System Harem

System Harem
Rencana Ke Luar Negeri


__ADS_3

Julian dan yang lainnya kembali ke Mansion, mereka mau mengatur rencana terlebih dahulu untuk mengetahui kekuatan Para Cyborg buatan Kenji.


Jacob dan Walcot juga bergegas memberitahu relasi mereka yang ada di Andalas untuk berhati-hati, Walcott dan Jacob tidak memberi tahu alasan kenapa dia memperingatkan para relasinya hingga membuat mereka bingung, tapi mereka tetap mendengarkan Jacob dan Walcott karena sudah mengenal keduanya yang tidak mungkin berani mempermainkan mereka.


Julian sedang melamun di halaman depan Mansion, di bawah pohon besar yang ada di pojokan tamannya, di menatap sebuah Cincin yang harganya hanya 100 dolar ditangannya.


Cincin tersebut adalah Cincin pernikahan Julian dengan Natali, Walaupun harganya murah tapi itu adalah Cincin yang sakral baginya.


" Julian, kamu kenapa disini ?" Celia datang menghampiri Julian yang sedang melamun sendirian.


Julian tersadar, dia segera menyimpan Cincin pernikahannya dengan Natali, Ia tersenyum ke arah Celia " Hanya sedang mencari ketenangan saja, kamu tidak yoga hari ini ?"


Celia duduk, dia menyenderkan kepalanya di bahu Julian " Sebentar lagi paling instrukturnya datang "


Julian mengecup puncak kepala Celia yang sedang bersender di bahunya " Aku mungkin akan pergi ke luar negeri nanti Celia, aku belum mengatakan pada semuanya, tapi ini sudah menjadi rencanaku "


" Keluar Negeri ?, apa untuk mengurus bisnis kamu ?" tanyanya penasaran.


Julian menghela napas " kurang lebih seperti itu "


Julian tidak mau membuat para wanitanya khawatir, jadi dia tidak memberi tahu yang sesungguhnya pada Celia.


" Berapa lama Julian ?" tanya Celia sambil duduk dengan tegap dan menatap Julian.


" Entahlah.., tapi aku usahakan agar cepat nantinya, aku juga tidak ingin berlama - lama disana dan pastinya akan merindukan kalian termasuk Junior ku " Julian mengusap perut Celia sambil tersenyum.


Celia balas tersenyum " Kalau itu sudah menjadi keputusan kamu, aku tidak bisa melarang, toh ini juga buat kebaikan masa depan kita bukan ?"


Julian mengangguk " Ya kamu benar !" Ucapnya mantap.


Tak berselang lama instruktur senam dan Yoga Celia datang, Julian mengantarkan Celia masuk kedalam Mansion sambil melihatnya melakukan senam dan Yoga agar kandungannya sehat.


Julian memperhatikan Celia sambil memainkan Ponselnya, dia mendapat kiriman informasi dari Rafael.

__ADS_1


Julian mengernyitkan dahi ketika melihat data statistik Kenji yang menurutnya aneh, karena datanya yang dulu sangat berbeda.


" Rafael kamu tidak salah kirim data orangkan ?" Julian mengetik pesan untuk menghubungi Rafael.


Rafael membalas pesan Julian " itu semua benar tuan, dia memang dulunya hanya mahasiswa biasa di Andalas, tapi dua tahun belakangan ini dia menjelama menjadi pembuat Robot yang terkenal, dua tahun berturut-turut dia mendapatkan penghargaan pembuat Robot terbaik di Andalas !"


" Pembuat robot terbaik ?, jadi maksudmu dia sangat cerdas Rafael ?" tanya Julian lagi.


" Bisa dikatakan seperti itu tuan, tapi ada yang aneh dengan kecerdasannya "


" Maksud kamu Rafael ?"


" Dia seperti anda tuan, kecerdasannya tiba - tiba muncul begitu saja "


' Deg ' Jantung Julian bagai di hantam batu besar ketika Rafael mengatakan itu, karena jika benar Kenji memiliki kecerdasan yang tiba - tiba muncul, besar kemungkinan dia juga memiliki kekuatan tersembunyi seperti Julian.


Julian semakin yakin kalau Kenji pasti menyembunyikan sesuatu yang tidak dia tahu.


" Terimakasih informasinya Rafael, beritahu aku lagi jika ada informasi tambahan "


Julian tidak membalas pesan Rafael lagi, sekarang dia harus fokus mencari tahu dari mana Kenji mendapatkan kecerdasannya dan kenapa dia bisa tahu tentang Natali.


