System Harem

System Harem
Rachel Claus


__ADS_3

Berbeda dengan wanita Julian yang lain, Rachel ikut dengan robot Medis untuk membantu orang - orang yang sedang dirawat.


" Ibu... hiks.. hiks.. " seorang anak kecil yang kaki satunya hilang akibat tertindih reruntuhan bangunan menangis histeris.


Ayahnya tewas karena tertimpa reruntuhan bangunan, sementara ibunya juga terluka cukup parah, walaupun dia masih bisa merawat anaknya itu. ( Naluri seorang Ibu )


Rachel mendekati Ibu dan anak itu " Bu.. minumkan ini pada anak ibu yah " Rachel memberikan Pil penyembuhan buatan Julian.


" Terimakasih Dok " ucapnya lemah.


Rachel mengangguk sambil tersenyum, dia mengusap puncak kepala anak kecil tersebut " Anak pintar seperti kamu pasti kuat, minum obatnya biar cepat sembuh yah " ucapnya lembut.


Anak kecil tersebut perlahan-lahan mulai berhenti menangis, dia mengangguk pada Rachel walaupun masih sesenggukan.


" Nona Rachel, kami menemukan orang yang terluka parah " robot Medis memberikan informasi pada Rachel.


" Dimana ?!" tanya Rachel khawatir.


" Kemari Nona " robot tersebut mengantar Rachel ke arah orang yang terluka parah tersebut.


Rachel dengan terburu - buru berjalan mengikuti robot medis " Apa kalian sudah memberikan pertolongan pertama ?" tanyanya sambil berjalan.


" Sudah Nona, tapi kondisinya sangat kritis, entah dia bisa bertahan atau tidak " jawabnya datar.


Rachel semakin khawatir, dia dan Robot medis mempercepat langkahnya.


Terlihat tiga robot Medis yang sedang mengoperasi seseorang, Rachel dengan sigap ingin membantu.


Dia melihat dari ujung kaki yang terlihat kulitnya mengelupas, tulangnya sebelah patah, di perutnya bekas tusukkan besi yang membuat darah mengucur deras.


ketika Rachel melihat wajah pria tersebut yang berlumuran darah, Rachel terkejut karena dia mengenal orang itu.


Rachel menutup mulutnya sambil bergumam " Ronal ?!"


Rachel mencoba menenangkan hatinya terlebih dahulu, untuk saat ini dia harus fokus dengan pekerjaannya.


Rachel membantu robot medis yang mengoperasi Ronal, dia menjadi asisten karena pengetahuan robot Medis lebih cakap daripada dirinya.


Dua jam berlalu, akhirnya operasi seleai, Ronal berhasil di selamatkan walau kondisinya sangat kritis.


Rachel menghela napas lega dan duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Robot medis.

__ADS_1


" Nona Rachel apa anda mengenalnya ?" tanya robot medis, karena dia sempat mendengar Rachel memanggil nama orang itu.


Rachel mengangguk " dia teman lamaku " jawabnya singkat.


Robot medis hanya mengangguk, dia tidak bertanya lagi pada Rachel dan melanjutkan pekerjaannya.


Rachel menatap Ronal yang terbaring lemah di ranjang sederhana yang di siapkan para medis.


Rachel mengingat masa lalunya saat bersama dengan Ronal.


SMA Anarka 2, terlihat sepasang kekasih yang sedang bercanda di taman sekolah.


" Chel, selepas lulus kita nikah yuk !" tiba - tiba Ronal yang tadi sedang bercanda, berbicara serius.


Rachel mengerutkan keningnya " jangan bercanda kamu Ron, kamu saja belum bekerja, bekerja dulu baru mikirin nikah "


" Ya kan nanti aku bisa sambil nyari kerjaan, ayolah Chel.." Ronal terlihat memelas.


Rachel menghela napas " bicarakan itu nanti saja Ron, kita masih ada setengah tahun lagi untuk belajar "


" Iya dulu dong, aku janji nanti bahas lagi nanti oke !" Ronal mengulurkan jari kelingkingnya.


" Kamu ini yah " Rachel menyambut uluran jari kelingking Ronal dan mengangguk.


Rachel hanya mengangguk saja, perasaannya menghangat karena nanti akan menikah dengan pujaan hatinya setelah lulus SMA.


