
Julian kembali bersama dengan pengelola gunung Ruin, seroang Pria paruh baya yang turun temurun menjadi pengelola gunung Ruin, dia berjalan bersama dengan Julian dan anaknya yang seorang gadis berkacamata, dan banyak jerawat di wajahnya, sambil ngobrol santai di jalan.
Tentu saja System tidak memasukkan anak pengelola gunung Ruin tersebut, karena dari parasnya saja tidak masuk kriteria, di tambah pakaiannya juga terlihat kuno, jadi tidak menarik sama sekali untuk System.
" Mereka ini teman - teman saya tuan " ucap Julian memperkenalkan para wanita dan Kakaknya.
Betapa terkejutnya pengelola gunung Ruin saat melihat para wanita Julian, karena kecantikan mereka di atas rata-rata, apa lagi saat melihat Celia yang seperti Bidadari. Anaknya juga ikut terkejut, karena wanita kota begitu cantik, berbanding terbalik dengannya, niat dia yang ingin mendekati Julian sirna sudah, saat melihat para wanita cantik itu.
" Tuan Rigurd ?, anda tuan Rigurd kan ?" tanya Celia tiba - tiba yang langsung mendekat ke arah mereka.
Tentu saja Rigurd dan Anaknya saling menatap saat wanita paling Cantik di antara wanita cantik lainnya menghampiri mereka.
" Kamu mengenal mereka Celia ?" tanya Julian langsung.
Celia mengangguk " Mereka sempat menampungku selama satu tahun, sebelum akhirnya aku pergi ke kota dan terlunta - lunta disana " ucapnya sedikit sedih.
" Ka..kamu Celia Moon ?" tanya gadis berjerawat.
Celia mewaspadakan pandangannya pada gadis tersebut, dia menutup mulutnya tidak percaya sebelum akhirnya dia memeluk gadis tersebut.
" Lina, aku kangen sama kamu " Celia memeluk erat sahabatnya dulu itu.
" Ternyata kamu benar Celia, aku juga kangen sama kamu Celia " dia pun membalas pelukan Celia.
" Saya tidak menyangka perubahan kamu sampai seperti ini Celia " Rigurd berkata dengan takjub.
Celia melepaskan pelukannya, dia kemudian beralih merangkul lengan Julian " ini semua berkatnya, dia yang merubahku hingga seperti ini " ucap Celia sambil menyenderkan kepalanya di bahu Julian, karena sekarang tingginya hampir sama dengan Julian.
Rigurd tersenyum kecut, ternyata orang yang di sukai anaknya adalah kekasih Celia, jadi sudah tidak ada harapan lagi.
" Julian, apa kalian mau ngobrol terus ?, keburu malam, kita belum membuat tenda dan menyiapkan semuanya " Darius menegur obrolan Julian dan Rigurd.
" Kenapa sih kamu akhir - akhir ini bawel banget kak ?, berisik tahu dengar kamu ngeluh melulu !" Julian menatap tajam Darius.
" Hahahaha... ya sudah kita jalan ke lokasinya sekarang " Rigurd tertawa untuk melerai pertengkaran Julian dan Darius.
__ADS_1
Mereka pun bergegas ke lokasi yang strategis untuk membuat Tenda, tempat sedikit di atas sungai dan di bawah kaki gunung Ruin betul.
Sepanjang perjalanan Celia ngobrol dengan Lina, karena banyak cerita yang ingin di sampaikan satu sama lain.
" Nah disini lokasi paling bagus, kalian juga bisa mencari ikan di sungai, walaupun sungai itu jernih tapi jangan salah, ikannya gede - gede !" ucap Rigurd yakin.
" Terimakasih tuan Rigurd " jawab Julian sopan.
" Tidak perlu sungkan, ya sudah saya pamit dulu, ayo Lina " Rigurd mengajak anaknya.
Lina diam disana kemudian buka suara " Ayah, aku boleh tidak malam ini tidur dengan Celia ?"
Rigurd mengerutkan keningnya, dia menatap Celia untuk melihat ekspresinya, Celia yang mengerti maksud Rigurd, dia langsung merangkul Lina.
