
Liyana mengerutkan keningnya, karena dia tahu jika orang di depannya sedang mengolok - olok dirimya sendiri, pasalnya Liyana tahu jika Julian juga orang kaya.
Julian terkekeh " ha ha ha ..., Cukup menghibur bualanmu !"
Julian dia sebentar, dia menatap dingin Dusan " Seharusnya badut seperti kamu tidak perlu datang ke Pesta ini, lebih baik kamu berdiam saja di Sirkus !" Cibir Julian pada Dusan.
" Apa kamu bilang !!, berani sekali kamu denganku !, cepat berlutut di hadapanku dan aku akan memaafkanmu !" Ucap Dusan meraung.
Semua orang yang hadir menatap kearah Dusan, pasalnya suara Dusan sangat kencang, jadi mereka semua mendengar teriakan Dusan.
" Hei !, apa yang tarjadi ?"
" Dusan Joyce sedang berkelahi dengan seseorang !"
" Apa !, siapa sih orang bodoh itu ?, Seharusnya dia tahu jika orang tua Dusann bekerja sama dengan kelompok bawah tanah !"
Noah yang mendengar hal tersebut mengerutkan keningnya, karena dia tahu jika keluarga Joyce memang terkenal karena bisnis gelap mereka.
Noah saja malas berurusan dengan Dusan walaupun keluarganya bisa menekan keluarga Joyce, tapi jika mereka harus berperang, kalau menang juga akan merasakan kerugian yang besar.
Tapi Alina terlihat tersenyum, dia sangat yakin jika pria yang tidak takut dengan Dusan adalah Julian " Paman Brown, kamu tahu apa yang harus dilakukan bukan ?"
Brown mengangguk " Saya mengerti Nona !" Brown meninggalkan tempat tersebut untuk membantu Julian.
Noah bertanya pada Alina " Nona Rose ?, kamu...?"
Walaupun keluarga Rose masih kerabat dekat dengan keluarga Campbel, tapi karena keluarga Rose lebih kuat dari keluarga Campbel, maka dari itu Noah yang pada dasarnya masih sepupu Alina, dia tidak berani memanggil nama Alina secara langsung.
" Tidak usah bingung seperti itu, aku hanya tidak suka jika ada keributan di dekatku, benarkan Rosi ?" Alina berbicara dengan santai.
" Huh kamu ini Lin, bilang saja jika salah satu di antara mereka ada yang kamu suka, tapi bagaimana kamu tahu jika itu dia ?" tanya Rosi penasaran.
Rosi sudah di beritahu Alina jika dia melihat sosok Pria yang di sukainya saat dia sedang jalan - jalan dekat Pantai, ketika itu dia kebetulan melihat Julian yang sedang berkelahi di pantai, pada saat itu Pula Alina langsung tertarik dengan Julian.
Alina tersenyum " Karena dia orangnya tidak mau kalah jika dia benar !"
__ADS_1
Jawaban Alina sangat Ambigu, membuat Rosi dan Noah bingung.
Sementara itu Julian dan Dusan masih bersitegang, Dusan dengan percaya dirinya dia terus - menerus mengolok - olok Julian.
" Cepat berlutut bodoh !, sebelum aku berubah pikiran !!" bentak Dusan dengan penuh kesombongan.
Julian mau bicara, tapi tiba - tiba seseorang menepuk bahu Dusan " Tuan Joyce, tidak baik jika anda membuat kekacauan di pesta ini "
Dusan yang sedang Emosi langsung menoleh " Apa urusannya Deng....." Ucapan Dusan tercekat.
Mungkin status Brown hanyalah pelayan Alina, tapi kenyataannya identitas Brown lebih dari itu.
Keluarga Joyce yang selalu meminta bantuan kelompok bawah tanah jelas saja mereka tahu siapa Brown sebenarnya di balik statusnya yang hanya pelayan Alina.
" Tu..Tuan Brown... kenapa anda ada disini ?" Tanya Dusan Sopan.
