System Harem

System Harem
Liyana di Serang ?


__ADS_3

Natali yang masih dengan Julian di kamarnya terkejut melihat ekspresi kesal Julian. Karena dia tidak tahu siapa Maxwel.


" Julian siapa itu Maxwel ? " tanya Natali dengan polosnya.


Julian menoyor lembut kepala Natali " kamu ini kalau sama orang miskin susah mengingatnya "


Natali menunduk malu " tapi aku sekarang tidak seperti itu kok Julian "


" Ya aku tahu itu, dan aku berharap kamu akan selalu seperti ini, tidur di sampingku " Julian merebahkan tubuhnya.


" Gak mau itu du.." Julian memotong ucapan Natali.


" Jangan berpikiran yang tidak - tidak, sini !" Julian menepuk - nepuk ranjang disampingnya.


Natali pun menurut, dia tidur di samping Julian, padahal dia berharap akan digarap Julian. Tapi ternyata dugaannya salah.


Setelah kejadian Julian menjadi Iblis. Dia tidak pernah menggarap Natali sekali pun. Karena dalam pikiran Julian ada banyak hal yang membuatnya belum bisa menerima Natali sepenuhnya.


Mereka berdua terlelap sampai pagi. Para Wanita Julian yang bekerja semuanya kesiangan akibat terlalu lelah di garap Julian. Tapi mereka masih mending karena Seila lebih tragis dari mereka, ia sulit untuk bangun walaupun dalam permainan semalam dia seolah menikmatinya.


Julian bangun seperti biasanya, Natali sudah tidak ada di sampingnya. Dia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara itu di tempat Liyana, Roo Robot penjaga Liyana sedang bertarung dengan S2.


" Duar !


" Duar !


".Duar !


S2 dengan kelincahannya menghindari tembakan Roo. Ia kemudian menggunakan Roketnya.


" Swuuz


" Boommm !


Bagian Vila hancur berkeping - keping, Liyana ketakutan di pojokan kamarnya.


" Julian tolong aku, hiks..hiks... !" Liyana menangis tersedu - sedu.


" Robot sialan !" S2 melompat dan menggunkan cakarnya.


" Slaas

__ADS_1


" Traangg


Salah satu tangan Roo terpotong. Roo langsung mengaktifkan mode tembakan masal. Dimana seluruh tubuhnya menodongkan senjata. Karena Roo memang di program menjadi Robot senjata.


" Drrtt


" Drrtt


" Boom


" Duarr


Karena ribuan peluru dan Roket, halaman Vila yang tadinya sangat indah langsung luluh Lantak. Para pelayan melarikan diri. Menyelamatkan nyawanya masing - masing tanpa memikirkan majikannya.


Semua orang menonton dari ke jauhan. Rafael sudah mengirim Dom, Alpa, Beta dan Wan's tapi jarak mereka sangat jauh. Karena kota vedas dan Vador memerlukan 3 jam perjalanan Mobil.


Julian masih asyik di kamar mandinya. Rafael sudah mencoba menghubunginya. Tapi sesuai kesekepakatan jika Julian di kamar Mandi dia tidak boleh mengganggunya. Hasilnya Rafael hanya bisa mengirim beberapa Robot saja.


Roo berusaha semaksimal mungkin untuk mengulur waktu. Karena Rafael sudah menyuruhnya mengulur waktu.


Sayangnya S2 bukan seperti S1, S2 sangat lincah seperti Chetah. Pergerakannya sulit di tebak sehingga bidikkan Roo selalu meleset.


" Slaas


" Slaas


" Slaas


" Kaleng bekas yang merepotkan !" S2 langsung masuk kedalam Vila.


Liyana yang sudah tidak mendengar suara tembakkan. Dia melepaskan tangannya dari kupingnya dan menghapus air matanya untuk mencoba menghubungi Julian.


" Julian Ayo angkat !" Liyana terlihat tergesa - gesa.


" Brakk


" Buggg


" Arggghh


Liyana langsung pingsan akibat pintu yang di tendang S2 terlepas dan mengenainya. Darah merembes keluar dari kepalanya.


S2 mengerutkan keningnya, dia mendekati Liyana dan menjambaknya " Sialan !, sebentar lagi juga ini sudah mati !, padahal mau aku jadikan sandra !" Saat melihat darah dengan derasnya keluar dari Kepala Liyana, S2 menghempaskan Liyana dan Pergi untuk mencari target selanjutnya.