" Biarkan saja paman, lagian aku juga masih ingin bercerita banyak bersama Lina " ucap Celia sopan.
Rigurd menghela napas " kalau kalian tidak keberatan saya tidak masalah "
Julian langsung buka suara " anda tenang saja tuan Rigurd, kami tidak keberatan kok " para wanita Julian juga mengangguk, karena mereka juga melihat Celia yang sangat senang ketika bertemu teman lamanya itu.
" Aku mengerti Ayah " jawab Lina senang.
Rigurd meninggalkan anaknya bersama dengan Julian dan yang lainnya.
Selepas kepergian Rigurd, tenda otomatis yang mereka bawa langsung di dirikan, tenda tersebut tidak akan roboh walaupun ada hujan badai menerpa.
Tenda yang besarnya delapan meter persegi itu bisa menampung para wanita Julian sekaligus.
Darius dan Susan membuat tenda sendiri yang jaraknya sepuluh meter dari tenda Julian, agar tidak terlalu mendengar raungan malam para wanita Julian.
Sementara Alpa, Dom dan Queen yang ikut karena Resty juga ikut, mereka juga membuat tenda agar tidak di curigai sebagai robot oleh Lina.
Tempat Api unggun, Barbekyu dan peralatan lainnya mulai di siapkan, semuanya lengkap seolah mereka akan tinggal disana selamanya.
Di sela semua kegiatan mereka, Resty terus menempel dengan Julian, kemanapun Julian pergi dia mengikutinya.
__ADS_1
" Red, kamu tunggu saja di tenda bersama yang lain, aku cuma mau kayu untuk api unggun nanti malam " ucap Julian lembut, karena dia masih menganggap Resty keponakannya.
" Gak mau, aku ingin bersama kamu !" jawabnya mantap.
Julian menghela napas " terserah kamu sajalah " mereka berdua mencari kayu bersama, semakin lama jalan dengan Julian, jantungnya semakin berdebar-debar, Resty benar - benar sudah jatuh Cinta dengan Julian.
Faktor Daya Resty Nord : +1
Target Harem sangat kagum dengan Host.
Faktor Daya Tarik Rasty Nord sekarang : 95%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya ketahap Minimal, anda akan mendapatkan 10 poin kekuatan tambahan, setiap peningkatan daya tarik 1% selanjutnya Host akan mendapatkan 10 poin kekuatan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 27
Julian langsung menoleh kebelakang saat System memberinya pemberitahuan, tapi siapa yang menyangka kalau Resty langsung menyambar bibirnya.
Resty seperti kesurupan saja, dia dengan rakus memainkan bibir Julian, tentu saja Julian langsung bereaksi dan melepaskan pagutan Resty.
" Resty apa yang kamu lakukan Ki..."
Julian belum selesai bicara, Resty membentaknya " kita masih ada ikatan darah ?, Julian Ayah bilang dia hanya anak pungut kakek kamu, aku dan kamu tidak ada hubungan darah sama sekali, Julian aku mencintaimu, sudah dari dulu aku memendamnya, karena aku juga takut kalau kita punya hubungan darah "
Tentu saja Julian terkejut dengan pengakuan Resty, karena dia belum tahu sebenarnya, tapi tiba - tiba melalui Headset yang dia pake, Rafael buka suara.
" Tuan Lewis, Nona Resty benar, kalian tidak ada hubungan darah sama sekali, jadi tunggu apa lagi, hajar saja sekarang !" goda Rafael pada Julian.
" Brengsek kamu Rafael !" dia berteriak kecil.
Resty menangis, karena dia mengira Julian marah padanya " Hiks..hiks.. aku tahu tidak secantik wanita - wanita kamu Julian, tapi apakah tidak ada tempat untukku di hati kamu ?"
Julian menghela napas, dia menghampiri Resty dan memeluk nya " Res, aku tidak pernah tahu masalah ini, tolong berikan aku waktu untuk mencerna sedikit kenyataan ini yah ?"
Resty semakin memeluk Erat Julian, dia membenamkan wajahnya di dada bidang milik Julian sambil mengangguk lirih, tangisnya pun mulai reda, saat Julian memberikan sebuah harapan, ya.. harapan menjadi Haremnya.
__ADS_1