System Harem

System Harem
Lahirnya Sang Penguasa


__ADS_3

Blue melihat Julian bangkit dengan tubuh yang yang berwarna merah darah, tapi perlahan tubuh tersebut beregenerasi dengan cepat dan terlihat sinar ke emasan yang menyelimuti tubuhnya.


Julian menangkap tangan Rohi yang tadi memukulnya dengan Vitalitas terkuatnya.


" Kretaak


" Kretaak


Tangan Rohi perlahan remuk dan menjalar ke ke atas, Rohi menggunakan Vitalitasnya dan langsung memotong tangannya sendiri kemudian terbang mundur ke arah White dan Grown.


Perubahan bentuk tubuh Julian masih berlanjut, rambutnya mulai berubah warna menjadi merah darah, dia membuka matanya yang juga berubah menjadi merah darah.


Julian menatap ketiga Monster tersisa tersebut dengan sangat tajam, Rohi dan yang lainnya merasa sangat tertekan walaupun jarak Julian sangat jauh dengan mereka.


Flash back sebelum Nuklir mengenai Julian.


Julian menengadah ke langit, dia tersenyum getir sambil menitihkan air matanya " Ah... ternyata hanya sampai disini kehidupan indahku " gumamnya dengan tidak berdaya.


Di Bunker para wanita Julian Histeris, mereka semua sangat terpukul karena orang yang mereka sayangi akan tewas.


Nuklir berjarak puluhan Meter lagi di atas Julian, tiba - tiba System berbunyi.


[ Ultimate System menaikkan daya tariknya sampai ke batas Kasih sayang !


Ultimate Harem :


Celia Moon : 200%


Natali Loin : 102%


Rachel Claus : 200%


Liyana Reid : 200%


Rosi Dail : 200%


Alina Rose : 200%


Lulu Oktaviani : 200%


[ Warning ! Host dalam bahaya ! Menaikkan Atribut secara otomatis ....20%...40%... 60%...


System langsung melonjakkan Vitalitas Julian untuk menutupi seluruh tubuhnya.


" Booomm


" Boommm


" Booomm


Bersamaan dengan peningkatan Atribut Julian, Nuklir menghancurkan meluluh lantakkan tempat Julian berdiri.


Para Monster yang terkena langsung lenyap, sementara Rohi menggunakan Vitalitas terkuatnya untuk bertahan, Grown dengan kecepatan suaranya membawa White dan Rohi secara bersamaan ke langit.


Jika saja Grown memiliki banyak tangan, mungkin dia akan membawa banyak rekannya agar selamat, tapi dia hanya bisa menyelamatkan Rohi dan White saja.


Asap mengepul dengan sangat tebal, Laut tergoncang sangat hebat, Tsunami terjadi di seluruh kota yang dekat laut.


Air laut saja sampai di Anarka yang Notabenya Negara yang berada di tengah - tengah benua, walaupun hanya terseok air laut sebentar saja.


Semua negara yang berada di tengah laut semuanya hancur, entah berapa ratus juta korban jiwa akibat bencana tersebut.


Di tempat Julian, Sistem masih memproses penaikkan Atribut Julian yang terkapar tidak sadarkan diri di tempat hancurnya nuklir.

__ADS_1


[... 80%... 90%... 100%, peningkatan Atribut Berhasil]


[ Status ]


Nama : Julian Lewis


Umur : 29 Tahun.


Saldo Kredit Harem : 30.463.208.930.000


Saldo yang bisa anda belanjakan : 1.479.200.978.000.000 dolar.


Poin peningkatan Kekuatan : 10.000


Kekuatan : 300


Vitalitas : 300


Semangat : 300


Kecepatan : 300


Kecerdasan : 300


Status : Dewa


Ultimate Harem :


Celia Moon : 200% ( Max )


Natali Loin : 102%


Rachel Claus : 200% ( Max )


Liyana Reid : 200%( Max )


Alina Rose : 200%( Max )


Lulu Oktaviani : 200%( Max )


Keterampilan :


( Beladiri Bumi / Mata elang / Marketing, Manajemen/ Ekonomi /Balet /Piano/ Dokter, Memasak /Hacker / sains )


Tingkat Ketrampilan : 300 Poin.


Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa ]


Tubuh Julian seperti robek - robek, saat dia mulai bertranformasi menjadi Dewa, pada saat bersamaan Rohi menyerang.


Dengan insting Sewanya di angkot dan menangkap pukulan Rohi hanya dengan satu tangan saja, dan meremukkan tangan Rohi.


Flashback off.


Di Bunker, Rafael langsung memberitahu para wanita Julian " Nona tuan Lewis masih hidup lihatlah !"


Sontak saja merek terkejut, yang tadinya bersimpuh di lantai mereka semua langsung berdiri dan menatap layar yang menunjukkan lokasi pertempuran.