__ADS_1


Wan's yng merupakan Robot tercepat sampai di Vila Liyana terlebih dahulu. Dia melihat Roo yang terbelah menjadi tiga di halaman. Kemudian langsung memindai lokasi Liyana.


Saat melihat detak jantung Liyana sangat Lemah Wan's Langsung bergegas menjemputnya. Wan's membuang Pintu yang menindih Liyana dan langsung membawanya keluar, setelah memberikan pertolongan pertama.


Wan's dengan terburu - buru, terbang lagi agar cepat sampai di Mansion Julian " Bertahanlah Nona Liyana. Dom, Alpa kalian ikut aku kembali !, Beta kamu bawa Roo ke Mansion Tuan !"


Ketiga Robot yang sedang mendekat ke arah Vila Liyana pun berbagi tugas. Dom dan Alpa menunggu Wan's, ketika Wan's sampai mereka langsung melesat pergi lagi. Sementara Beta langsung mengumpulkan seluruh Badan Roo dan membawanya.


Selepas kepergian Beta, Polisi pun datang dengan santainya untuk mengecek apa yang telah terjadi.


Sementara itu Julian yang sudah selesai Mandi dia sekarang sedang sarapan. Julian belum melihat Ponselnya. Rafael juga sedang sibuk melihat pergerakan musuh dan menjaga Kondisi Liyana agar tetap stabil.


Selesai Sarapan Julian mengambil Ponselnya dia terkejut ada panggilan dari Liyana, tapi saat menghubunginya kembali Liyana tidak menjawab.


" Tidak seperti biasanya dia seperti ini, kenapa dengan Liyana yah ?" gumam Julian Lirih.


" Rafael !, apa kamu mendengarku !" teriak Julian keras.


" Diamlah Dulu Tuan !, Saya sedang Fokus menahan detak jantung Nona Liyana yang sedang di bawa kemari oleh Wan's !" ucap Rafael Kesal.


" Apa maksudmu Rafael, apa yang terjadi dengan Liyana !" Julian berteriak Khawatir.


" Aku bilang Diam !" suara Rafael langsung lenyap.


" Liyana, kamu kenapa Liyana " Julian bergegas keluar, dia menanti Wan's yang kata Rafael sedang membawa Liyana.


Julian terlihat sangat gelisah, dia menunggu mondar - mandir di depan Mansion tapi sudah hampir dua jam Wan's tidak muncul juga.


Wajah Julian mulai menggelap, dia mulai tidak sabar ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Sementara itu Wan's membawa Liyana ke Rumah sakit tempat Rachel berada sesuai instruksi dari Rafael. Karena Liyana butuh donor darah secepatnya.


" Wan's ada apa ini ?" tanya Rachel yang melihat Liyana terbaring lemah.


" Nona Liyana diserang, Nona Rachel cepat sembuhkan Nona Liyana, kami akan berjaga di depan !" Jawab Wan's singkat.


Di Mansion Julian, setelah menunggu dua jam lebih, bukannya Wan's dan Liyana yang muncul, tapi Beta yang membawa Roo pulang.


Julian mengerutkan keningnya " Apa yang terjadi dengan Roo ?"


" Kediaman Nona Liyana diserang, Roo kalah, Nona Liyana terluka dan Wan's, Alpa, Dom mereka membawa Nona Liyana untuk di obati "


Bagai di sambar petir. Ternyata selama ini ketakutan Julian terwujud, Para wanitanya mulai diserang. Julian ambruk di tanah, dia merasa sangat bersalah karena membiarkan wanitanya terluka.

__ADS_1


Rafael kemudian menghubungi Julian setelah Liyana sudah di rawat oleh Rachel dengan baik " Tuan Lewis, kondisi Nona Liyana sudah stabil anda bisa menemuinya di Rumah sakit Lewis Charity Foundation !"


Julian langsung berdiri, dia berlari tidak mau pakai mobil lagi karena takut macet dan tertunda menemui Liyana. Karena dia ingin melihat kondisinya secara langsung. Agar tidak menjadi beban pikirannya jika sudah melihat dia baik - baik saja.


__ADS_2