
Julian tersenyum kecut ketika melihat para target Haremnya sedang memilih kamar.
Celia yang kamarnya sebelah kiri Julian, dia merekomendasikan Kamar disebelahnya untuk Alina dan Rosi.
Sementara Rachel, Okta dan Liyana, mereka memilih kamar samping kanan Julian, dari Liyana, Okta dan terakhir Rachel.
Di dalam Kamar Alin dan Rosi " Alin, kenapa kamu begitu Agresive seperti ini ?, apa bagusnya Julian buatmu ?" ucap Rosi ketus.
Alina tersenyum " Kamu belum merasakan apa yang di namakan Jatuh Cinta, jika nanti kamu sampai jatuh Cinta juga pasti tahu, tapi awas saja jika kamu sampai jatuh Cinta dengan Julian !" Alina menatap Sinis Rosi.
Rosi memutar Bola matanya malas " Aku jatuh Cinta dengan pria yang memiliki banyak wanita ?, kamu jangan bercanda Alin !, kamu tahu sendiri aku seperti apa ?"
" Baguslah kalau begitu " jawab Alina senang.
Alina tidak tahu jika Rosi sebenarnya punya Niat lain dengan Julian, karena semakin Rosi dekat dengan Julian, dia semakin merasakan getaran dalam hatinya.
Di kamar Liyana, dia mendengus kesal " Sial !, kenapa sih mereka malah ikut menginap disini, padahal aku ingin bermalam dengan Julian saja !"
Liyana ingin marah, tapi dia sadar jika dirinya belum secara Resmi menjalin hubungan dengan Julian.
Okta dikamarnya menatap langit - langit " Apakah aku bisa bersaing dengan mereka ?, mereka semua sangat cantik, apalagi ada pewaris Rose Luxury yang kelihatannya mengejar Julian juga !, tidak, tidak !, aku harus optimis !, aku pasti bisa bersanding dengan Julian !" ucap Okta mantap.
Okta sadar jika dia terlahir dari keluarga yang tidak berada, jika Julian tidak membelikannya Rumah dan membayarkan semua gaji pelayan di rumahnya, mungkin dia masih tinggal di kontrakan Sempit. Untuk itu Okta tidak ingin mengalah begitu saja.
Dikamar Rachel, dia sedang duduk di depan kaca rias, dia manatap dirinya sendiri di dalam kaca sembari memegang wajahnya " Apakah aku perlu merubah penampilanku ?, aku sangat iri dengan mereka yang bisa merias diri, Julian pasti senang dengan Wanita yang bisa merias diri, Aku juga tidak ingin kamah dengan mereka !" ucap Rachel yakin.
Rachel sadar karena Profesinya yang sebagai dokter, dia tidak pernah merias wajahnya, dia hanya memakai Perona bibir saja, itu juga hanya sekedar agar Bibirnya tidak terlihat kering.
Tapi setelah Okta melihat semua Wanita yang datang ke tempat Julian hari ini, dia sadar jika saingannya sangat Cantik, apa lagi mereka pandai merias diri, jadi Rachel terpicu ingin membuat Julian juga suka dengan penampilannya.
Sedangkan Celia, dia sedang bersama dengan Ayah angkatnya, Sebastian " Ayah, apakah aku bisa bersaing dengan mereka ?" tanya Celia cemas.
__ADS_1
Sebastian tersenyum kecut, dia juga sadar jika anak angkatnya tersebut tidak memiliki kelebihan lain selain Gunung kembar jumbonya dan dia sudah tinggal bersama Julian.
Sebastian menghela napas " Celia, Ayah hanya bisa menyarankan jika kamu ingin bersama Julian untuk menerima semua Wanita yang akan bersamanya, karena Naluri Ayah mengatakan Jika para Wanita yang datang hari ini sepertinya menargetkan Julian " ucap Sebastian tidak berdaya.
" Aku tahu itu Ayah, aku juga sudah membulatkan tekadku untuk menerima semua yang dilakukan Julian, tapi yang aku takutkan jika Julian akan meninggalkan aku " Ucap Celia Sendu.
