System Harem

System Harem
Setelah Pertarungan Panjang


__ADS_3

Para robot dengan di bantu Militer dan kepolisian Anarka mulai membangun kembali fasilitas masyarakat yang telah hancur akibat pertarungan, mereka bekerja sama agar semua cepat selesai.


Bagaimana dengan pemerintah Anarka ?, tentu saja mereka juga melakukan kerja sama juga, karena pemerintahan sekarang di bawah kendali Julian.


Para Hacker di Anarka yang di pimpin Rafael, tidak lupa memblokir seluruh Video rekaman amatir, ataupun hasil Video yang di dapat oleh para pemburu Cuan tentang kejadian tersebut. Tentu saja itu semua agar tidak ada warga yang panik atas kejadian penyerangan itu.


Di lab Darius yang masih utuh, dia sedang memeriksa Yellow, karena dia penasaran tubuh Yellow tidak seperti Cyborg.


Betapa terkejutnya Darius saat mengetahui jika tubuh Yellow merupakan milik Natali seutuhnya, hanya kepalanya saja ternyata yang Cyborg, tapi kepalanya juga separuhnya milik manusia utuh, karena masih ada sebagian otak manusia yang di gabungkan dengan otak buatan.


Di tambah Darius juga menemukan kalau Yellow di tanami sebuah jantung yang sudah beroperasi Normal seperti jantung pada umumnya.


" Ini tidak mungkin ! " Darius terkejut saat mendapatkan banyak informasi dari meneliti tubuh Yellow.


" Ada apa kak ?" Julian tiba - tiba bertanya, karena dia memang ingin tahu juga apa yang ada di balik tubuh Natali.


" Julian lihatlah " Darius memperlihatkan seorang foto dan identitas gadis bernama Yurina Lowe, dan di sampingnya ada foto Natali berikut dengan identitas nya.


Julian mengerutkan keningnya " Apa maksudnya ini Kak ?" tanyanya pada Darius dengan geram.


" Iya Julian, tubuh Yellow memang milik Natali dan kepala sama otaknya milik gadis tersebut, dengan kata Lain Kenji menanamkan tubuh Natali untuk menghidupkan kembali gadis tersebut !" jawab Darius yakin.


" Kenji brengsek !, mudah sekali dia mengutak - atik tubuh manusia !" Julian sangat geram dengan Kenji.


" Tenanglah Julian, kabar baiknya tubuh Natali sekarang kembali hidup, karena jantung yang ditanamkan pada tubuhnya cocok, semua oragan dalamnya juga bekerja dengan baik, aku sudah meneliti semua d..." Darius belum selesai menjelaskan, Julian memotongnya.


" Jadi dia bukan Cyborg ?" tanya Julian langsung.


Darius membentak Julian " Kamu ini, aku belum selesai bicara !, makanya dengerin dulu !"


Julian tersenyum kecut " Hehehe maaf kak "


Darius menghela napas " Bisa di bilang dia hanya Cyborg 85%, hanya separuh otaknya saja yang merupakan otak buatan, aku mendapat data dari Rafael tentang gadis ini, dia kecelakaan beberapa bulan yang lalu pas setelah kematian Natali, sebagian kepalanya hancur, seharusnya dia sudah mati, tapi menjelang pemakamannya mayatnya hilang, aku yakin kalau waktu itu Kenji yang mengambilnya, karena dia kekasih dulu kekasih Kenji !"


" Jadi maksud kakak, Kenji mencoba menghidupkan kembali kekasihnya ?" tanya Julian sedikit terkejut.

__ADS_1


" Sepertinya begitu, kasusnya hampir sama denganmu, hanya saja kamu lebih memilih untuk mengistirahatkan Natali, sementara Kenji sebaliknya. yang jadi pertanyaan aku, darimana Kenji tahu tentang Natali, sementara semua data tentang dia menjelaskan kalau dirinya tidak pernah ke Anarka sebelumnya ?" Darius bingung dengan kebenaran tersebut.


Tentu saja Julian juga Ikut terkejut saat mendengar perkataan Darius, jika semua yang dikatakan Darius benar, berarti masih ada orang yang tahu semua tentang Natali.


" Brengsek !, kenapa masalah ini tidak ada habis - habisnya !" ucap Julian jengkel.


" Julian, apakah kita perlu mencari orang ini ?" Darius bertanya memastikan.


