
Ketika J- Aliance Foundation merilis telah mengakusisi salah satu Tambang Minyak milik Alkatiri, Sontak saja dunia bisnis langsung heboh.
Dalam satu hari Perusahaan Julian mengeluarkan uang 100 Milyar dolar, tentu saja hal tersebut membuat para pebisnis di Dunia penasaran dengan sosok pemilik J- Aliance Foundation.
" Apakah akan terlahir jenius baru dalam dunia bisnis ?"
" Mungkin saja itu bisa terjadi, atau mungkin dia hanya orang bodoh yang sefsng menghamburkan uangnya !"
" Aku rasa tidak seperti itu, coba kalian lihat perusahaan apa saja yang dia akusisi "
" Kamu benar, kurasa orang ini sudah merencanakan semuanya, Petroleum Gold Company dan Build Oil Company, perusuhaan tersebut sepertinya sudah direncakan untuk mengelola hasil Minyak tersebut , tapi aku heran kenapa Alkatiri mau menjual tambang Minyak itu begitu saja "
" Astaga, apakah Alkatiri tahu jika orang ini sangat berpengaruh makanya dia mau bekerja sama dengannya ?"
" Sial !, dia memang selalu satu langkah di depan kita !"
Para raja Minyak yang sedang berkumpul di sebuah acara tahunan, mereka membicarakan Julian yang Notabenya tidak tahu apa - apa.
Sementara itu Julian yang sedang bersantai di kamarnya, dia mengerutkan keningnya ketika grup Fornas Elite membicarakannya di grup.
' Astaga !, Tuan Lewis benar - benar menakutkan !, dalam satu hari dia mampu membeli lima perusahaan sekaligus !'
' Bukan itu saja, tadi aku melihat akun Resmi J-Aliance Foundation telah membeli tambang Minyak di Quratar !'
' Sial !, Tuan Lewis begitu kaya !, dia memang pantas menjadi ketua kita ! '
' Aku juga setuju denganmu, bukannya aku tidak menghargai Tuan Campbel, tetapi kemampuan Tuan Lewis melebihi Tuan Campbel '
Diskusi di grup Fornas Elite semuamya membicarakan Julian, Julian di kamarnya tertegun, dia kemudian teringat dengan Rafael.
" Rafael !, apakah kamu yang melakukan ini semua ?" tanya Julian tegas.
Rafael masuk dalam Ponsel Julian dan berkata " Benar Tuan Lewis, karena pihak pemilik tambang Minyak setuju dengan harga 50 Milyar dolar, jadi saya membeli tambang tersebut !, tapi anda tenang saja, Tambang tersebut tidak akan habis selama 10 tahun kedepan, artinya uang anda akan menjadi berkali lipat dalam 10 tahun kedepan !"
Julian yang tadi berbaring langsung duduk dengan tegap, karena Rafael telah menggunakan begitu banyak uangnya.
Julian menghela napas " System cek status !" Ucap Julian dalam hati.
[ Status ]
Nama : Julian Lewis
__ADS_1
Umur : 28 Tahun.
Saldo Kredit Harem : 999.662.485.000.000
Saldo yang bisa anda belanjakan : 8.735.000.000 dolar.
Poin peningkatan Kekuatan : 68
Kekuatan : 29
Vitalitas : 15
Semangat : 15
Kecepatan : 20
Kecerdasan : 40
Status : Manusia Super.
Keterampilan : ( Marketing, Manajemen, Dokter, Memasak, Hacker ) Tingkat Ketrampilan semua meningkat menjadi 40 Poin.
Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.
Julian tidak bisa berkata apa - apa lagi, dia seperti telah di rampok oleh Rafael, padahal dia baru senang karena memiliki uang yang begitu banyak, tapi hanya dalam hitungan jam saja, uang tersebut telah lenyap.
" Rafael, berikan aku semua data perusahaan yang telah kamu akusisi, dan Tambang minyak tersebut !" ucap Julian lemah.
" Baik Tuan Lewis " Rafael langsung mengkopi semua data dan memperlihatkannya pada Julian menggunakan layar Virtual.
Karena Atribut kecerdasan Julian sudah 40, jadi dia dengan cepat dapat memahami berkas - berkas tersebut.
Julian mengangguk - anggukan kepalanya, ternyata Rafael tidak hanya sekedar asal mengakusisi perusahaan, dari melihat perusahaan yang di beli oleh Rafael semuamya beerkaitan dengan pembelian tambang Minyak.
