
Julian meletakkan Resty di tempat tidurnya " kamu ganti baju terus istirahat yah " Julian mengecup keningnya.
Resty mengangguk mengerti, terlihat dia masih sedikit ketakutan, karena dia sudah melihat barang pria.
Baru saja lihat sebesar ibu jari, bagaimana lihat punya Julian yang sebesar lengannya ?.
" Rachel, titip Resty yah " ucap Julian lembut pada Rachel.
Julian mau langsung pergi, Rachel menariknya dan mengecup bibirnya " Makasih sudah berusaha keras menjaga kami " ucapnya tulus.
Julian menghela napas, dia kira ada apa " mesra - mesraannya nanti saja Chel, kasihan Resty "
" Eh..iya.. maaf " Rachel langsung menghampiri Resty, dia mengeluarkan baju ganti Resty dan membantunya memakai baju tersebut.
Julian tersenyum dan meninggalkan mereka berdua, dia kembali ke Api unggun, karena para wanitanya belum pada makan hanya menunggu dia dan Resty.
" Ayo kita lanjutkan acaranya " ajak Julian pada mereka.
Acara yang tadinya akan dilakukan dengan minum - minum tidak jadi, mereka hanya menikmati ikan bakar dan barbekyu saja, Resty dan Rachel juga dikirimi makanan oleh Queen yang sudah di program ulang, karena ternyata data Queen tiba - tiba menghilang, bukannya kehilangan sinyal.
" Sayang, sebenarnya apa yang terjadi dengan Resty ?" tanya Celia yang duduk disamping Julian bersama Lina disampingnya.
" Dia di culik pria menjijikan " ucapnya dingin.
" Di culik siapa ?" Celia sangat penasaran.
Julian menghela napas, sambil menggelengkan kepalanya " Entahlah, ngakunya sih juragan Kampung ini "
" Juragan kampung ?, apa maksud kamu pak Toni ? " Lina tiba - tiba buka suara.
" Aku tidak tahu namanya, mungkin dia mungkin juga bukan " jawab Julian datar.
" Kamu mengenalnya Lin ?" tanya Celia pada sahabatnya itu.
" Kalau dia pria botak dengan perut buncit dan ada gigi emas, iya itu dia " ucap Lina menjelaskan.
Julian tertawa " Hahahaha... iya itu, ciri - cirinya sama persis "
" Astaga, kamu jangan berurusan dengannya, dia orang yang menggunakan kekuasaannya untuk menekan orang lemah, istrinya saja sangat banyak, hampir semua gadis cantik di kampung di nikahi dia " Lina menjelaskan dengan panjang lebar.
" Kalau begitu kamu tidak usah khawatir lagi, mungkin dia sudah mati sekarang " jawab Julian enteng.
__ADS_1
" Hahhhh !, apa maksudmu ?" tanya Lina ketakutan.
" Aku tidak sengaja membunuhnya, ya itu pantas untuk dia karena berani menyentuh wanitaku !" ucap Julian geram.
" A..apaaa !" Lina ambruk di tempat duduknya.
Celia bertanya pada Lina " Kamu kenapa Lin ?"
" Gawat Cel, sebaiknya kalian besok pagi harus cepat berkemas, kenalan pak Toni kepala polisi pusat, bisa - bisa Julian di tangkap !" Lina terlihat sangat ketakutan.
para wanita Julian saling menatap saat melihat Lina begitu kalut seperti itu, karena jangankan kepala polisi pusat Anarka, jenderal polisi yang Notabenya Ayah Rosi saja harus hormat pada Julian.
" Bwahahaha
" Bwahahaha
" Bwahahaha
Semua wanita Julian tertawa bersama ketika Celia bilang seperti itu, mereka seolah tidak percaya jika masih ada orang yang tidak mengenal Julian di Anarka.
Celia hanya tersenyum saja, dia memaklumi saudari - saudarinya yang menertawakan ucapan Lina, karena Julian kebal hukum di Anarka.
Celia tersenyum kecut " Lin, kamu tidak perlu khawatir yah, tuh dia anak jenderal polisi, pasti tidak ada yang berani menangkap Julian " Alina menunjuk Rosi.
