System Harem

System Harem
Penyerangan 2


__ADS_3

Wan's yang sudah di modifikasi dengan kekuatan barunya dia mengahadapi satu Klon Natali.


Wajah Klon Natali sangat mirip dengan aslinya, bahkan bentuk tubuhnya sangat mirip, hanya saja pandangan mereka kosong.


Cambuk - cambuk darah menuju ke arah Wan's, tapi dia dengan mudahnya menghindari cambuk - cambuk darah itu.


Cambuk - cambuk darah mengejar Wan's seperti peluru kendali saja.


Wan's merubah tangannya menjadi sebuah pedang.


" Srat


" Srat


" Srat


Cambuk - cambuk darah tersebut berserak jatuh, tapi mereka seolah hidup dan kembali ke arah Klon Natali.


Wan's yang sudah tahu kelemahan Klon Natali karena di beritahu Rafael, dia langsung menerjang ke arah jantung Klon tersebut.


Tapi Klon Natali tidak membiarkan begitu saja, dia makin memperbanyak cambuk - cambuk darahnya, sehingga Wan's sangat susah menghampirinya.


" Wuzz


" Boomm


Alpa datang dan langsung menembakkan Roket, hingga tubuh Klon Natali langsung berserakan.


Tapi bagian tubuh yang hancur menyatu kembali, membuat Wan's dan Alpa tidak percaya.


Rafael juga bingung kenapa para Klon bisa hidup kembali, seharusnya jika di hancurkan akan lenyap. dia kemudian memberitahu informasi tersebut pada Darius.


" Apa - apaan ini maksudnya ?, bagaimana mungkin mereka tidak memiliki inti kehidupan ?" Darius melihat video yang menunjukkan hancurnya Klon tersebut kemudian menyatu kembali.


" Ada apa sayang ?" tanya Susan sambil menghampiri Darius.


" Ini tidak masuk akan Susi, lihatlah klon Natali tidak memiliki inti kehidupan, semua ini tidak masuk akal !" Darius mencoba untuk berpikir, dia kemudian bangkit dari duduknya karena mengingat sesuatu.


" Brengsek !, seharusnya aku tahu itu !" Darius langsung berlari keluar sambil membawa sesuatu di tangannya.


" Sayang kamu mau kemana ?!" Susan berteriak di tempat duduknya.


" Kamu disini saja perhatikan, pertarungan mereka, jika Rafael menyuruhmu menekan tombol merah itu cepat tekan !" Darius kembali berlari keluar.


" Boommm


Baru saja Darius keluar, dia mendengar sebuah ledakan di halaman Mansion.


" Sial !, dugaanku ternyata benar ! " Darius bergegas berlari ke arah Mansion, karena Labnya ada di belakang Mansion.


Di halaman depan Mansion Yellow sedang menghadapi Red dan Fat.


Yellow terlihat sudah mengeluarkan cambuk darahnya, urat - urat Yellow juga berubah warna menjadi warna darah, menandakan jika dia sudah menggunakan kekuatan penuh.


" Ternyata kamu sudah lupa dengan kita Yellow !" ucap Red Ketus.


" Apa kita perlu menghajarnya dulu agar dia menurut ?" tanya Fat lirih.

__ADS_1


" Hajar saja, lagi pula selama intinya tidak hancur, dia juga bisa memulihkan diri " jawab Red yakin.


Fat mengambil sesuatu dari sakunya dan..


" Boommm


" Boommm


" Boommm


Ledakan terjadi dimana - mana membuat Halaman Mansion luluh lantak.


Para pelayan langsung keluar dari Mansion karena ketakutan, mereka semua ke halaman belakang karena masih teringat jelas bagaimana Mansion pertama Julian hancur dan membuat sebagian dari mereka meninggal.


Sebastian tidak lupa membawa Larisa yang masih lemas dan susah bergerak, dia tidak ingin melihat Julian kehilangan wanitanya lagi.


" Maaf Nona, biarkan saya menggendong anda, ini darurat !" Sebastian langsung menggendong Larisa.


Larisa hanya bisa meringis kesakitan saat tubuhnya di angkat Sebastian, dengan tergopoh-gopoh, Sebastian membawanya kehalalan belakang.


Sebastia menyuruh dua orang pelayan untuk memangku Larisa ketika sudah ada di halaman belakang.


Darius sampai di tempat Sebastia " Apa yang terjadi Sebastian ?"


" Tuan Darius, ada yang menyerang Mansion lagi " ucapnya sambil terengah - engah.


