System Harem

System Harem
Kebenaran Keluarga Resty dan Julian


__ADS_3

Brown yang mendapat pesan dari Roks, dia mengerutkan keningnya ketika Roks minta bertemu dengannya.


Karena Roks tahu jika Brown pasti akan mengabaikannya jika tidak memberitahu detail masalahnya secara langsung, dia mengrim pesan kalau Kekasih Alina sedang di jadikan target seseorang lagi.


Mendengar hal tersebut, tentu saja Brown langsung setuju untuk bertemu dengan Roks. Mereka bertemu di sebuah Kafe dekat Mansion Julian.


Karena Alina bukannya kembali ke Hotel malah kembali ke Mansion Julian, begitu juga wanita yang lainnya, mereka semua seolah tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan agar dekat dengan Julian.


Semua target harem Julian sekarang memiliki pemikiran yang sama, jika mereka ingin selalu bersama Julian.


Di Sunset Kafe, Roks terlihat menunggu Brown bersama tangan kanannya, dia dengan sabar menunggu kedatangan Brown.


Ketika Brown datang, Roks langsung berdiri untuk menyambut Brown, dia membungkukkan badannya dan memberi salam Hormat " Tuan Dark "


Brown mengangguk "Duduklah " ucap Brown datar.


Roks duduk saat Brown sudah duduk terlebih dahulu, kemudian Brown bertanya " Jelaskan dengan detail, apa yang kamu maksud di pesan ?!"


" Tuan Dark, saya menerima sebuah misi jika harus memberi pelajaran pada kekasih Nona Alina, tapi ketika saya tahu itu kekasih Nona Alina, saya langdung menghubungi anda untuk bertanya pada anda, apa yang harus saya lakukan ?" ucap Roks menjelaskan dengan jujur.


" Siapa orang yang menyuruhmu ?" tanya Brown.


" Gyli Hansel, pemilik Hansel grup !" jawab Roks mantap.


Brown mengerutkan keningnya " Pebisnis tingkat bawah berani melawan Tuan Lewis ?, sangat konyol !" ucap Brown tajam.


" Aku akan membicarakan masalah ini dengan Tuan Lewis, aku akan menghubungi kamu lagi nanti !" Brown beranjak dari duduknya dan meninggalkan Roks yang kebingungan.


Setelah Brown sudah tidak terlihat, Roks menggerutu " Sial !, bagaimana mungkin kita bisa menunggu lama, yang ada reputasiku akan hancur !"

__ADS_1


" Bos, terus kita harus bagaimana ?" tanya tangan kanan Roks.


" Apanya yang bagaimana ?, kita hanya bisa menunggu perintah selanjutnya Tuan Dark !" Roks berteriak kesal.


Roks dan tangan kanannya meninggalkan tempat tersebut dengan susana hati yang buruk.


...***...


Sementara itu Julian sedang berpamitan dengan Resty dan Ayahnya " Paman Lukas, Resty, aku pulang dulu, oh iya Resty apakah kakak boleh tahu Nomor rekenening kamu ?"


Resty bingung karena Julian tiba - tiba bertanya nomor Rekening Banknya " untu apa kak ?"


" Sudah sini saja " ucap Julian seperti memaksa.


Resty akhirnya memberikan nomor rekening banknya walau dia bingung.


Julian langsung mentransfer satu juta dolar ke rekening Resty, setelah dia mendapat nomor rekeningnya.


Julian tersenyum " pakailah uang itu, jangan ragu untuk menggunakannya, aku sekarang memiliki uang yang lebih " Julian mengusap puncak kepala Resty.


Mata Resty berkaca - kaca, dia membatin " sungguh pria yang baik, pantas saja para Wanita cantik mengerumuninya, jika aku bukan keluarganya aku juga rela menyerahkan diriku "


Faktor Daya Resty Nord : +10


Target Harem tersentuh dengan kebaikan Host.


Faktor Daya Tarik Resty Nord Sekarang : 40%


[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].

__ADS_1


Poin Kekuatan Host sekarang : 81


Wajar saja jika daya tarik Resty naik, karena Wanita mana yang tidak suka Pria yang baik, apalagi dia memberinya uang satu juta dolar tanpa harus tidur bersamanya.


Julian menghela napas " System ayolah, dia sepupuku, masa iya akau harus menaklukan sepupuku sih ?" Julian merutuki System dalam hatinya.


Awalnya Julian ingin memberi Resty banyak uang, tapi dia takut jika Resty akan sangat terkejut. Julian bisa saja menggunakan Saldo Kredit Harem untuk menambah kembali uangnya, tapi dia tidak melakukan hal tersebut karena dia berpikir tidak ingin menjadikan Resty sebagai wanita yang ditaklukannya, tapi ternyata System memiliki pandangan lain, mau dia dibelanjakan pakai Kredit harem atau tidak, jika sudah menjadi target harem, hasilnya bakal sama saja.


" Kakak Terimakasih " ucap Resty pelan.


Julian tersenyum " Sudahlah, nanti aku kemari lagi, Paman aku pergi dulu "


Lukas hanya mengangguk saja sambil tersenyum, dia tidak mengganggu Obrolan Julian dan Resty.


Ketika Julian sudah meninggalkan ruangan tersebut, Lukas bertanya pada Resty " Apakah kamu menyukai Julian Resty ?"


Resty terkejut " Eh.... Ayah apaan sih, dia kakakku mana mungkin aku suka padanya " jawab Resty berbohong, karena dalam hati kecilnya berkata lain.


Lukas menggenggam tangan Resty, dia kemudian buka suara " Resty, Apakah kamu mengira jika Ayah dan Ayah Julian masih saudara kandung ?"


Resty mengerutkan keningnya " maksud Ayah apa ?, Bukankah Ayah memang saudara kandung Ayah Kak Julian ?, karena Ayah sudah hidup dari kecil bersama ?" tanya Resty yakin.


Lukas menggelengkan kepalanya " kami memang dari kecil bersama, tapi kami bukan saudara kandung, kebetulan saja Ayah yang hidup sebatang kara di angkat anak Oleh Kakek Julian dulu, walaupun Ayah sudah menganggap Ayah Julian seperti kakak sendiri, tapi Ayah tetaplah bukan saudara kandung Ayah Julian, kami hidup bersama sampai kami menikah masing - masing, hingga ketika mendengar mereka meninggal akibat kecelakaan "


Sontak saja Resty terkejut, karena ternyata dia bukan saudara kandung Julian " Ayah tidak berbohongkan ?" mata Resty terlihat berbinar.


Lukas memggelengkan kepalanya sambil tersenyum " Kamu tahu kenapa Ayah bersikeras menyuruh Julian tinggal dirumah kita ?, itu karena Ayah ingin menikahkan kalian berdua, tapi sayangnya ibu kamu tidak setuju !, hingga akhirnya ibu kamu mengusir Julian " Lukas menghela napas.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2