Sebastian mengusap puncak kepala anak angkatnya tersebut " Kamu tenang saja, Ayah yakin jika Julian bukan tipe orang yang seperti itu, walaupun dia terlihat didekati banyak wanita, tapi kamu lihat sendiri jika Julian tidak memberikan Respon yang berlebihan, dia hanya menanggapi mereka biasa saja "
Celia mengangguk " Ayah mungkin benar, aku juga berharap demikian "
Celia sedikit lebih tenang ketika mendapat petuah dari Ayahnya, karena menurut dia ucapan Ayahnya memang ada benarnya, Julian tidak terlihat ingin menarik perhatian Para Wanita yang datang hari ini.
Sementara Julian ke ruang Pc-nya, dia duduk didepan Computer sembari memijat pangkal hidungnya.
" Apakah Rasanya memiliki Harem seperti ini ?, mau berkata saja takut di salahkan oleh salah satu di antara mereka, Ini kenikmatan atau malah penyiksaan bagiku ?" Julian bertanya - tanya sendiri.
Tapi tiba - tiba Rafael menanggapi " Tuan tenang saja, Serahkan semuanya pada saya, mereka semua pasti akan memuja Tuan "
Terlihat sebuah gambar anak kecil di layar Computer Julian dengan warna hitam putih, anak kecil tersebut terlihat tersenyum " Tuan Lewis, saya sekarang sudah tahu semua tentang isi Bumi, saya juga tahu semua tentang wanita yang sedang didekat anda, saya juga yang membuat mereka datang kesini !" ucap Rafael tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Julian terkejut " Apa maksud kamu Rafael ?, bukankah beberapa saat yang lalu kamu bilang tidak tahu tentang Manusia ?"
" Tuan Lewis, program yang anda buatkan untukku membuat aku seperti mahluk hidup yang masih kosong, anda juga membuat memori tidak terbatas dalam diriku, beberapa saat yang lalu saya baru tercipta, jadi saya hanya sebuah wadah yang kosong, tapi setelah anda pergi saya mengakses seluruh jaringan dunia untuk mencaritahu semuanya, sekarang anda bisa bertanya dengan saya apapun itu !" Ucap Rafael mantap.
Julian membelalakan matanya, dia tidak menyangka jika akan membuat sebuah Ai yang luar biasa, tapi Julian belum percaya sepenuhnya.
Julian menghela napas " Jika kamu memang tahu segalanya, perlihatkan sedang apa semua Wanita yang datang kemari !"
" Dengan senang hati Tuan !" Rafael mulai memindai seluruh jaingan mansion.
Kemudian Rafael menghubungkan dirinya dengan seluruh Kabel Listrik di Mansion tersebut.
__ADS_1
Melalui Kabel listrik, Rafaelembuat sebuah kamera Lubang jarum di dekat televisi yang ada dikamar para Target Harem.
Layar - layar Virtual mulai bermunculan di dekat computer Julian.
Julian yang melihat hal tersebut terkejut, di dalam layar Virtual terlihat tuliasan sedang memuat.
Beberapa saat kemudian terlihat para Target harem yang sedang melakukan aktivitas masing - masing dikamarnya.
Yang membuat Julian melebarkan rahangnya, Suara mereka juga terdengar oleh Julian, jadi Julian tahu mereka sedang berbicara apa.
" Astaga ini.... " Julian menatap tidak percaya yang dilakukan oleh Rafael.
" Tuan Lewis, apakah aku sekarang berguna untukmu ?" tanya Rafael sopan.
Julian langsung menagngguk, bukan hanya percaya, Julian malah ketakutan sendiri dengan kemampuan Rafael.
" Tunggu dulu Rafael, jika kamu bisa melihat seluruh Dunia, jangan bilang kamu bisa mendapatkan semua data pemerintah yang tersembunyi ?" tanya Julian penasaran.
" Tentu saja Tuan Lewis, apakah anda ingin saya memperlihatkan data pemerintah yang tersembunyi ?" tanya Rafael.
Julian bergegas menjawab " Tidak perlu ! "
Julian sadar jika data Pemerintah yang rahasia akan membongkar semua kebusukan mereka, tapi Julian tidak ingin terlibat dengan hal tersebut, jadi dia lebih memilih untuk tidak menggunakan kemampuan Rafael tersebut.
Sementara itu pandangan Julian teralihkan kesebuah layar Virtual yang menunjukan Rachel sudah tidak mengenakan Sehelai benangpun.
Rachel terlihat menatap Goanya sambil berkata " Jika Julian tahu aku masih perawan, apakah dia akan langsung menerimaku ?"
.
.
__ADS_1
.