
Julian kembali ke Tenda dengan membawa banyak kayu bakar, karena sangat mudah baginya untuk membawa batang kayu besar sekalipun.
Terlihat Celia sedang bermain air sungai bersama dengan Lina, mereka berdua terlihat sangat akrab.
Julian juga melihat Lina lumayan cantik saat kacamatanya di lepas, hanya saja jerawat yang tumbuh di wajahnya mengganggu pemandangan itu.
" Julian, kita makan ikan sungai yah " lamunannya buyar ketika Rosi menegur sambil mengayunkan tangannya.
" Eh... tapi ini sudah hampir gelap Ros " jawab Julian sekenanya.
" Yah, padahal aku ingin makan ikan sungai " Rosi terlihat cemberut.
Julian menghela napas " ya sudah, aku cari dulu, suruh Alpa buat Api unggun "
" Siap Bos !" Rosi langsung dengan sigap hormat pada Julian sambil tersenyum.
" Kamu ini " Julian mencubit hidungnya kemudian dia langsung pergi.
Julian langsung pergi ke sungai yang lebih dalam, dengan penglihatan elangn dan kecepatan Ekstrimnya, dia sangat mudah untuk mencari ikan, apalagi sungai disana sangat jernih.
Hanya dalam beberapa menit saja, dengan tangan kosong Julian sudah mendapatkan puluhan ekor ikan di sungai itu.
Celia dan Lina yang melihat ikan menggelepar di pinggir sungai, tentu saja mereka terkejut, karena mereka tidak melihat sama sekali Julian turun ke sungai tadi.
" Astaga, Cel... kenapa dengan ikan - ikan itu ?" ucap Lina kaget.
Celia juga sedikit kaget, tapi dia langsung menyapu pandangannya ke arah Julian, benar saja dia melihat Julian yang sedang memegang dua ekor ikan.
Celia tersenyum saat melihat Julian " tuh orangnya yang menangkap ikan - ikan itu " dia menunjuk Julian yang telanjang dada menampakkan tubuh proporsional nya.
Lina melihat ke arah Julian, seketika dia tertegun, jantungnya berdegup dengan kencang, darahnya berdesir, Lina benar - benar terpesona dengan keindahan tubuh Julian.
Julian yang merasa sudah cukup menangkap ikannya, dia langsung berjalan ke pinggiran sungai, sambil menghampiri Celia dan Lina.
" Ayo ke atas, kita bakar ikan dulu " ucap Julian sambil mengangkat kedua tangannya yang mencengkram ikan yang masih hidup itu.
Celia mengangguk " Baiklah "
" Lin, Lin, Lina..." Celia menggoyang tubuh Lina.
__ADS_1
" Eh.... iya Cel " Lina tersadar dengan lamunannya.
" Hayo Lo..., kamu naksir yah sama Julian " goda Celia sama Lina.
" Ti..tidak kok " jawab Lina gugup, wajahnya merah merona.
Celia membisikkan sesuatu pada Lina " hati - hati Lin, kalau sudah jatuh cinta sama Julian, susah lepasnya, kayak aku "
" Ih...apaan sih kamu Cel " Lina bergegas naik ke atas.
" Hihihi... " Celia terkikik geli melihat sahabat kecilnya itu salah tingkah.
Julian yang melihat itu mengerutkan keningnya " Kenapa dengan dia sayang ?" tanyanya pada Celia.
Celia tersenyum " dia naksir kamu " jawabnya jujur sambil naik ke atas.
Julian hanya bisa tersenyum getir, karena sepuluh wanitanya saja sudah bikin repot, bagaimana kalau nambah lagi, mungkin enak di ranjang dia puas, tapi Julian sadar tidak bisa membagi waktunya dengan adil, kalau terlalu banyak wanita.
Julian membawa ikan - ikan itu ke tempat barbekyu, para wanita Julian langsung bersemangat saat melihat ikan - ikan itu.
" Terimakasih sayang " Rosi tanpa ragu mengecup bibir Julian, membuat Lina yang melihatnya terkejut, karena Celia juga wanita Julian, pikirannya jadi terbang kemana - mana.
Semua wanita Julian mengangguk dengan mantap, mereka langsung berebut untuk membersihkan ikan - ikan tersebut, kecuali Yellow yang hanya menyaksikan mereka saja.
