
Brown dan Alina terkejut dengan kekuatan Julian, Karena saat mereka melihat Julian tadi sore dia babak belur oleh Jake dan teman - temannya walau dia bisa memenangkan perkelahian tersebut.
Tapi sekarang Julian sangat Kuat dia mampu menghajar anak buah Boris dengan satu pukulan saja, Boris juga terlihat tidak berdaya di hadapan Julian, padahal dia pemimpin dunia bawah di kota Fornas.
Sementara Rosi melihat Julian dengan mata penuh kekaguman, padalnya dia sangat suka dengan orang yang pandai berkelahi seperti Julian, apa lagi Julian sangat Kuat.
" Ternyata dia lumayan juga, aku kira dia hanya anak orang kaya manja seperti yang lainnya saja, tapi ternyata dia bisa menjaga seorang Wanita " gumam Rosi dalam hati.
Faktor Daya Rosi Dail : +10
Faktor Daya Rosi Dail : +10
Faktor Daya Rosi Dail : +10
Target Harem tersentuh dengan kejantanan Host.
Faktor Daya Tarik Rosi Dail Sekarang : -30%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 30% anda akan mendapatkan 3 poin kekuatan tambahan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 3
Rosi sangat suka dengan pria yang pandai berkelahi, Karena baginya Pria yang pandai berkelahi itu sangat jantan.
Rosi berpikir Jika Pria yang jantan dapat melindungi wanitanya saat sedang dalam bahaya, seperti yang sedang di lakukan Julian sekarang.
" Paman Brown, benarkah itu Julian yang aku lihat tadi Sore ?" tanya Alina terkejut.
Brown hanya mengangguk ringan, karena dia sedang menatap Julian dengan seksama, Brown sangat yakin kalau Julian bukan orang sembarangan.
Rosi menoleh ke arah Alina, dia kemudian bertanya " Apa kamu pernah bertemu dengan Julian sebelumnya Alin ?"
Alina mengangguk sembari tersenyum " kebetulan tadi sore aku melihatnya sedang menyelamatkan seorang Wanita, dia juga bisa mengalahkan tiga orang, aku kira itu hanya kebetulan ternyata dia benar - benar Pria yang sangat seksi !"
Faktor Daya Alina Rose : +10
Target Harem tersentuh dengan kejantanan Host.
Faktor Daya Tarik Alina Rose Sekarang : +20%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 3 poin kekuatan tambahan ].
__ADS_1
Poin Kekuatan Host sekarang : 4
Julian di tempatnya tercengang karena melihat Daya Tarik Alina dan Rosi naik hampir secara bersamaan, padahal dia tidak melakukan apapun untuk mereka.
Julian membalikan badannya, dia menyapu pandangannya ke belakang Mobil miliknya, benar saja dia melihat Mobil lain yang berjarak 50 meter dari tempatnya Mobilnya bberhenti.
Julian tersenyum ke arah Mobil tersebut, dia tahu jika Alina dan Rosi ternyata mengikutinya.
Sontak saja Brown terkejut karena Julian melihat keberadaan mereka, padahal Brown sangat yakin kalau Julian dari tadi tidak menyadari keberadaan mereka.
" Ini hanya dugaanku saja atau dia bisa merasakan kehadiran kami ?, apakah dia sudah tahu jika kami ada disini dari tadi ?, tapi itu tidak mungkin !, aku sangat yakin kalau dia baru melihat kami, siapa pria ini ?,kenapa dia begitu menakutkan !?"
Hanya dengan Julian dapat menyadari keberadaanya saja, Brown dapat tahu jika Julian bukan orang sembarangan, Brown sangat yakin kalau Julian memiliki insting yang tajam.
Tapi Brown tidak pernah melihat orang yang memiliki insting seperti itu selain Pemimpin dunia Bawah Negeri Lorawood.
Untuk itu Brown benar - benar terkejut, pasalnya selama 70 tahun dia berkecimpung di dunia Bawah, hanya Pemimpin Dunia bawah saja yang bisa melebihi bakatnya, tidak ada orang lain yang seperti Pemimpin Dunia bawah.