Benar saja terlihat Julian yang berdiri tegap dengan cahaya ke emasan berkilauan dari tubuhnya.


Tubuh yang tadinya terluka semuanya sembuh total tidak ada goresan sekecil apapun di sana.


" Slaap

__ADS_1


Julian menghilang dari tempatnya, dia tiba - tiba muncul di depan Rohi yang berencana kabur darinya.


" Booommmmm


Rohi langsung lenyap seketika, efek pukulan Julian masih meluncur deras ke tanah dan...


" Booommmmm


tercetak kepalan tangan Julian yang terbentuk di tanah yang berada di jarak pukulnya.


Grown dan White terkejut " Sial ! Kita harus lari dari sini !"


Grown dengan kecepatan penuh langsung membawa White pergi, tapi hanya dalam kedipan mata saja Julian sudah ada di depan Grown yang menggunakan kecepatan suaranya untuk kabur.


" Booommmmm


Julian tanpa ampun menepuk Grown seperti lalat hingga mereka berdua hancur di tempat dan menghilang.


Julian menghela napas lega ketika semuanya berakhir, tapi dia terlihat tidak senang karena melihat seluruh dunia luluh lantak akibat pertempurannya.


Kehancuran Bumi memang terlihat disana, Julian ingin menyesali perbuatannya, tapi hanya itu yang bisa dia lakukan saja.


" Kenapa ini harus terjadi !!!" Julian berteriak sangat keras. Dia tidak sadar kalau suaranya mengagetkan manusia yang tersisa di Bumi.


Para wanita Julian meski dalam Bunker mereka juga mendengar suara Julian yang sangat menggelegar itu.


Julian kemudian pergi ke negara - negara yang masih ada orang hidupnya, dia mengumpulkan mereka jadi di setiap Negar.


Dengan kekuatan Dewa nya, Julian membuatkan rumah sementara untuk mereka semua, setiap Negara hanya tersisa ribuan orang saja yang selamat.


Julian sengaja mengumpulkan mereka dalam satu tempat agar mereka saling membantu satu sama lain.


Di Vlasir terlihat orang yang di kumpulkan oleh Julian, Julian langsung membuat rumah untuk mereka semua dengan kecepatan sewanya, hanya dalam satu jam Julian bisa membuat Ribuan rumah sederhana untuk mereka tinggali.


" Kalian semua bertahanlah disini, aku akan kesini lagi membawa bahan makanan untuk kalian " ucap Julian yang langsung menghilang entah kemana.


Julian menyelamatkan unta dan beberapa ternak lainnya yang selamat dan membagikan pada orang - orang tersebut untuk mereka rawat, dia juga tidak lupa mencari bahan makanan yang masih bisa di gunakan sebanyak mungkin.


Setelah dia selesai dengan ratusan Negara yang dia datangi, Julian kembali ke Bunker saat hari sudah larut malam.


Terlihat para wanitanya yang menunggu di luar Bunker, karena selain Bunker hampir semua bangunan roboh akibat guncangan Puluhan Nuklir.


" Sayang !" Mereka semua langsung memeluk Julian.


Julian menghela napas lega karena mereka semua selamat dari kejadian tersebut.


Julian melihat keluarga Para wanitanya yang tersenyum ke arahnya, Julian balas tersenyum pada mereka semua.


" Lepaskan dulu, ada sesuatu yang harus aku lakukan terlebih dahulu oke " Julian menyuruh wanitanya agar melepaskan pelukan mereka.


Para Wanita Julian mematuhinya, Julian kemudian mendekat ke arah Darius yang langsung memeluknya.


" Kamu membuat kakak takut, tapi selamat datang kembali Julian " ucap Darius sambil melepaskan pelukannya pada Julian.


" Kak, kita akan membuat Robot cerdas untuk memimpin Manusia yang tersisa, tolong bantu aku " Julian langsung masuk ke dalam Bunker yang memang ada lab Darius.


" Rafael siapkan semua benda yang aku inginkan, kerahkan semua robot tersisa dan Cyborg !" Julian langsung membuat perintah dan duduk di hadapan Komputer.


" Baik Tuan !" jawab Rafael cepat.


Tangannya begitu cepat memprogram sebuah data, karena kecerdasan nya sudah berada di level dewa.


Hanya dalam hitungan detik Julian berhasil membuat beberapa Chip Ai cerdas yang mirip dengan Rafael.

__ADS_1


Tentu saja Julian membuat sedikit data berbeda, misalnya pemimpin dengan kemampuan mengelola minyak, pertanian dan yang lainnya.


Julian ingin membuat dunia baru yang bisa meningkatkan kualitas mental manusia tersisa, mereka semua akan di tuntut untuk menjadi manusia - manusia yang sangat kuat nantinya.


__ADS_2