System Harem

System Harem
Julian yang Elegan


__ADS_3

Rosi tersenyum cerah ketika Ayahnya mengatakan jika Julian adalah pria yang Ayahnya harapkan, itu Artinya jika Rosi di beri lampu hijau oleh Ayahnya.


Rosi tanpa sungkan langsung merangkul dan menyenderkan kepalanya pada bahu Julian. Walcot yang melihat hal tersebut dia mengerutkan keningnya " Bukan bermesraan di depan Ayah juga Ros !" ucap Walcot tidak berdaya.


Rosi tersenyum kecut sambil menjulurkan lidahnya, dia seperti anak kecil yang pura - pura bodoh saja.


Walcot menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka jika anaknya akan berubah drastis ketika didekat Julian.


Walcot bertanya pada Julian " Jadi sekarang apa rencana kamu selanjutnya Julian ?"


Julian tersenyum " Seperti yang saya katakan sebelumnya Tuan Dail, saya membutuhkan bantuan anda untuk mempermudah distributor hasil minyak Bumi dari Provinsi Quratar !, untuk urusan lainnya biar saya urus saja, saya hanya meminta anda untuk membukakan jalan saja untuk saya dan seperti janji saya, anda akan mendapatkan 10% dari setiap pendapatan bulanan yang saya terima nantinya, apakah anda setuju Tuan Dail ?" ucap Julian sopan.


Walcot menghela napas " untuk urusan itu hal mudah bagiku, dan soal pemberian 10% hasil untukku, lebih baik kamu simpan saja Julian, aku tidak menginginkan uangnya, yang aku inginkan Provinsi Anarka agar cepat berubah !" jawab Walcot serius.


Julian kembali tersenyum, dia mengulurkan tangannya " Saya akan menepati Janji saya, senang bekerja sama dengan anda !"


Walcot juga tersenyum dan mengulurkan tangannya " Aku harap kerja sama ini akan merubah wajah Provinsi Anarka !"


Rosi menatap Julian dengan penuh kekaguman " Sungguh pria yang jantan, biasanya para pria tidak berani mendekati ayah, tapi Julian berbeda, dia sangat berani dan Ayah juga mengakuinya, ah...apalagi keperkasaannya ketika diranjang ..." angan Rosi melayang jauh, dia semakin kagum saja dengan Julian.


Faktor Daya Rosi Dail : +1


Target Harem tersentuh dengan kejantanan Host.


Faktor Daya Tarik Rosi Dail Sekarang : 96%


[ Karena Target Harem mencapai penaklukan minimal, Host akan mendapatkan 10 kekuatan setiap 1% daya tarik meningkat ].


Poin Kekuatan Host sekarang : 109


Wajar saja jika daya tarik Rosi naik, karena wanita paling senang jika ada pria yang berani menghadap orang tuanya, karena mereka berpikir jika pria tersebut menemui orang tuanya, itu berarti mereka serius pada Wanita tersebut.


Rosi tidak tahu saja, ada pria yang memanfaatkan hal tersebut hanya merenggut kepercayaan wanitanya saja, ya walaupun itu hanya beberapa dan lebih banyak yang serius.

__ADS_1


Sementera Julian tersenyum tipis sambil melirik Rosi, dia benar - benar heran, cewe yang awalnya sangat cuek, tapi ketika ditaklukan sangat mudah untuk di gaet.


Setelah ngobrol sebentar, kemudian Walcot mengajak Julian untuk makan malam bersama, karena dia sudah menyiruh pelayannya untuk menyiapkan makan malam.


Julian tidak menolak, dia makan malam bersama Walcot dan Rosi. Mereka bertiga terlihat menikmati makanan tersebut, sambil sesekali mengobrol dan bercanda.


...***...


Sementara itu di Laboratorium Profesor C5, Seorang Mutan yang cukup terlihat sempurna layaknya manusia biasa. dia membawa kepala Mutan banteng yang kode namanya E9.


" Bruk


E1 atau Mutan yang hampir sempurna tersebut meletakan kepala Mutan banteng di meja lab Profesor c5.