" Di mana aku harus mencari tahu informasi tentangnya ?, Rafael saja hanya menemukan sedikit data tentangnya saja !" gumam Julian sambil memegang janggutnya.


Julian sadar mau tidak mau dia harus keluar negeri untuk mencari tahu langsung tentang Kenji.


Malam harinya Julian mengumpulkan para wanitanya di kamar Miliknya, semua wanita Julian hadir tanpa kecuali.


" Semuanya, aku akan pergi keluar negeri untuk beberapa waktu, aku harap kalian mengerti dengan keputusanku " Ucapnya buka suara.


Rachel menjawab " Loh kok mendadak sekali ?, ada apa Julian ?"


Alina menimpali " Iya Julian ada Apa"

__ADS_1


Celia yang sudah diberitahu tadi siang, dia membantu menjawab " Julian hanya mau mengurus Bisnisnya di luar negeri, mungkin anak buahnya sedang kesusahan disana, benarkan Julian ?"


Julian tersenyum " Celia benar, aku juga akan berusaha untuk cepat menyelesaikan pekerjaanku dan pulang ke Anarka lagi "


" Tapi kan nanti kalau aku merindukanmu bagaimana " Rosi merengek manja.


Alina menyumpalkan pusaka - pusakaan padan mulut Rosi " Pakai itu saja, pikiran kamu cuma seperti itu terus, bukannya sekarang mulai memikirkan pekerjaan !" ucap Natali ketus, karena temannya itu sangat malas jika di suruh Bekerja, otaknya hanya terisi oleh gairah dan napsu saja.


Rosi menarik Pusaka - pusakaan yang di sumpalkan ke mulutnya sambil menjilatnya " Ajukan masih mahasiswi Alin, nanti sajalah bekerjanya "


Semua Wanita Julian tertawa melihat ekspresi Rosi yang seperti anak kecil sedang di marahi ibunya.


Seila buka suara " Julian apa kami tidak boleh ikut denganmu ?"


" Tidak Seila, kalian tidak bisa ikut, percayalah aku pasti akan cepat kembali " Julian sedikit merasa bersalah karena membohongi orang - orang yang selalu merawatnya dengan baik.


" Sudahlah Seila, Julian juga keluar negeri untuk mengurus bisnisnya, itukan sudah menjadi hal yang wajar bagi para pebisnis, apa lagi Julian memiliki beberapa bisnis di luar negeri juga, jadi dia juga sesekali harus mengecek bisnisnya itu " Okta menjelaskan dengan lembut.


Liyana menimpali " Okta benar, Julian juga harus menjaga bisnisnya di luar negeri, agar tidak ada kerusakan internal di dalamnya !"


Seila tersenyum kecut, saat wanita Julian yang lain menceramahinya, tapi kemudian dia juga bisa menerima jika dirinya tidak bisa ikut dengan Julian.


Mereka semua pun sepakat untuk melepas kepergian Julian ke luar Negeri, karena mereka juga tidak ingin mengekang Julian dirumah terus, pasalnya mereka semua tahu kalau Julian memiliki banyak perusahaan di luar Negri.


Setelah berdiskusi, pergulatan panaspun mulai terjadi, mereka semua mengeroyok Julian secara bersamaan.


Julian hanya membiarkan mereka bergantian menikmati pusakanya, toh nanti mereka juga akan terkapar sendiri jika sudah puas.


Benar saja ketika pertarungan berlangsung selama beberapa jam satu persatu wanita Julian mulai tumbang karena sudah beberapa kali mencapai puncak.


Sementara Julian masih santai meladeni mereka semua, dia tidak kelelahan sama sekali walau harus tujuh lawan satu, Pusaka Julian selalu berdiri kokoh untuk menghujam goa wanita - wanitanya itu.


Beberapa jam lagi berlalu, semuanya sudah bertumbangan, kini tinggal Celia dengan Julian yang masih beradu mekanik.

__ADS_1


Celia juga sudah terlihat kelelahan tapi demi Julian mencapai puncak, dia tetap bertahan, benar saja tak berselang lama Julian melolong, menandakan kalau dia sudah mencapai puncak.


Julian ambruk di tengah - tengah wanitanya dan tersenyum puas karena bisa menaklukkan mereka semua. Merekapun tidur bersama hingga siang menjelang.


__ADS_2