
Julian tidak tahu harus mengekspresikan wajahnya seperti apa, dia menjadi serba salah.
Julian menghela napas " Liyana, aku hanya mengobrol dengan mereka, percayalah " ucap Julian lembut.
" Benarkah seperti itu !" Liyana menyilangkan tangannya di depan dada.
Bukannya Julian yang menjawab, tapi malah Alinya yang menjawab " Nona Reid, Julian memang berkata yang sebenarnya, kami cuma ngobrol biasa saja "
Liyana mengernyitkan dahi, dia menatap Alina menyelidik, Liyana ingin memastikan jika Alina tidak berbohong padanya.
Tapi Liyana tidak melihat Alina tampak berbohong, dia terlihat tenang, dengan senyum Manis diwajahnya.
Liyana menghela napas " Maaf Nona Rose, Nona Dail, saya tidak bermaksud untuk memusuhi kalian, saya Cu..."
Liyana belum selesai bicara, Alina menyelanya " Tidak apa Nona Reid, kami tahu maksud kamu " jawab Alina tersenyum simpul.
Liyana membalas dengan tersenyum juga, Sementara Julian di samping mereka dia terkejut, Pasalnya Alina tampak terlihat sangat ramah dengan Liyana.
Julian mengingat jika faktor daya tarik Alina sudah 10%, dia menebak - nebak jika Faktor daya tarik sudah ada sebelum di taklukan, berarti wanita tersebut tidak keberatan jika Julian seorang pemain.
Julian tersenyum " Jika dugaanku benar harusnya Alina Target harem pertama yang bakal menerima aku jalan dengan wanita lain !" gumam Julian dalam hati
Rosi yang selalu mengawasi Julian, dia merasa heran dengan Julian, pasalnya sebentar dia sendu, sebentar lagi dia tersenyum, Rosi merasa Julian sangatlah Aneh dimatanya.
Pesta kembali dilanjutkan hingga pukul 12 malam, Julian, Noah, Liyana, Alina dan Rosi pulang paling belakang, mereka baru pulang setelah semua orang sudah meninggalkan tempat tersebut.
" Julian, sampai bertemu lagi Nanti " Ucap Noah saat sudah di dalam Mobil.
Julian tersenyum " tentu saja Noah "
Noah melambaikan tangannya, dia menutup kaca jendela dan menyuruh Sopirnya untuk segera menjalankan Mobilnya.
Alina juga berpamitan, tapi saat di dalam Mobil Rosi berkata " Paman Brown, ikuti Mobil Julian, sepertinya ada yang sedang mengincar dia "
Alina terkejut " Apa maksudmu Ros ?"
" Sudah ikuti saja mobilnya dulu, walaupun aku tidak suka padanya, tapi tidak enak juga jika aku tidak menolongnya !" Rosi menghela napas.
Brown juga sebenarnya tahu jika Dusan selalu memperhatikan Julian, dia sangat yakin jika Dusan sedang merencanakan sesuatu.
Mobil Julian keluar dari parkiran, Brown mengemudikan Mobilnya mengikuti mobil Julian. Karena Julian fokus menyetir sembari mengibrol dengan Liyana, dia tidak tahu jika Mobilnya di ikuti Mobil Brown.
Ketika Mobil Julian sampai ditempat yang sepi, Julian terkejut karena ada Mobil dan Motor yang menghadangnya.
Julian langsung menghentikan laju Mobilnya, dia menatap puluhan orang yang terlihat menyeringai setelah melihat Mobilnya.
" Julian ini.." Liyana ketakutan, karena dia tahu jika sedang dalam masalah.
Julian tersenyum " Kamu diam di dalam Mobil dulu, biar aku urus ini semua "
" Tapi Julian !" Liyana terlihat khawatir.
" Kamu tenang saja, aku pasti baik - baik saja Oke !" padahal Julian juga sedikit takut, karena kejadian tadi Sore saja masih menjadi momok menakutkan baginya.
Tapi karena dia sudah mengerti cara kerja tubuhnya, Julian pikir hanya perlu memukul dengan kencang saja dan mereka akan seperti Jake.
__ADS_1
" System gunakan seluruh Poin untuk kekuatan dan kecepatan !" ucap Julian di benaknya.
[ Perintah Host diterima, Mulai meningkatkan...10%...20%...30%...40%...50%...60%...80%...99%,100%.., Poin berhasil di tingkatkan ]
Julian merasa seperti sedikit kesemutan saja saat System meningkatkan atribut Julian.