Darius menggertakkan giginya, dia menekan Alat yang di bawanya yang langsung berubah menjadi pakaian robot.


Tanpa ragu Darius memakainya, kekuatan pakaian robot tersebut adalah kecepatan, jadi Darius bisa bergerak lebih cepat.


Sementara itu di halaman Mansion, cambuk - cambuk darah Yellow hancur karena Fat meledakkannya terus menerus.


Yellow terpojok, Red menyeringai dengan kecepatan nya dia mau mengakhiri Pertarungan.


" Wuzzz


" Duak


" Duaarr


Red terlempar hingga menabrak dinding saat tendangan Darius mengenainya.


" Kamu tidak apa - apa ?" tanya Darius pada Yellow.


Yellow hanya mengangguk lirih, karena dia tidak tahu siapa orang di depannya itu.


" Rafael hubungi Julian sekarang, suruh dia pulang secepatnya ! " Darius langsung memberikan perintah pada Rafael.


" Baik tuan Darius !" Rafael dengan sigap menghubungi Julian.


Di tempat Julian dia sedang bersenang - senang dengan Seila dan Celia, tiba - tiba Ponselnya berbunyi.


Julian mau mengangkat nya, tapi Rafael langsung menunjukkan layar Virtual, pertarungan Yellow, Darius dan Cyborg Kenji.


Julian sontak saja terkejut " Apa yang terjadi Rafael ?!"


" Tuan, lebih baik anda cepat pulang, saya akan menjelaskan di jalan !" jawab Rafael yakin.

__ADS_1


" Celia, Seila kalian tunggu disini dan bersenang-senang lah, ingat jangan pulang dulu kalau aku belum menjemput oke !" Julian berpamitan dengan kedua Wanitanya itu.


" Ada apa Julian ?" tanya Celia penasaran.


" Nanti aku jelaskan, tidak ada waktu lagi, kalian ingat kata - kataku !" Julian langsung menggunakan kecepatan Ekstrimnya dan langsung meninggalkan Celia dan Seila.


Julian menggertakkan giginya " Kenapa kamu baru memberitahu aku Rafael !" ucap Julian kesal.


" Tuan Darius melarang saya menghubungi anda, dia mengira jika masalahnya bisa di atasi para robot, tapi ternyata ada yang datang ke Mansion "


" Apa maksudmu Rafael ?" tanyanya bingung.


" Sejak kemarin Malam para Robot sudah menghadang mereka di bandara, kami tidak tahu kalau ada yang lepas pengamatan dan berhasil ke Mansion "


" Brengsek !, hubungi semua wanitaku, jangan biarkan mereka pulang ke Mansion sebelum masalah ini selesai !" ucap Julian semakin menambah kecepatannya.


" Baik tuan !"


" Kakak, Yellow bertahanlah !" gumam Julian sambil terbang bagaikan Jet saja.


Julian sekarang memang bisa terbang, karena dia sudah bisa meringankan tubuhnya, jadi dia bisa lebih cepat sampai ke Mansion.


Sementara itu di Mansion.


" Boommm


" Boommm


" Boomm


" Bruak


" Bruak


Yellow dan Darius terhempas dan menabrak dinding Mansion hingga hancur, keduanya sudah bersimbah darah karena kekuatan ledakan Fat bagai Bom saja.


Kondisi Darius sangat memprihatinkan, berbeda dengan Yellow yang bisa beregenerasi. tapi tetap saja Yellow juga mulai lemas.


Darius sudah tidak mampu berdiri lagi, walaupun dia memakai pakaian robot, tapi tidak bisa melindunginya dengan mutlak.


Beberapa tualang Darius patah, hingga akhirnya dia jatuh pingsan disana.


Red bergerak dengan cepat dan mencekik leher Yellow dan mematahkannya, seketika Yellow langsung tidak bergerak.


" Bikin susah saja !" gerutu Red Kesal.


Red langsung menyampirkan tubuh Yellow di bahunya, dia membawanya dengan santai.


" Kita pergi dari sini, misi selesai !" ucap Red dengan percaya diri.


Fat hanya mengangguk saja, mereka berdua pun meninggalkan Mansion dengan santainya.


" Berhenti kalian brengsek !" Julian yang baru datang menghentikan mereka sambil melayang di udara.


Red dan Fat menatap ke udara " Cih !, masih saja pengganggu keroco !" cibir Red pada Julian.


" Kamu pergilah Red, biar saya yang membunuhnya !" ucap Fat Datar

__ADS_1


__ADS_2