Julian menghela napas, dia duduk dan menatap Yellow yang matanya masih terpejam karena diberi obat tidur.


Julian merasa semakin hari masalahnya semakin berat, sementara wanitanya semakin bertambah saja, dia tidak tahu harus menyembunyikan mereka dimana agar dirinya tidak terus - terusan di hantui ke khawatiran.


" Kak, jika nanti aku gugur dalam pertarungan, tolong jaga semua wanitaku yah, terutama Celia yang sedang mengandung anakku, aku..."


" Plaaakk


Julian memegang pipinya dan langsung menoleh ke arah Darius yang terlihat sangat marah.


" Kenapa kakak menamparku ?" tanya Julian pada Darius.


Julian menghela napas " ternyata kakak memang bodoh yah kalau di ajak bicara masalah wanita, bukan begitu konsepnya Bambang !!!" dia juga terpancing marah.


Seketika nyali Darius menciut " terus apa maksudmu ?" tanyanya lembut.


" Menjaga bukan berarti harus memiliki nya kan ?, kakak tinggal suruh saja Alpa atau siapa untuk menjaga keamanan mereka, aku tahu kakak setia sama kak Susan, aku juga tidak mau merecoki kalian, tapi ini cuma seumpamanya saja !, memangnya aku mau mati muda hah ?! " jawab Julian ketus.


" Oh.. gitu toh " Darius mengangguk - anggukan kepalanya mengerti.


" Sudahlah sulit ngomong sama orang yang gak pernah merasakan lubang lain !" Julian menghampiri Yellow dan membawanya ke Mansion.


Darius bagai di tusuk ribuan jarum hatinya, kata - kata Julian sangat mengena, hingga dia tidak bisa berkata-kata lagi.


Di Mansion Julian, bagian Mansion yang rusak sedang di kebut perbaikannya, ke sembilan Wanita Julian sekarang berkumpul di Mansion, tidak ada yang pergi bekerja setelah kejadian tersebut.


Mereka semua ingin menghabiskan waktu bersama prianya yang sempat membuat cemas mereka.

__ADS_1


Ketika Julian datang dengan membawa Yellow yang di bopongnya, mereka semau mengikuti Julian dari belakang.


" Julian kenapa dengan Yellow ?" tanya Celia setelah Julian meletakkan Yellow di kamar tidurnya.


" Dia tidak apa - apa, hanya tertidur saja " jawab Julian sambil melangkah keluar dari kamar Yellow.


Julian mengajak para Wanitanya mengobrol di ruang keluarga yang ada di lantai dua.


Mereka semua duduk dengan rapi di tempatnya masing-masing, Julian bagaikan raja yang di kelilingi banyak wanita cantik di sampingnya.


" Besok kita akan pergi berlibur, sudah lama kita tidak pergi bersama, adakah yang punya rekomendasi tempat bagus ?" tanya Julian pada semua Wanitanya.


" Ide bagus tuh !, di pantai kayaknya asyik !" celetuk Larisa.


" Jangan di pantai, apa kamu ingin melihat pria mati di depanmu karena memandangi tubuhmu ?" Rachel menjawab.


" Hahahah.. Rachel benar, yang ada nanti banyak orang mati di pantai !" Rosi menimpali.


" Loh emangnya kenapa ?" tanya Larisa kepada para Wanita Julian yang lain.


" Tuhhhh !" semua Wanita Julian menunjukkan Julian dengan tatapannya.


Seketika Seila langsung mengerti maksud mereka semua, dia pun tersenyum getir saat melihat Julian yang terlihat sangat santai itu.


" Ke gunung Ruin saja, disana bukan hanya pemandangannya yang indah, ada air terjun dan tempatnya juga cocok untuk kemping !" Celia mengusulkan tempat asalnya di lahir kan.


" Sepertinya bagus ide Celia, bagaimana dengan yang lain ?" Liyana yang suka pemandangan alam tentu sangat setuju dengan usul Celia.


" Aku setuju " ucap Okta.


" Aku juga setuju " Alina menimpali.


Kemudian wanita yang lain mengangguk setuju juga, mereka semua sepakat untuk pergi ke gunung Ruin.


Julian tersenyum " Baiklah, besok kita pergi ke gunung Ruin, Larisa kamu bantu siapkan barang - barang Yellow, karena dia sepertinya akan bangun nanti malam "

__ADS_1


Larisa mengangguk " Baiklah Julian !"


__ADS_2