Sementara itu Julian tidak tahu apa yang sedang Brown pikirkan, dia kembali menatap Boris yang masih duduk di tanah.
" Cepat katakan siapa yang menyuruh kalian !" Julian membentak Boris.
Julian yang Melihat Boris tidak mau menjawab, dia menghampirinya dan berjungkok di hadapan Boris.
" Bruaaakkk !!" Julian meninjo Mobil, hingga badan Mobil penyok.
Boris tersentak kaget, dia melihat ke arah Pukulan Julian.
Boris langsung bergetar ketakutan, Keringat dingin yang tadinya hanya keluar di keningnya, sekarang seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin.
Wajah Boris memucat ketakutan, dia menoleh ke arah Julian dengan perlahan.
" Pssssshhhhh " Cairan Kuning melesat Keluar dari balik celana Boris dengan derasnya.
Julian yang mencium bau menyengat sontak saja mengernyitkan dahinya, dia menatap ke arah Celana Boris.
Julian terkekeh " Hahahaha.... Nyali masih seperti ini kamu mau sok jaguan di depanku ?!" Julian menoyor kepala Boris.
Julian memghela napas " Cepat beritahu aku siapa yang menyuruhmu maka aku akan melepaskanmu !"
Boris mendongak, dia menatap Julian dengan perlahan dan menjawab " Dusan Joyce Tuan, dia yang menyuruh saya "
__ADS_1
" Bruakkk ! " Julian memukul Mobil Boris lagi, kali ini sangat keras hingga Mobil tersebut terhempas dua meter dan penyok parah, karena Julian mengeluarkan hampir seluruh tenaganya.
" Bruuggg ! " Sontak saja Boris yang tadi bersender di Mobil Jatuh terlentang karena tempat senderannya menjauh.
" Aduuhhh ! " Boris memegang kepalanya yang terbentur Aspal.
Julian tidak menghiraukan hal tersebut, dia menghela napas dan beranjak dari tempat tersebut, dia langsung kembali ke Mobilnya.
Liyana yang melihat Julian kembali dia langsung membuka pintu Mobil " Julian, kamu tidak apa - apa ?" tanya Liyana cemas.
Walaupun Liyana melihat jika Julian baik - baik saja, tapi tetap saja jika orang yang mulai di sayanginya itu membuat dia khawatir.
Julian menggelengkan kepalanya sembari tersenyum " Kamu tenang saja, aku tidak apa - apa "
" Syukurlah " Liyana menghela napas lega.
" Ya sudah kita pulang sekarang yah ?" Julian langsung menyalakan Mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Karena melihat Julian yang baik - baik saja, Alina menyuruh Brown untuk kembali ke Hotel saja, karena dia pikir Julian sudah tidak memerlukan pengawalan dari mereka.
Julian melirik kaca Spion, dia melihat Mobil Alina yang malah berbalik arah, dia tersenyum karena dugaannya benar jika Alina membuntutinya.
Julian mengantar Liyana ke Apartemennya, saat dia di suruh mampir Julian menolaknya, dia beralasan ingin beristirahat karena hari sudah larut malam.
Liyana mengangguk mengerti, walaupun dia berharap Julian menginap, dia juga ingin Julian beristirahat, pasalnya Liyana mengira jika Julian benar - benar real pebisnis seperti pria kaya pada umumnya, jadi dia pasti sangat sibuk esok hari.
Tapi Julian tidak pulang ke Mansionnya, dia malah berkeluyuran ditengah malam.
Entah kemana Mobil Julian membawanya, yang Pasti Julian tidak ingin pulang terlebih dahulu, dia sedang memikirkan cara untuk memberikan Dusan pelajaran.
Tanpa terasa Mobil Julian sampai di Hotel yang sedang di urus oleh Okta, kebetulan sekali Okta sedang menunggu Taksi di jalan depan Hotel.
Julian yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya " Loh, bukankah itu Okta ?, kenapa jam segini dia belum pulang ?, sudahlah aku samperin saja dia !"
Julian menghentikan Mobilnya di depan Okta, Sontak saja Okta yang tahu jika Mobil tersebut Milik Julian terkejut " Julian !!"
.
.
.
__ADS_1