Malam pun tiba, semua wanita Julian sudah membersihkan diri dan berganti pakaian, mereka kemudian menyiapkan Barbekyu yang sudah di siapkan oleh Alpa, ikan - ikan yang sudah di bersihkan juga ada disana.
Api unggun berkobar menghangatkan dinginnya malam itu, para wanita Julian sangat bersemangat, seolah tidak ada beban sama sekali.
" Cel, kamu sama aku saja yah, aku takut " Lina memegangi tangan Celia dengan kencang.
" Iya, iya aku disini kok Lin, kamu tenang saja, saudari - saudari aku juga orang yang baik kok, kamu coba berkenalan dengan mereka " jawab Celia lembut.
Lina menggelengkan kepalanya, bukannya dia tidak mau berkenalan dengan mereka, hanya saja dia merasa minder karena tidak semenarik mereka semua.
Julian memandangi para wanitanya yang terlihat sangat bahagia itu, sambil senyum - senyum sendiri.
" Mau kamu apakan mereka semua Jul ?, kalau hamil semua kamu bisa repot nanti " Darius yang duduk disamping Julian buka suara.
Julian menghela napas " Mau bagaimana lagi kak, masa iya aku harus membuang mereka setelah mendapatkan manisnya mereka, gak mungkin dong ?, yang pasti aku akan mencoba yang terbaik demi membahagiakan mereka semua " ucapnya penuh keyakinan.
__ADS_1
Darius tersenyum kecut " aku tidak menyangka jika adik kecilku, sekarang sudah tumbuh besar dan melewati kakaknya, kakak saja ngurusin satu wanita kerepotan, tapi kamu dengan entengnya bawa sepuluh wanita sekaligus " Darius menggeleng - gelengkan kepalanya.
Julian menanggapi perkataan kakaknya hanya menggendikkan bahu saja sambil melihat para wanitanya.
Tapi saat dia memandang mereka semua, sepertinya ada yang kurang, Julian terus berpikir apa yang kurang itu.
Julian langsung berdiri " Resty !, Resty mana ?!" tanya Julian panik.
" Apa maksud kamu Julian ?" tanya Darius yang ikut berdiri.
" Resty tidak ada di antara mereka kak !" Julian langsung menghampiri para wanitanya, Darius mengikuti dari belakang.
Julian menegur para Wanitanya " Kalian semua ada yang lihat Resty ?"
Sontak saja para wanita Julian langsung mencari keberadaan Resty, benar saja Resty tidak ada disana.
" Tadi katanya dia mau pergi ke tenda " Rachel buka Suara.
Julian langsung ke tenda " Res, Resty kamu di dalam kan ?"
Tidak ada orang yang menyaut, Julian pun langsung kalut, karena Resty tidak ada disana.
" Bagaimana ada sayang, apa Resty ada ?" Para Wanita Julian juga terlihat khawatir.
Julian menggelengkan kepalanya " Kalian semua tunggu disini !, Queen cari tuanmu !!" bentaknya pada Queen yang terlihat terdiam di tempatnya.
Julian mengerutkan keningnya saat Queen tidak mematuhi perintahnya, Darius juga merasa heran, dia langsung mendekati Queen.
" Astaga !, kenapa dia bisa sampai kehilangan sinyal !" ucap Darius jengkel.
" Arghhh !, Brengsek !" Julian meraung marah.
" Kalian semua tunggu disini, jangan sampai ada yang pergi dari sini, Yellow, Alpa dan Dom jaga mereka semua, aku percayakan mereka semua pada kalian bertiga " Ucap Julian dengan nada Khawatir.
" Pergilah Julian, aku akan menjaga mereka semua " Ucap Yellow lembut.
" Terimakasih Yellow " Julian mengecup Yellow dan langsung pergi mencari Resty.
Sementara itu di sebuah gubuk tua, terlihat Resty yang sedang di ikat, mulutnya di lakban, dia menangis karena ketakutan.
__ADS_1
" Tenanglah manis, malam ini kita akan bersenang - senang, kamu pasti ketagihan " ucap Pria buncit, botak dengan dua gigi emas menghiasi mulutnya.