Waktu terus berlalu, Rachel dan Ronal pun lulus SMA, tapi nyatanya setelah lulus Ronal menghilang entah kemana, dia seolah lupa dengan janjinya.


Tentu saja Rachel sangat terpuruk, karena pujaan hatinya meninggalkan dia begitu saja tanpa pamit ataupun menulis secarik surat untuknya.


Rachel sempat putus sekolah selama satu tahun karena dia benar - benar depresi akibat di tinggal Ronal.


Hingga akhirnya dia baru mulai mau melanjutkan studinya setelah mencoba melupakan Ronal.


Rachel mengambil jurusan kedokteran dan psikolog karena dia ingin membantu orang-orang yang bernasib sama dengannya.


Dua tahun kemudian, Rachel yang sudah berhasil Move On dengan Ronal, dia sudah menikmati hidupnya dengan baik.


Tapi takdir seolah menginginkan Rachel agar menjadi wanita yang kuat.


Saat Rachel sedang makan siang bersama teman - temannya dari jurusan lain, mereka semua membawa pasangan masing-masing, hanya Rachel yang tidak memiliki pasnagan.

__ADS_1


Lusia dia adalah salah satu teman Rachel, walaupun tidak akrab banget, tapi Lusia menurut Rachel teman yang baik.


" Lusi, mana cowo kamu ? Katanya dia mau kesini kan ?" tanya salah satu temannya.


" Dia lagi di jalan, sebentar lagi juga datang " jawabnya sambil tersenyum.


Rachel buka suara " Kalian ini selalu saja mikirin pacaran terus, kapan mau fokus dengan studi kalian ?" ucapnya sambil menyeruput minumannya.


" Halah... bilang saja kamu iri sama kami Chel, iya gak Lusi ?" Nina mengejek Rachel.


" Iri ? Dengan kalian ? Sory yah, karir lebih penting untukku " jawabnya percaya diri.


" Iya, iya si paling karir " Seri Lusia, mereka semua kemudian tertawa bersama.


Tiba - tiba suara yang tidak asing terdengar di telinga Rachel, suara yang selama tiga tahunnya di SMA terus memberikannya semangat untuk hidup.


" Maaf aku terlambat " ucap orang yang baru datang.


" Tidak apa - apa sayang, kami juga baru mulai, iya kan temen - temen " Lusia menepuk-nepuk kursi di sampingnya agar orang tersebut duduk di sebelahnya.


' Deg !' benar saja, ternyata dugaan Rachel benar, orang yang sudah tiga tahun menghilang dari hidupnya tiba - tiba muncul lagi di hadapannya.


Rachel menatap nanar pria tersebut, mulutnya ingin berbicara tapi tenggorokan nya terasa tercekat.


Ya orang tersebut adalah Ronal, orang yang mengutarakan sebuah janji tiga tahun silam, orang yang membuat Rachel terpuruk selama satu tahun.


" Maaf yah sayang aku terlambat " ucapnya lembut pada Lusia.


Lusia terlihat tersenyum bahagia " tidak apa - apa sayang, oh iya... kenalin teman - temanku semuanya, dia Ronal Tike kekasih ku "


" Salam kenal semu..." mata Ronal membelalak saat melihat wanita yang sangat dia kenal ada di hadapannya.


Rachel langsung berdiri " Maaf semuanya, aku sepertinya sakit perut "


Rachel bergegas meninggalkan tempat tersebut, air mata yang tadinya dia tahan berlinangan membasahi pipinya sambil dia berlari keluar dari tempat itu.


Dia tidak bisa menahan emosinya saat melihat Ronal setelah sekian lama menghilang dari kehidupannya.


Sejak saat itu Rachel menjauh dari pria, hingga dia bertemu dengan Julian, pria yang mampu membuat hatinya yang beku mencair lagi.


Mengingat hal itu Rachel menghela napas " Takdir memang kejam yah Ronal, lihatlah kamu sekarang, tidak ada orang yang ada di sisimu sekarang " gumamnya sambil menatap Ronal.

__ADS_1


Rachel berdiri kemudian meninggalkan Ronal, karena dia sudah tidak ingin mengenalnya lagi, karena dihatinya sekarang hanya ada Julian seorang.


__ADS_2