" E9 gagal Prof, apakah kita perlu memburunya lagi ?" tanya E1 datar.


c


" Darius bajingan !, berani sekali kamu menggunakan sorum tersebut !!" Profesor C5 sangat geram.


Tapi Profesor C5 kemudian terheran - heran, kenapa Darius bisa mendapatkan manusia yang cocok dengan Sorum tersebut.


Padahal Sorum tersebut belum pernah di ujicoba pada Manusia sebelumnya, seharusnya jika Darius asal saja menggunakan sorum tersebut pada Manusia, presentase keberhasialannya akan sangat sedikit.


Profesor C5 menebak - nebak apa yang telah dilakukan oleh Darius pada Sorum tersebut " Sialan !, apakah dia menyempurnakannya sendiri ?, tapi bagaimana bisa ?" gumam Profesor C5.


E1 yang mendengar gumamman Profesor C5, dia menjawab " Profesor, kemungkinan itu sangat kuat, karena Darius punya Lab sendiri, saya mengambil kepala E9 juga dari Labnya !"


Profesor c5 menggertakan giginya, dia kemudian memanggil Asistennya " Moli !, kamu Hubungi Tuan Holi, agar meringkus Darius secepatnya !"


" Baik Prof !" Moli dengan tergesa - gesa langsung menghubungi Holi.


Sementara itu Profesor C5 langsung membawa kepala E9 dan menelitinya kembali, dia berencana akan menggabungkan E9 dengan mutan yang baru dia kembangkan.

__ADS_1


E1 duduk disebuah Kursi yang tersedia, dia menatap semua penelitian Profesor C5 dengan tersenyum, karena dia pikir akan menjadi pemimpin mereka yang masih tertidur di tabung penelitian.


Pikiran para Mutan sudah dibersihkan ketika masih menjadi Manusia biasa, mereka tidak ada yang ingat masalalunya, hal tersebut dilakukan Profesor C5 agar dapat dengan mudah mengendalikan mereka semua.


Darius tahu akan hal tersebut, makanya dia membelot pada profesor C5, karena menurutnya sains untuk membantu Manusia bukan malah untuk menghancurkan Manusia.


Dari awal sebenarnya Darius sudah tidak suka dengan pemikiran Profesor C5, tapi apa daya dia tidak melawan dengan posisinya.


Jika dia melawan yang ada dia akan di bunuh, tapi karena kemanusiaan, Darius akhirnya berani melawan, walaupun akhirnya di buru terus - terusan, tapi Darius sudah mengerti akan hal tersebut.


Darius sudah membulatkan tekadnya ingin melawan Profesor C5, walaupun dia harus mengorbankan nyawanya sendiri.


Tapi sekarang berbeda, Darius memiliki Natali yang Notabenya memiliki kekuatan di atas para Mutan yang di Buat Profesor C5, jika Natali sudah bisa menggunakan seluruh kekuatannya Darius sangat yakin kalau dia akan mampu mengalah Profesor C5.


...***...


Kembali ketempat Rosi, saat Julian mau lulang ke rumahnya, Rosi merasa tidak rela, dia seolah ingi selalu bersama Julian.


Rosi terus memegangi lengan Julian sambil cemberut, Walcot yang melihat hal tersebut mennghela napas " Ros, Julian mau pulang, besok juga kalian bisa bertemu lagi " ucap Walcot Lembut.


Julian menimpali dengan tersenyum tipis " benar kata Ayahmu Ros, besokkan kita bisa bertemu lagi "


Rosi menggembungkan pipinya " Ayah, biarkan Julian menginap Ayah ?, Rumah Julian kan Jauh, kasihan jika dia sampai dirumahya larut malam nanti malah bahaya " ucap Rosi memohon.


Walcot tersenyum kecut, dia menatap Julian " Begitulah permintaan putriku, apakah kamu tidak keberatan Julian ?, kebetulan ada kamar Kosong dirumah ini "


Julian pura - pura terpaksa agar martabatnya terlihat, dia ingin menjaga citranya di depan Walcot, padahal dia sebenarnya merasa canggung karena dia takut di cap buruk Oleh Walcot.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2