Rosi buka suara " Ayahku tidak perlu turun tangan, jika kepala polisi Daerah saja pasti mengenal Julian, kecuali polisi kampung mungkin tidak mengenal Julian "
" Hahahaha
" Hahahaha
Rosi tertawa sangat puas, karena baru pertama kali ini dia melihat gadis yang sangat polos dan tidak mengenal Julian, padahal jika di kota semua gadis seperti hama saja yang terus mendekati Julian.
" Cel, jadi mereka semua ini ..?" Lina penasaran dengan status para Wanita Julian.
Celia mengangguk " di samping kami semua hanya pendamping Julian, tapi mereka semua ahli dalam bidangnya masing-masing, mereka semua wanita tangguh yang berkumpul disini, kamu tidak perlu khawatir dengan Juragan siapalah itu, aku yakin kekuatan nya tidak sebesar kami "
" Jadi kalian semua wanita Julian ?!" tanya Lina terkejut.
" Tepat sekali " jawab Rosi tanpa malu sama sekali.
" Heeehhhhhh !" Lina langsung ambruk dan pingsan di tempatnya, dia tidak bisa menerima kenyataan jika Julian adalah pria untuk sepuluh orang wanita sekaligus.
__ADS_1
Celia langsung panik, dia berusaha membangunkan Lina tapi tak kunjung bangun juga, akhirnya dia menyuruh Julian untuk membawanya ke tenda.
Rachel yang masih terjaga, dia mengerutkan kening saat Melihat Lina di bopong Julian masuk ke dalam tenda, Celia juga mengikutinya di belakang.
" Kenapa dengan sahabatmu itu Cel ?" tanya Rachel penasaran.
Celia menghela napas " dia tahu kita milik Julian semua "
" Ohh... " jawab Rachel santai.
Rachel pikir wajar jika orang awam akan terkejut, bukan hanya wanita Julian banyak saja, tapi mereka semua rata - rata sangat cantik, jadi Rachel tidak terkejut jika ada orang yang jatuh pingsan saat melihat kebenaran tersebut.
Julian meletakkan Lina di tempat tidur Celia, karena mereka berdua akan tidur bersama disana.
Julian kemudian melihat Resty yang sudah tertidur pulas " Bagaimana kondisi Resty Chel ?"
" Dia masih sedikit syok, tapi aku sudah ngasih dia obat penenang, agar dia bisa tidur malam ini " jawabnya lugas, khas seorang dokter.
Julian menghampiri Resty dan berbaring disampingnya " malam ini aku bersamanya kalian tidak keberatan kan ?"
Rachel mengerutkan keningnya " Walaupun dia keponakan kamu, tapi gak boleh gitu Julian !"
Julian tersenyum " sayangnya dia bukan keponakan aku, melainkan wanitaku juga sama seperti kalian " ucapnya santai sambil memeluk Resty.
" Julian apa kamu gila, ponakan juga di embat ?" cibir Rachel.
" Chel, aku sudah menyelidiki semuanya, Ayah Resty dan Ayahku tidak ada hubungan darah sama sekali, kami hanya kebetulan pernah di besarkan bersama saja " jawab Julian menjelaskan.
Celia dan Rachel saling menatap, jika Julian tidak mempunyai Rafael, mungkin para wanita Julian tidak akan percaya, tapi dengan adanya Rafael, Julian tidak bisa membohongi mereka.
Mereka berdua hanya bisa menghela napas saja, karena akan ada wanita baru lagi disisi Julian.
Sementara itu di tempat pria botak dengan labnya, dia sedang tersenyum melihat Video Julian yang menyelamatkan Resty.
" Jadi ini kelemahan kamu Julian Lewis ?, kamu terlalu bodoh karena terpaku dengan kenikmatan dunia fana ini, kamu akan menyesal karena telah membuat kelemahanmu sendiri " ucapnya dengan seringai tipis yang ada di sudut bibirnya.
Dengan menggunakan serangga temuannya yang ukurannya sangat kecil, seperti kuman dan sejenisnya.
Sebenarnya pria tersebut selalu mengawasi gerak gerik Julian, serangga tersebut juga di tanami ke amanan data yang tidak bisa di tembus oleh sembarang orang.
Rafael saja sampai tidak menyadari keberadaannya, walaupun Rafael sebenarnya sering mendapat sinyal aneh, tapi Rafael belum memastikan itu apa, dia masih mencari sumber sinyal yang kadang muncul dan menghilang begitu saja, karena ukurannya Micro, jadi sangat sulit untuk mendeteksi nya.
__ADS_1