System Harem

System Harem
Rafael Memanfaatkan Situasi


__ADS_3

Setelah membaringkan Rosi di kamarnya, Julian keluar dari kamar dan menutup pintu.


Baru saja dia menoleh, Celia sudah bergelayut manja padanya " Kenapa tidak menunggu malam saja, saat kami berkumpul, apa kamu akan puas jika seperti ini ?"


Julian memegang pinggul Celia " Bagiku asal kalian senang aku akan memberikannya " ucapnya sambil tersenyum.


' Cup ' Celia mengecup lembut bibir Julian, dia melepaskan rangkulannya di leher Julian dan menariknya ke dalam kamarnya.


Ronde kedua pun di mulai, Julian menggarap Celia sampai beberapa jam, pasalnya Celia menolak untuk menyudahi pergelutannya. Dia memaksakan diri untuk menunggu para wanita Julian pulang agar Julian terpuaskan juga.


" Sudah yah sayang, kasihan anak kita " Ucap Julian mendiamkan pusakanya di Goa Celia.


Julian tidak berani menggarap Celia dengan Brutal, karena dia sadar kalau Celia sedang hamil anaknya, dia tidak ingin Celia terlalu lelah, makanya Julian bermain sangat lembut dengannya.


Celia yang sudah bermandikan keringat dan terengah-engah menjawab " Tapi yang lain belum pulang sayang, teruskan saja, hos..hos.. "


Julian melepaskan pusakanya dan tersenyum sambil memegang pipi Celia " jangan memaksakan diri, ingat anak kita ini ' Cup ' Julian mengecup perut Celia dengan lembut.


" Kamu yakin sayang ?" Celia bertanya memastikan.


Julian mengangguk dan tersenyum " kamu mau mandi atau mau istirahat dulu ?"


" Istirahat dulu saja " jawab Celia sambil mengulas sebuah senyum.


Julian mengecup kening Celia dan meninggalkannya untuk beristirahat di kamar.


Dia turun kebawah, di ruang keluarga Darius sudah menunggunya " Sialan kamu Julian !, lama sekali bercocok tanamnya !" gerutunya kesal karena dia sudah menunggu sekitar satu jam.


" Hehehehe maaf kak, panggilan seorang lelaki sejati " ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.


" Brengsek kau yah, sudahlah coba lihat ini " Darius memperlihatkan sebuah Video yang sudah dia simpan di layar Virtual.


Julian terkejut saat melihat Wanita yang kemarin bertemu dengannya di taman Kota.


Julian memperhatikannya dengan seksama wajah wanita itu untuk memastikan kalau dia memang Wanita yang di temuinya.


" Kenapa dengan mereka kak ?" tanyanya penasaran.


" Bodoh !, perhatikan baik - baik statistik tubuh mereka !" Darius menegur adiknya yang belum ngeh juga dengan Video tersebut.

__ADS_1


Ketika Julian memperhatikan statistik tubuh mereka, dia baru sadar kalau mereka bukan manusia biasa " Astaga, apakah mereka manusia buatan ?"


" Bisa di bilang begitu Julian, dan perhatikan wanita itu, dia memiliki suhu panas yang sama dengan Natali ! " Darius memperlihatkan data tentang Natali dan memperlihatkannya pada Julian dan 99% cocok.


Darius menemukan itu tidak sengaja, karena semua data Natali belum di hapus, otomatis kecocokan mereka akan terlihat di data Base nya.


Julian kemudian teringat ketika wanita itu tersenyum ke arahnya, ia yakin kalau senyum itu memang milik Natali.


Seketika Napsu Julian yang tadinya masih membara langsung menguap, Pusakanya mengecil seketika dan menjadi belut yang lembek.


" Aku sudah menyuruh Rafael untuk mengambil Sampel darahnya walupun hanya setetes aku ingin memastikan saja, aku harap dugaanku salah Julian " Darius terlihat sangat sedih.


Julian menebak pikiran Darius, dia juga mengarah ke kuburan Natali yang Notabenya tidak di jaga dan di biarkan begitu saja.


Julian mengepalkan tangannya " Kalau saja mereka berani melakukan sesuatu pada tubuh Natali akan kubunuh mereka semua !"