" Apakah kamu sengaja mengincar perusahaan ini semua untuk Tambang minyak Rafael ?" tanya Julian.
" Benar Tuan, saya membeli perusahaan - perusahaan tersebut Muaranya dari Tambang tersebut !" jawab Rafael mantap.
Julian mengerutkan keningnya " jika kamu mengatakan sperti itu, lantas kenapa sangat percaya diri jika tambang tersebut bisa kamu beli ?" tanya Julian penasaran.
" Tuan Lewis, saya sudah mengawasi pemilik tambang tersebut terlebih dahulu sebelum bertindak, Awalnya saya akan membeli tambang terlebih dahulu, tapi sayangnya Saldo anda tidak akan cukup untuk membeli perusahaan yang telah kita akusisi, Tapi ketika saya mendengar jika tambang tersebut di perkirakan hanya bertahan dalam satu tahun saja, saya mempunyai ide untuk menurunkan harganya terlebih dahulu, Saya membeli ke lima perusahaan tersebut sebagai pemicunya, dengan begitu mereka akan penasaran dengan kita, benar saja mereka mengira jika perusahaan Kita adalah milik seorang Taipan besar, sesuai dugaan saya mereka akhirnya menghubungi saya " ucap Rafael menjelaskan.
__ADS_1
Julian terkejut ketika mendengar penjelasan dari Rafael yang sangat detil, dia menghela napas " Terus bagaimana rencana kamu selanjutnya ?, bukankah kita perlu ditributor dan pengelola untuk mengurus tambang tersebut ?, bagaimana kita melakukannya, aku saja tidak mengenal satu orang pun di Quratar !"
" Saya sudah membuat kesepakatan dengan pengelola dan distributor, saya juga sudah meminta mereka untuk mengelolanya secara langsung, dan anda tenang saja kita tidak perlu membayar mereka sekarang, karena kita akan berbagi hasil dengan mereka nantinya "
Rafael diam sebentar kemudian melanjutkan " Tuan Lewis, anda hanya tinggal meminta pemerintah Anarka, untuk membuatkan anda Surat ijin Expor saja dan semuanya akan berjalan sesuai rencana saya "
Julian lagi - lagi menghela napas, Rafael seperti dewa saja, langkahnya semua sudah di prediksi secara rinci.
Julian sangat senang mendengarnya, tapi ketika dia teringat tidak mempunyai kenalan seorang pejabat pemerintah Anarka, senyum yang tadi sempat mengembang, menghilang kembali.
" Rafael, bagaimana caranya aku bisa mengenal seorang pejabat pemerintahan ?, apakah kamu menyuruhku untuk mengancam mereka dengan data kebusukan mereka ?" tanya Julian menebak - nebak pikiran Rafael.
" Tuan Lewis, Saya tahu anda tidak suka mengancam seseorang, tapi Apakah anda lupa jika salah satu wanita di dekat anda ada yang memiliki hibungan dengan pemerintah dengan baik ?" ucap Rafael lugas.
" Rosi !, Astaga... Rafael !, kamu memang sangat cerdas ! " Julian tersenyum senang karena dia bisa memanfaatkan hal tersebut untuk menaikan Daya Tarik Rosi.
" Terimakasih atas pujian anda Tuan Lewis !" ucap Rafael senang.
Julian langsung beranjak dari kamarnya, tanpa basa - basi dia langsung ke kamar Rosi dan Alina.
" Tok
" Tok
" Tok
Julian mengetuk Pintu kamar Alina dan Rosi, dia tidak ingin membuang waktu untuk membuat Rafael menunggu terlalu lama.
Alina dan Rosi yang sedang mengobrol, mereka langsung menoleh ke arah pintu.
" Alin, biar aku saja yang membuka pintu " Ucap Rosi lembut.
Alina mengangguk sembari tersenyum " Tentu saja Ros "
Alina tidak pernah sedikitpun curiga dengan Rosi jika dia mulai menyukai Julian juga, pasalnya Alina sangat mengenal Rosi, sampai sekarang jika dia bilang tidak tertarik dengan pria tersebut, maka Rosi tidak akan menarik kembali kata - katanya.
Tapi Alina tidak sadar jika Sekarang berbeda, Rosi mulai memiliki sedikit ketertarikan pada Julian, walau itu hanya 0%, tapi nyatanya kebencian Rosi pada Julian sudah menghilang.
Rosi membuka Pintu, dia terkejut ketika melihat Julian " Julian !! "
.
__ADS_1
.
.