau melanjutkan pekerjaanny membuat Ai Cerdas.
Pintu kamar terbuka, Celia masuk dengan pakaian super ****.
Celia memakai pakaian ketat yang menonjolkan seluruh lekuk tubuhnya, dia melakukanhal tersebut karena sudah dua hari di cueki Julian.
Celia merasa jika Julian semakin menjauh, jadi dia ingin membuat hubungannya membaik.
Julian yang mendengar pintu terbuka, sontak saja dia langsung menoleh ke arah Pintu, Mata Julian membelalak.
' glek ' dia menelan ludah ketika melihat Celia yang begitu seksi, apa lagi puncak gunung Celia terlihat menonjol keluar.
Julian sangat yakin jika Celia tidak memakai dalaman.
Julian melihat ke bawah, perut Celia dia semakin tidak karuan melihatnya, karena Celana ketat Celia terjepit di selah Goanya, membuat Pusaka Julian langsung berontak.
Celia tersenyum sembari mendekati Julian " Sayang, kamu kemana saja sih sampai melupakan aku " Celia merangkul Julian dari belakang sembari menekankan gunung kembarnya yang berukuran jumbo ke kepala Julian.
Julian mendongak sembari tersenyum " Aku sedang membuat sesuatu, maaf Celia karena telah mengabaikanmu "
" Cup !" Celia langsung memagut Bibir Julian tanpa ragu.
Padahal Julian seharian belum mandi, jika itu bukan wanita target Harem mungkin sudah risih dengan Julian yang Notabenya masih bau.
Tapi celia tidak emmikirkan hal tersebut, apa lagi dia adalah Target harem dengan Daya tarik paling tinggi, tentu saja dia lebih agresive di banding Target harem lainnya.
Julian hanya mengikuti permainan Celia, dia tidak berinisiatif untuk menyerang, dia membiarkan Celia yang menuntunnya.
Celia melepaskan pagutannya dengan wajah memerah " Sayang, kita pindah ke ranjang Yuk !" Ajak Celia mesra.
Julian hanya mengangguk, dia berdiri dan membawa Celia ke ranjang, sepanjang langkah Julian memainkan Pinggul Celia yang tidak memakai dalaman dengan gemas.
.
__ADS_1
.
.