Brown tersenyum " Bukankah anda tahu Tuan Joyce, jika Nona Rose hadir di pesta ini ?, apakah anda ingin membuat kekacauan di depan Nona Rose !"
Suara Brown terdengar biasa saja di telinga orang lain, tapi Dusan menangkapnya berbeda di situ terdengar sebuah ancaman untuknya.
Seketika semua orang terkejut, karena mereka tidak pernah melihat keluarga Joyce menundukan keplanya pada siapapun di Kota Fornas.
Tapi sekarang mereka melihat sendiri dengan mata mereka, jika Keluarga Joyce ternyata masih takut dengan seseorang.
" Apa yang sebenarnya terjadi ?, siapa pria Tua itu hingga membuat Dusan menundukan kepalanya ?"
" Apa kamu tidak mendengarnya, dia sepertinya pelayan Nona Rose !"
" Pantas saja Dusan mau menundukan kepalanya !"
Semua orang berbisik - bisik karena Brown bisa membuat Dusan menundukan kepalanya.
Brown mengabaikan Dusan, dia menghampiri Julian dan membungkuk Hormat " Tuan Lewis, maaf karena membuat anda tidak nyaman "
Julian mengerutkan keningnya " Kamu mengenalku ?" tanya Julian bingung.
__ADS_1
Brown tersenyum " tidak penting saya mengenal anda atau tidak, yang pasti Nona Rose sudah menunggu anda, Silahkan..." Brown menunjukan jalan pada Julian dengan sopan.
Julian mengangguk, dia berpikir jika yang melakukan itu semua adalah Noah, pasalnya Julian hanya mengenal Noah yang berkuasa di kota Fornas.
Julian meninggalkan Dusan yang masih terkejut karena ternyata Brown secara pribadi menyambut Julian, dia merasa seperti orang bodoh saja, karena berani menghina Orang yang di hormati Brown.
Julian menyeringai saat di depan Dusan dan menghentikan langkahnya " Tuan Joyce yang terhormat, apakah anda sekarang setuju dengan ucapanku ?" Setelah mengatakan itu Julian kembali berjalan.
Sementara Liyana terlihat bingung dengan perubahan situasi yang mendadak tersebut, begitu juga dengan semua orang yang tidak kenal Julian mereka bertanya - tanya siapa Julian sebenarnya.
Julian di antar ke tempat Alina oleh Brown, saat mereka sampai Noah langsung berdiri dan menyapanya " Julian, ah.. maaf aku tidak bisa menyambut kamu saat datang !" ucap Noah merasa bersalah.
Julian tersenyum " Tidak perlu sungkan Noah, lagi pula sudah ada yang menyambutku dengan baik tadi "
Noah mengerutkan keningnya, tapi dia tidak banyak bertanya " Oh iya Julian biar aku perkenalkan mereka padamu, dia Alina Rose pewaris Rose Luxury, dan Dia Rosi Dail anak kepala Polisi Negera kita !"
Julian menganggukan kepalanya, dia kemudian memberikan salam dengan sopan " senang bertemu dengan Anda Nona Rose dan Dail "
Noah tanpa sengaja melirik Wanita cantik disamping Julian, dia menghela napas karena Julian berganti pasangan lagi.
Tapi yang membuat iri Noah, wanita yang digandeng Julian rata - rata sangat cantik dibandingkan Wanita pada umumnya.
" Silahkan duduk Tuan Lewis " Alina menepuk - nepuk tempat duduk di sampingnya seolah memberikan kode untuk Julian.
Liyana terlihat menatap Sinis Alina, karena dia pikir Alina pasti tertarik dengan Julian.
Liyana dengan santainya duduk di sebelah Alina, Julian menghela napas, dia terpaksa duduk di sebelah Liyana.
" Sial !, seharusnya aku tidak usah membawa Liyana agar bisa berkenalan dengan mereka, kalau begini pupus sudah aku mendapatkan bidadari - bidadari ini !" Julian menggerutu didalam hati, karena niat awalnya dia datang ke pesta karena ingin mencari Target harem lagi.
.
.
.
__ADS_1