[ Status ]
Nama : Julian Lewis
Umur : 28 Tahun.
Saldo Kredit Harem : 999.737.485.000.000
Saldo yang bisa anda belanjakan : 2.235.000.000 dolar.
Poin peningkatan Kekuatan : 0
Kekuatan : 29
Vitalitas : 15
Semangat : 15
Kecepatan : 20
Kecerdasan : 40
Status : Manusia Super.
Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.
Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]
Julian menghela napas sebelum dia keluar dari Mobil, Liyana menegur Julian sebelum pergi " Julian, hati - hati !"
Julian mengangguk sembari tersenyum " Tentu saja, kamu kunci Mobil dari dalam !"
Liyana mengangguk mengerti, dia menatap Julian yang menghampiri para Preman yang menghadangnya.
Julian tanpa ragu menghadap mereka hingga jaraknya hanya lima meter saja.
" Apa maksud kalian seperti ini ?!" tanya Julian dingin.
" Prok
" Prok
" Prok
Boris bertepuk tangan karena keberanian Julian, dia tidak menyangka jika Julian tidak takut sama sekali dengan mereka, padahal dia seorang diri.
" Wah, wah, wah, ternyata nyalimu sangat besar juga, Tapi nyali saja tidak cukup untuk menghadapi kita " ucap Boris sembari menyeringai.
Julian mengerutkan keningnya " Aku tidak mengenal kalian !, aku juga tidak pernah mengusik kalian, kenapa kalian menghadangku !?". Julian mencoba bernegosiasi, karena jika bernegosiasi kenapa harus berkelahi.
__ADS_1
Tapi Boris malah terkekeh " hahahaha... Kita memang belum pernah bertemu denganmu, tapi kita punya urusan denganmu !, hajar dia !" Boris menyuruh anak buahnya maju.
" Baik Bos !!"
Julian menyipitkan matanya, tampaknya negosiasi sudah tidak bisa.
" Swuuuzzz "
Julian menggunakan kecepatannya, saat anak buah Boris baru maju satu langkah Julian menghantamnya.
" Baaangg !
" Bruaakkk ! " Seorang anak buah Boris terlempar hingga menabrak sepeda Motor di belakangnya, dia menyemburkan seteguk darah dan langsung terkapar.
Kejadian yang berlgsung sangat cepat tersebut membuat Boris terkejut saat menoleh ke arah suara benturan.
" Cepat hajar di...."
" Bang !
" Bang !
" Bang !
Boris belum selesai bicara tiga anak buahnya sudah bertumbangan.
Julian terlihat tersenyum senang, dia tidak menyangka jika kekuatannya sangat besar, jika dia tahu saat melawan Jake dan teman - temannya, dia mungkin tidak akan babak belur.
" bodohnya aku, jika aku menyadari hanya dengan satu pukulan saja dapat menumbangkan mereka, kenapa aku harus bertarung seperti kemarin !" Gumam Julian merutuki dirinya sendiri.
Sementara itu Boris dan anak buahnya yang tersisa terlihat ketakutan, dia tidak menyangka jika lawannya adalah seorang Monster.
' glek ' Boris menelan ludah ketika Julian mendekatinya dengan tersenyum seperti iblis.
" Kenapa diam saja ?, mana keberanian kalian tadi ?" ucapa Julian mengejek.
Boris berjalan mundur, keringat dingin mengucur deras di dahinya " Cepat hajar dia !" Boris memerintahkan anak buahnya.
Tapi anak buahnya malah terdiam, mereka kemudian lari terbirit - birit.
Boris juga mau melarikan diri. Tapi Julian dengan kecepatannya langsung mengejar Boris dan menangkapnya.
" Swooosss !"
" Krapp !!"
Julian memegangi kerah belakang Boris " Mau kemana kamu brengsek !!, setelah kamu bertingkah sok keren, sekarang kamu akan melarikan diri ?, jangan bercanda !!" cibir Julian.
Boris membalikan badannya, dia tersenyum getir " Tuan, tolong ampuni saya, saya tidak bermaksud menyakiti anda !"
" Haahhh !!, jelas - jelas kamu mau menghajarku tadi !!" Julian melemparkan Boris hingga menabrak Mobil dan terduduk di jalan.
.
.
__ADS_1
.