" Brakkk


" Duaarr


Hantaman Julian membuat ruang keluarga hancur berantakan, Darius juga terhempas akibat pukulan gebrakan Julian.


Julian tersadar " Maaf kak, aku tidak bisa mengontrol emosiku " Julian menghela napas.


" Kamu ini !" Gerutu Darius kesal.


Para pelayan berdatangan ketika mendengar suara ledakan tadi, Julian memberitahu Sebastian untuk segera membereskan ruang keluarga yang berantakan itu.


Sementara itu di Andalas, Rafael mencoba mengambil sampel darah Yellow atas perintah Darius.


Di tempat acara pertunjukkan robot yang sudah di mulai, Rafael naik ke atas panggung dengan membawa Robot anjing yang dia buat dadakan.


Awalnya Robot itu seperti anjing sungguhan membuat para Juri kagum terhadap ciptaan Rafael.


Kenji dan para Robot buatannya yang duduk di depan juga tertarik dengan Robot buatan Rafael.


Tapi tiba - tiba Robot Rafael meledak dan hancur berkeping - keping saat sedang melompat mau masuk kedalam lingkaran yang di buat Rafael.


" Duarrr

__ADS_1


Ledakan tersebut membuat orang - orang kaget, serpihan - serpihannya juga bertebaran dan mengenai orang - orang yang duduk di depan termasuk Yellow.


" Robotku.. " Rafael pura - pura bersedih karena robotnya hancur.


" Hahahaha


" Hahahaha


" Turun saja woi !, kamu sudah gagal !" Semua orang menertawakan Rafael.


Yellow yang sedikit tergores oleh serpihan bagian tubuh Robot anjing yang meledak dia memegang pipinya. Tapi lukanya langsung menutup dengan cepat.


" Cih ternyata hanya sampah !" ucap Kenji mencibir yang tadinya kagum.


Rafael turun dengan menundukkan kepalanya sambil berakting sedih dan memunguti serpihan - serpihan robotnya.


" Maafkan aku semuanya " Rafael membungkuk Hormat di hadapan orang - orang yang terkena ledakan tersebut.


Rafael memungut serpihan yang mengenai pipi Yellow, di sana terlihat ada sebercak darah yang bergerak seolah mencari inangnya.


Rafael menggenggamnya dengan Erat dan langsung pergi dari tempat pertunjukkan, Untung saja Kenji tidak memiliki pengamatan super seperti Julian dan Rafael yang bisa membaca segalanya. Dia hanya bisa menggunakan kecerdasannya kalau di depan Laptop ataupun perangkat lainnya saja.


Note : Walaupun Kenji sangat Pintar tapi dia tidak bisa menciptakan Ai super seperti yang dilakukan Julian ketika membuat Rafael, alasannya karena Secerdas apapun Kenji kecerdasannya hanya 4x lipat dari manusia biasa, Sementara Julian mampu menciptakan Rafael ketika kecerdasannya sudah 8x lipat dari manusia biasa.


Ketika sudah di luar gedung Pertunjukan Rafael langsung terbang meninggalkan tempat tersebut. Dia juga tidak lupa menaruh darah Yellow di Sebuah tabung kecil yang sudah di siapkan.


Malam Harinya, Rafael baru sampai dari Andalas, dia terbang tanpa istirahat dari sana.


Julian yang sedang menikmati malam panasnya bersama para Wanitanya, dia tidak mengetahui kalau Rafael sudah pulang.


" Racheeeelll " Julian menancapkan Pusakanya begitu dalam di goa Rachel ketika dia mencapai puncak setelah menumbangkan para wanitanya yang lain.


Mata Rachel membelalak karena Pusaka Julian menyentuh dan mendorong rahimnya dengan sangat kuat, di tambah semburan lava hangat mengguyur rahimnya itu.


Rachel mencengkeram kuat tubuh Julian hingga kuku - kuku jarinya seolah menancap disana.


Tubuhnya bergetar hebat bersamaan dengan Hujaman Julian yang begitu dalam, napasnya tersengal-sengal karena dia menjadi yang terakhir melayani Julian yang tentunya mendapat jatah lebih lama dari yang lainnya hingga dia benar - benar kehabisan tenaga.


" Bajingan itu setiap hari bercocok tanam terus " gerutu Darius kesal, padahal ada hal yang penting untuk di bicarakan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2